
Beberapa waktu yang lalu aku membaca artikel tentang perbedaan antara otak laki – laki dan perempuan. Jadi otak laki – laki dan perempuan dibangun dengan struktur yang berbeda sehingga memiliki pola pikir logis, persepsi, analisis, emosi, suara serta ruang yang berbeda pula. Salah satu dari perbedaan kemampuan yang yang dimiliki oleh wanita dibandingkan pria adalah kemampuan multi tasking.
Hal inilah yang kemudian menyebabkan seorang wanita bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Saat ayah yang sedang konsen membaca tv tidak akan sadar dengan tangisan bayi nya yang menangis disampingnya, ssebaliknya seorang ibu dapat memasak, menyuapi, menonton tv dan berdiskusi dalam satu waktu.
Menurut penjelasan para pakar, hal tersebut disebabkan wanita cenderung akan selalu menghubungkan satu hal dengan yang lainnya, sementara laki-laki tidak.
Bila diibaratkan otak pria tersebut bagaikan ruangan arsip besar dengan kotak-kotak yang tersusun rapi. Pria cenderung berpikir secara sistematis dan membagi masalah kedalam kotak- kotak tersebut. Inilah yang menjelaskan mengapa pria tidak bisa mengerjakan dua hal sekaligus dalam satu waktu.
Berbeda dengan otak perempuan yang seperti ruangan server dengan kabel warna warni yang saling berhubungan. Jaringan tersebut akan aktif dalam satu waktu menghasilkan hasil yang luar biasa. Kabel – kabel tersebut terdiri dari kabel anak, kabel investasi, kabel tetangga, kabel suami, kabel pekerjaan dan lainnya yang saling berhubungan.
Penjabaran tersebut sangat tepat menjelaskan kenapa seorang ibu terlihat tidak bisa diam. Begitu banyak hal yang menjadi pikirannya. Suami, anak, masakan, tagihan, keuangan, kesehatan dan masih banyak lagi. Seorang working mom juga tidak berbeda, bahkan ia harus menambahkan kabel urusan pekerjaan kedalam otaknya.
Ibarat komputer, otak tidak bisa dipaksa bekerja terus. Otak perlu diistirahatkan sejenak untuk mengisi energinya kembali. Oleh karena itulah me time sangat diperlukan buat seorang ibu.
Apa sebenarnya me time tersebut? Me time bisa dikatakan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan yang bisa menimbulkan perasaan bahagia.
Me time dibutuhkan bagi full time mom yang sehari – hari berhubungan dengan rutinitas rumah tangga. Setiap harinya seluruh waktu dan pikiran dicurahkan untuk keluarganya. Lama kelamaan ibu bisa stress dan depresi tanpa disadari.
Begitu pula halnya dengan working mom. Begitu banyak urusan yang dipikirkannya sejak dini hari hingga tengah malam. Mulai dari urusan suami, anak- anak, domestik rumah tangga, pekerjaan kantor yang tetap menuntut perhatian penuh kelamaan bisa membuat otak lelah dan jenuh.
Ibu merupakan center of emotion dalam rumah tangga. Ibu yang bahagia akan menularkan kebahagiaan bagi suami dan anak-anaknya. Sebaliknya ibu yang stress dan depresi akan menciptakan ketidakbahagiaan dalam keuarga. Hal inilah yang membuat seorang ibu harus pintar menyusun jadwal harian dalam hidupnya termasuk memasukkan me time kedalamnya.
Me time bagi seorang ibu bisa bermacam – macam. Ada seorang ibu yang menggunakan me timenya dengan kumpul bersama temannya. Ada yang pergi ke salon, menonton, travelling dan lainnya. Semua dikembalikan kepada individu masing- masing.
Kalau aku sendiri, buatku me time simple saja. Biasanya aku memilih kegiatan berdasarkan apa yang membuatku jenuh. Bila aku sedang jenuh dengan kehidupan rumah tangga, urusan- urusan domestik, tangisan dan teriakan anak- anak, maka aku membutuhkan tempat yang tenang untuk membaca. Kalau memungkinkan dengan menginap di hotel didaerah pegunungan dan menghabiskan waktu dengan membaca fiksi. Kalau tidak memungkinkan ya cukup membaca di kamar ber ac yang tenang tanpa gangguan selama sekitar stengah hari sampai dengan sehari.
Berbeda halnya bila kejenuhan timbul akibat pekerjaan dikantor yang relatif menggunakan otak kiri, maka aku akan mencari aktivitas otak kanan sebagai me time. Misalnya menyibukkan diri dengan online shopku. Bisa dibilang bisnis fashion yang kugeluti saat ini merupakan penyaluran dari keruwetan otak kiri. Kegiatan menentukan model, warna, dan aksesories lainnya sudah merupakan me time buatku.
Paling sering sih aku memilih aktifitas menulis sebagai me time. Apalagiย saat jadwal sedang padat-padatnya.ย Bagiku, menulisย puisi atau fiksi sudah cukup mengurai benang ruwet di otak. Dan kegiatan tersebut bahkan bisa dilakukan di MRT sepulang kerja๐
Akhir kata, terlepas dari apapun kegiatan me time yang bunda pilih, percayalah bahwa me time penting untuk menjaga kewarasan kita. Jadi bila bunda kesulitan mencari waktu me time disebabkan padatnya jadwal harian, cobalah diskusikan dengan suami. Carilah me time yang menyenangkan bagimu dan sesuai dengan kondisi keluargamu.
Btw, karena ga ada foto lain, aku pajang foto me time ala- membacaย ๐ Itung itung, sekalian promosi buku sendiri ๐

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia
One thought on “Jangan lupa “me time” ya bunda ๐”