Ibunda, Penentu Kokohnya Peradaban Manusia

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Seorang ibu memiliki peran yang sangat besar dalam kemajuan peradaban umat manusia. Maju- mundurnya peradaban suatu bangsa ditentukan oleh keberadaan dan fungsi ibu didalamnya.

Sebelum kita membahas lebih lanjut , ada baiknya kita menjabarkan terlebih dahulu apa sebenarnya pengertian dari peradaban.

Pengertian peradaban menurut Kamus Besar Bahasa Indonesai (KKBI) adalah :

  1. Kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin:
  2. Hal yg menyangkut sopan santun, budi bahasa, dan kebudayaan suatu bangsa

Sedangkan arti peradaban menurut salah satu ahlinya (Alfred Weber) adalah:

Peradaban mengacu kepada pengetahuan praktis dan intelektual serta sekumpulan cara yang bersifat teknis yang fungsinya untuk mengendalikan alam. Berbeda dengan Kebudayaan yang tersusun atas serangkaian nilai, prinsip, normatif, dan juga ide yang sifatnya unik Aspek tersebut lebih kepada sifat kumulatif dan lebih siap untuk disebar, lebih rentang kepada suatu penilaian, dan juga lebih berkembang jika dibandingkan dengan aspek kebudayaan. Peradaban sifatnya impersonal dan objektif, sedangkan kebudayaan tersebut sifatnya personal, subjektif dan unik.

Peradaban identik dengan gagasan tentang kemajuan sosial, baik dalam bentuk kemenangan akal dan rasionalitas terhadap dogma maupun doktrin agama, memudarnya norma – norma lokal tradisional dan perkembangan pesat ilmu pengetahuan alam dan teknologi.

Ciri-ciri umum sebuah peradaban adalah sebagai berikut.

  • Pembangunan kota-kota baru dengan tata ruang yang baik, indah, dan modern
  • Sistem pemerintahan yang tertip karena terdapat hukum dan peraturan.
  • Berkembangnya beragam ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih maju seperti astronomi, kesehatan, bentuk tulisan, arsitektur, kesenian, ilmu ukur, keagamaan, dan lain-lainnya.
  • Masyarakat dalam berbagai jenis pekerjaan, keahlian, dan strata sosial yang lebih kompleks

Peradaban sudah dimulai dari jaman dahulu yang sering kali disebut dengan peradaban kuno dan terus berkembang hingga perkembangan peradaban saat ini yang didominasi oleh teknologi tinggi.

Perubahan sistem kehidupan, norma dan teknologi tersebut  tentu tidak lepas dari peran serta yang besar dari seorang ibu. Seorang ibu mengandung selama 9 bulan, melahirkan, menyusui, dan merawat anak- anaknya. Ibu juga merupakan madrasah pertama dan utama bagi buah hatinya.

Kepribadian dan karakter anak tidak lepas dari pola asuh ibunda.

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu. (HR. Al Bukhari).

Kedudukan seorang ibu sangat mulia dalam islam. Hal ini tidak lain disebabkan begitu besar peran seorang ibu dalam menciptakan suatu generasi penerus bangsa.

Kokoh tidaknya peradaban ditentukan dari ibunda. Dan kita sebagai seorang ibu dapat mulai menyiapkan generasi pembangun peradaban yang tinggi bahkan sejak ananda belum dilahirkan. Cara – cara yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Masa kehamilan

Sejak masih mengandung, seorang ibu telah berperan besar dalam perkembangan calon bayi. Ibu yang sehat dan bahagia akan menularkan energi positif tersebut ke janin yang sedang dikandungnya. Hal- hal yang dapat dipersiapkan sejak ananda masih dalam kandungan:

      a. Makan makanan bergizi

Sebuah jiwa baru lahir didalam perut seorang ibu. Ia butuh untuk berkembang dan memerlukan nutrisi untuk itu. Terkadang bila proses kehamilan cukup bermasalah, akan tidak memungkinkan untuk makan dalam jumlah banyak. Sehingga solusinya adalah  sesering mungkin untuk makan dalam jumlah sedikit namun bergizi.

Usahakan memilih makanan yang mengandung tinggi lemak omega 3 dan DHA yang mampu membantu dalam meningkatkan perkembangan otak janin secara optimal seperti ikan tuna, salmon, dan jenis ikan tawar. Anda juga dapat mengkonsumsi minyak ikan sehingga memenuhi kebutuhan nutrisi janin anda. Sari kurma dan madu yang kaya akan multivitamin juga menjadi pilihan yang baik.

      b. Rangsang perkembangan otaknya

Otak ananda sudah mengalami perkembangan sejak masih berada dalam kandungan. Bahkan pada minggu ke-10, otaknya sudah mulai berfungsi. Sebagai bunda kita dapat membantu meningkatkan perkembangan otak ananda sejak dalam kandungan antara lain dengan :

  • Mengajaknya berbicara

Tahukah bunda bahwa sejak didalam kandungan buah hati kita sudah dapat mendengar suara kita? Bahkan berdasarkan penelitian, suara ibu dapat mempercepat denyut jantung janin karena lesatan sel syaraf janin. Ketika janin mendengar suara ibu maka denyut jantung janin akan bergerak aktif. Saat ritme jantung janin aktif, janin akan menyimpan kata-kata yang dikenal dengan istilah stimulasi kognitif.

  • Melakukan pengenalan secara visual dan auditori

Menurut penelitian yang dilakukan Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychology, cahaya redup yang didekatkan pada ibu akan mampu merangsang bayi. Namun cahaya hendaknya diberikan secara bertahap. Hindari pemberian cahaya yang terlalu terang karena akan mengganggu kenyamanan bayi.

Selain itu,pengenalan suara seperti musik klasik dan lantunan ayat suci alquran juga dapat merangsang perkembangan otak bayi.

Saya sendiri sejak kandungan berusia empat bulan sudah memperdengarkan ayat –ayat suci alquran melalui headphone yang saya sambungkan dengan pemutar lagu. Saya berharap lantunan ayat alquran akan meningkatkan kecerdasannya sekaligus bertujuan untuk  mengenalkannya dengan agama sejak dini.

  1. Kelahiran buah hati

Begitu besar perjuangan seorang ibu. Proses melahirkan bukanlah hal yang mudah. Terkadang ada seorang ibu yang harus meregang nyawa saat akan melahirkan buah hatinya. Proses melahirkan secara normal akan ditandai dengan kontraksi yang luar biasa namun fase pemulihan akan cenderung cepat. Bila seorang ibu melahirkan secara caesar biasanya proses pemulihan akan lebih lama. Namun ada kalanya seorang ibu bahkan terpaksa melewati dua fase tersebut, ia merasakan kontraksi dan ternyata pada akhirnya anaknya harus dilahirkan melalui proses caesar.

Seorang Ibu pada dasarnya hanya ingin memberikan yang terbaik pada anaknya terlepas dari seperti apakah proses bersalin yang dilakukannya. Namun seringkali proses persalinan tidaklah semudah yang diinginkan. Jadi keputusan proses melahirkan baik secara normal dan caesar sebaiknya lebih didasarkan pada pertimbangan kesehatan ibu dan calon bayi.

  1. Masa menyusui

Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Asi memiliki semua zat penting yang dibutuhkan oleh sang bayi dalam pertumbuhannya seperti protein, AA, DHA, Omega 6, Laktosa, Taurin, Laktobasilus, vitamin A, Kolostrum, lemak, zat besi, laktoferin dan lisozim. Asi juga mengandung protein “whey” yaitu sejenis protein yang mudah diserap usus.

Keberhasilan seorang ibu menyusui dimulai dari saat bayi dilahirkan. Semakin sering bayi menyusui maka semakin banyak ASI yang akan dihasilkan oleh ibunda

  1. Madrasah (sekolah) utama bagi ananda

Seorang ibu merupakan orang pertama yang mengenalkan norma kepada ananda. Ibunda merupakan sekolah paling utama dalam membentuk karakter anak. Ibu bertanggung jawab dalam mendidik dan menanamkan berbagai perilaku mulia.

Agar dapat mendidik anak, baik pendidikan moril maupun fisik,  seorang ibu harus memiliki pengetahuan umum yang mendukung. Kesabaran seorang ibu juga diperlukan dan diperoleh tidak melalui proses pembelajaran yang sebentar. Oleh karena itu seorang ibu seyogyanya tidak boleh malas mengupgrade kemampuannya untuk menjadi pendidik bagi anak- anaknya.

Tidak ada ibu yang sempurna. Yang ada hanya ibu yang terus belajar dan berusaha memberikan untuk anandanya. Tanpa seorang ibu, kehidupan umat manusia tidak dapat berlanjut. Tanpa keperdulian seorang ibu, tidak akan ada generasi yang gemilang, sehat jasmani dan rohani. Tanpa didikan yang baik dari sesorang ibu, akan terbentuk karakter manusia yang mendukung kehancuran peradaban manusia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

 

Leave a comment