Setelah kita memahami berbagai tipe kecerdasan anak sebagaimana yang telah dibahas pada artikel sebelumnya (Benarkah anakku bodoh?), dan sebelum melangkah lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kecerdasan tersebut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu tentang gaya belajar anak
1. Auditori
Apakah anak bunda akan memahami lebih cepat bila mendengarkan instruksi? Ketika mengeja sebuah kata cenderung mengungkapkan secara fonetik? Bila iya, maka anak bunda merupakan tipe pembelajar auditori. Maka metode yang paling tepat dipilih adalah melalui suara, bisa melalui musik, dsb.
2. Visual
Apakah anak suka mengingat gambar dan diagram? Apakah ia mengingat film dengan mendeskripsikan bagian favoritnya dengan menyebutkan banyak adegan berbeda? Apakah ia suka berkhayal? Jika anak bunda lebih suka mengingat sesuatu yang ia lihat daripada yang ia dengar, mungkin ia seorang pembelajar visual. Alat bantu yang cukup tepat untuk tipe pembelajar visual adalah melalui tontonan atau buku.
3. Kinestetik
Apakah anak belajar dengan melakukan gerakan fisik? Apakah ia sangat aktif dan susah untuk duduk diam? ketika berbicara, apakah anak bunda banyak bergerak dan menggunakan tubuhnya untuk membuat isyarat? Apakah ia lebih senang menunjukkan barang kepada anda daripada menjelaskannya? Jika ya, mungkin ia seorang pembelajar kinestetik. Aktifitas fisik adalah karakter utama anak dengan tipe ini. Ia ingin seluruh tubuhnya terlibat dalam proses belajar. Ajarlah ia berhitung secara fisik dengan menaiki tangga. Ketika membaca biarkan ia mengetukkan jari, berjalan kesana-kemari, bergoyang dan berguncang.
Kini setelah memahami gaya pembelajar anak, kita dapat memilih metode yang paling tepat untuk memaksimalkan kecerdasan anak. Mari kita bahas satu persatu beberapa cara untuk mengoptimalkan setiap kecerdasan yang ada :
1. Kecerdasan Lingusitik (Kecerdasan Bahasa)
Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan bahasa antara lain mudah mengingat kata, suka sejak usia masih dini, suka menceritakan apa yang dibaca dan pengalamannya, suka sekali membaca buku.
Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan bahasa adalah dengan bercerita dan berdiskusi film tentang buku bacaan dan film yang ditonton, bermain teka – teki silang dan membiasakan menulis diary.
2. Kecerdasan Matematis – Logis (Logical – Mathematical Intelligence)
Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan Matematis – Logis antara lain rasa ingin tahunya tinggi,senang menghitung, senang mengklasifikasikan, tekun dan suka membaca, memberi dan menuntut argumen yang rasional.
Cara yang dapat ditempuh untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan menyiapkan barang-barang bekas untuk mengasah kreatifitas, menyediakan mainan yang tepat seperti puzzle; permainan angka; bongkar pasang, melibatkan anak dalam beberapa persoalan keluarga misalnya memperbaiki mobil dst.
3. Kecerdasan Ruang (Spatial Intelligence)
Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ruang antara lain mudah belajar melalui penglihatan, suka menggambar, pengamat yang baik, pemimpi yang suka tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Ayah bunda dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak dengan menyediakan berbagai peralatan seni seperti alat lukis untuk yang menyukai gambar, kamera untuk untuk yang menyukai fotografi. Berikan kesempatan anak untuk mendekor ruangannya sendiri.
4. Kemampuan Kinestetik (Bodily – Kinesthetic intelligence)
Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan kinestetik adalah menyukai aktifitas yang menggunakan anggota tubuh, gemar berbicara dengan kedua tangannya, bermain boneka sambil mengajaknya bicara dan sulit duduk diam saat belajar ataupun makan.
Cara untuk mengoptimalkan kecerdasan ini antara lain dengan membuat kue bersama- sama, memperbanyak aktifitas fisik seperti olahraga; naik gunung, mengikuti berbagai kursus membuat keramik, menenun dst.
5. Kecerdasan Musikal (Musical intelligence)
Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan musikal adalah peka terhadap bunyi- bunyian, kemajuan yang cepat dalam memainkan alat musik, menyanyikan lagu dengan tangga nada yang tepat dan mudah sekali menghapal lagu atau qira’ah.
Anak dengan tipe ini dapat dioptimalkan kecerdasannya dengan mengikutkan dalam kursus alat musik dan suara, bernyanyi sambil bergoyang, sering mendengarkan musik dan qiraah.
6. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence)
Ciri anak yang memiliki kecerdasan interpersonal antara lain bisa berhubungan baik, suka menjalin komunikasi dengan orang lain, memiliki keterampilan bekerjasama dan menunjukkan kemampuan memimpin.
Ayah bunda dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak dengan berkunjung ke tetangga dan kerabat, menyantuni orang yang terkena musibah, pelatihan leadershipdst.
7. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence)
Ciri anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal adalah disiplin tinggi dan suka bekerja sendiri, tidak suka berbaur tapi tidak anti sosial, kreatif, introspektif, sangat mandiri dan berorientasi pada target.
Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan melatih anak berpikir mengenai diri sendiri, membiasakan anak menuliskan isi hati, mendengarkan perasaan dan ide-idenya, bertukar pikiran mengenai kekuatan, kelemahan dan minat anak, mendorong anak mengekspresikan emosinya.
8. Kecerdasan lingkungan (Naturalist intelligence)
Ciri anak yang memiliki kecerdasan lingkungan antara lain perduli pada hewan dan binatang, mampu membedakan atau melihat kesamaan setiap fenomena alam, terpengaruh emosinya terhadap pengelolaan alam yang tidak benar dan antusias ke museum, kebun binatang atau ke hutan.
Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan mendorongnya memelihara binatang peliharaan, membuat taman kecil, mengajak untuk mengamati langit di malam hari, mengajaknya ke museum, cagar alam dan kebun binatang.
9. Kecerdasan eksistensial (Existensial intelligence)
Ciri anak yang memiliki kecerdasan eksistensial antara lain suka mengajukan pertanyaan tentang Tuhan dan kehidupan, memperhatikan makhluk hidup dan alam sekitar.
Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan mengenalkan kitab suci, kisah nabi, biografi orang terkenal dan mengaitkan berbagai gejala alam dengan kebesaran Tuhan.
Nah, sudah selesai membaca ciri-ciri diatas? Kira-kira anak-anak kita memiliki kecerdasan yang mana ya? Yuk, kita cari tau dan coba lakukan hal-hal yang bisa mengoptimalkan kecerdasannya.

*sumber : Multiple intellligence (Howard Gardner), Yayasan Kita dan Buah Hati
One thought on “Meningkatkan kecerdasan anak”