I am an Accountant with 20 years of experience as an auditor, accountant, financier, and tax specialist in various companies. I have many professional licenses including but not limited to Chartered Accountant (CA), Certified Public Accountant (CPA), Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Financial Planner (CFP), and Qualified Wealth Planner (QWP).
I have a wide range of skills including teaching, writing, problem-solving, and financial planning.
I'm currently working as an Accounting and Tax Consultant, Lecturer, Trainer, Entrepreneur, and Writer.
Please do not hesitate to contact me at 0811-888-9358 for consultation or collaboration.
Hai..hai.. akhirnya kita berjumpa lagi. Kali ini saya ingin bercerita mengenai salah satu sertifikasi akuntansi/ keuangan yang saya ikuti di tahun 2024. Awal tahun ini, saya mengikuti Certificate in Business Valuation yang diadakan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) bekerjasama dengan Association of Chartered Certified Accountant (ACCA).
Pelatihan Certificate in Business Valuations (CBV) batch 6 dimulai dari tanggal 19 Januari 2024 s.d 19 Juli 2024 (dalam jangka waktu 6 bulan) yang dilakukan secara online melalui platform sistem ACCA. Meskipun jangka waktu pelatihan hanya 6 bulan namun akses sistem ACCA masih dibuka sampai dengan 12 bulan dari saat pendaftaran. Hal ini berarti peserta diberikan kesempatan untuk mengulang materi meskipun waktu pelatihan telah berakhir. Pelatihan CBV terdiri atas dua tahap, dimana tahap 1 merupakan tahap penyelesaian modul materi ACCA sedangkan tahap 2 adalah penyelesaian materi dari IAPI.
Materi ACCA yang dikerjakan di tahap 1 terdiri atas 10 modul dimana materi dari setiap modul harus selesai diakses dan mengerjakan kuis sebelum melanjutkan ke modul berikutnya. Ketika seluruh modul pada tahap 1 selesai dikerjakan maka peserta akan mendapatkan sertifikat dari ACCA yang kemudian sertifikat tersebut harus dikirim ke email IAPI agar bisa mendapatkan akses untuk pengerjaan tahap 2. Setelah materi tahap 2 diselesaikan, peserta berhak mendapatkan sertifikat pelatihan CBV dari IAPI.
Apabila saya ditanya tingkat kesukaran, maka secara pribadi saya akan memberikan nilai 6 dari skala 1- 10. Kenapa? Karena meskipun materinya cukup kompleks dengan menggunakan bahasa inggris namun karena sistem pengerjaan kuisnya dapat diulang berkali- kali sehingga memudahkan untuk lulus dan dapat menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan.
Jadi apabila bapak dan ibu tertarik untuk menguasai materi terkait valuasi bisnis dengan standar yang diakui internasional, maka pelatihan CBV ini cukup recommended untuk diikuti.
Banyak hal terjadi pada saya dan keluarga di tahun 2023, termasuk salah satunya adalah keputusan untuk resign aka mengundurkan diri dari SKK Migas, perusahaan tempat saya mengabdi selama hampir 15 tahun.
What? Are you sure? Yakin? Ga sayang? kira- kira begitu tanggapan teman, saudara, tetangga, atau kenalan saat mendengar rencananya ataupun saat saya sudah officially resign. Tidak dapat dipungkiri, pesona SKK Migas sebagai lembaga yang berkiprah di dunia migas yang bergelimang materi baik dari sisi benefit pendapatan, kesehatan, ataupun hal lainnya, membuat banyak orang yang memimpikan pekerjaan saya. Dan saya pun tidak menampik bahwa bukanlah hal yang mudah bagi kami untuk sampai pada keputusan pengunduran diri ini. Butuh waktu sekitar 8 tahun hingga akhirnya dapat terealisasi.
Jika boleh refleksi ke belakang, sekitar tahun 2015 – 2016 sebenarnya sudah ada narasi resign dan bahkan surat pengunduran diri pun sudah diajukan. Namun disebabkan berbagai peristiwa akhirnya qadarullah tidak jadi. Allah SWT mungkin menakdirkan bahwa saat itu bukan saat terbaik untuk mengundurkan diri sehingga semua prosesnya seperti dipersulit. Berkebalikan dengan saat ini yang entah kenapa semuanya terasa dipermudah oleh Allah SWT
Saat banyak yang mempertanyaan alasan resign, dan kemudian jawabannya karena pertimbangan keluarga, tidak serta merta banyak yang langsung percaya. Biasanya akan timbul pertanyaan berikutnya, kok baru sekarang setelah anak ketiga? anak pertama dan kedua buktinya bisa aja. Memang kalau boleh jujur ada banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan pengunduran diri seorang working mom yang telah bekerja selama 18 tahun, dan sekarang memilih menjadi work at home mom.
Sebagaimana alasan seseorang untuk berhenti bekerja, tentu ada alasan bagi seseorang saat memilih menjadi seorang working mom. Bagi saya dengan status sebagai seorang istri dan ibu, tentu memiliki beberapa kriteria dalam memilih pekerjaan antara lain :
Pekerjaan tersebut memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Pekerjaanku sebelumnya tentunya bisa dikategorikan pekerjaan yang memberikan kemanfaatan bagi orang banyak, tidak bisa diragukan begitu besar sumbangsih migas terhadap APBN yang tentunya berkontribusi besar bagi hajat hidup orang banyak. Namun terkadang nuraniku bertanya seberapa besar kemanfaatanku untuk orang lain. Seberapa besar kontribusi yang dihasilkan dari pekerjaanku, apakah benar untuk rakyat dan bukan untuk sekelompok orang? Saya merupakan tipe pembelajar visual dan kinestetik sehingga membutuhkan bukti kebermanfaatan secara visual dan sayangnya hal tersebut tidak cukup banyak diperoleh dari pekerjaan sebelumnya
Pekerjaan bersifat analytical dan tidak monoton. Basically, saya tidak menyukai pekerjaan yang monoton dan bersifat administratif dan cenderung menyukai tantangan. Mungkin itu yang mendasari mengapa selepas lulus kuliah saya malah memilih merantau ke Jakarta, memilih menjadi auditor Kantor Akuntan Publik, alih – alih mendaftar bank atau PNS di bandung seperti saran papa dan mama. Selama bekerja di SKK Migas, bisa dibilang pekerjaannya cukup menantang. Namun qadarullah beberapa tahun belakangan saya dimutasi ke tempat yang lebih bersifat administrasi. Ikhtiar sudah dilakukan untuk mutasi ke tempat yang lebih sesuai namun belum berhasil. Dan akhirnya ternyata Allah SWT memindahkan ke tempat yang sebaik- baiknya bagi seorang wanita. Masya Allah
Pekerjaan yang dilakukan memberikan kebahagiaan dan kepuasan. Mungkin ini alasan yang sangat subyektif. Namun tidak dapat dipungkiri saat bekerja tidak dengan hati, maka rasa tersiksanya luar biasa.
Pekerjaan tersebut memberikan kebaikan yang lebih besar bagi keluarga. Ini merupakan alasan terbesar yang menguatkan keputusan pengunduran diri ini. Memang, banyak kebaikan yang diperoleh dengan keputusan saya bekerja selama belasan tahun. Contohnya unlimited medical untuk seluruh keluarga yang tentunya sangat membantu terutama karena suami yang merupakan seorang wiraswasta. Penghasilan saya yang cukup besar juga menjadi penyeimbang dari penghasilan suami yang fluktuatif. Dan insya Allah banyak kebaikan – kebaikan lain yang dapat dilakukan dengan mengunakan titipan harta dari Allah SWT melalui rezeki bekerja di SKK Migas. Namun dibalik semuanya, tidak dipungkiri ada kemudharatan dibalik segala kebaikannya. Belasan tahun saya terpaksa menitipkan anak pada orangtua, mertua dan orang kepercayaan. Walau kantor juga cukup fleksibel yang memberikan kemudahan cuti saat diperlukan, lembur dirumah as long as kerjaan kelar dll, namun bukan hal yang mudah bagi seorang ibu bekerja untuk dapat memberikan segala hak anak ditengah tuntutan pekerjaan. Perjalanan dinas yang sulit dihindari, meski belakangan begitu banyak privillege dari atasan sehingga saya dapat menghindari perjalanan dinas yang menggunakan pesawat dan tidak dapat membawa pasukan. Privillege yang di sisi lain menimbulkan ketidaknyamanan bagi saya karena terkesan kurang profesional. Belum lagi sebenarnya ada marwah suami yang selama ini terabaikan, rasa cemburu suami melihat istrinya terpaksa berkhalwat di tempat kerja, yang terpaksa harus ditekan karena suami menginginkan kebahagiaan istrinya yang memang senang untuk berkarya. Bertahun rasa galau saya adukan kepada Allah SWT, meminta diberikan petunjuk yang terbaik untuk keluarga kami. Dan masya Allah, petunjuk tersebut ditunjukkan dengan kehamilan dan kelahiran anak ketiga kami yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Dan setelah itu proses menuju persetujuan pengunduran diri begitu mulus, tidak seperti proses pengajuan pengunduran diri tujuh tahun yang lalu.
Terlepas dari berbagai alasan yang melatarinya, keputusan yang diambil ini merupakan ikhtiar bagi kami untuk mencari keberkahan dunia dan akhirat. Tentunya ada hal – hal yang harus dikorbankan seiring keputusan pengunduran diri ini, namun insya Allah akan diganti dengan hal lain yang lebih baik untuk kami sekeluarga.
Terkadang, ada teman atau kolega yang bertanya, apa saya tidak bosan di rumah saja mengingat mereka sudah kenal bagaimana sepak terjang saya yang tidak bisa diam sejak jaman kuliah ^_^. Alhamdulillah saat ini Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu secara online. Keterbatasan saya yang tidak dapat meninggalkan bayi yang masih menyusui membuat saya sangat selektif dalam memilih kegiatan dan insya Allah aktifitas saat ini cukup untuk mengisi kebutuhan saya untuk tetap berkarya dengan tidak mendzalimi hak suami dan anak – anak.
Semoga Allah SWT meridhoi ,meluruskan niat baik dan memudahkan segala ikhtiar kami.
Subhanallah, sudah lama sekali tidak menulis di blog ini. Ada banyak alasan yang melandasi dan salah satunya topik yang akan kita bahas kali ini yaitu hamil di usia yang tidak muda lagi.
alhamdulillah di tahun 2022 – 2023, Allah SWT memberikan rezeki anak ketiga untuk keluarga kami. Terus terang kami tidak ada persiapan untuk hal ini. Memang awal tahun, aku baru saja buka IUD setelah 6 tahun pasang (sampai dimarahin dokter karena seharusnya maksimal 5 tahun waktu expirednya IUD). Sempat ingin langsung pasang lagi namun urung karena berpikir umur sudah tidak muda lagi, insya Allah tidak subur lagi. Dan ternyata Masya Allah dengan kekuasaan Allah SWT dua bulan kemudian ternyata aku hamil.
Bagaimana rasanya?? Masya Allah speachless sekali rasanya. Kehamilan terberat dibanding kakak- kakaknya. Hyper emesis yang muntah sampai 30 kali dalam sehari, berbagai penyakit bermunculan tanpa henti, sampai oleh dokter direkomendasikan work from home selama kehamilan dan alhamdulillah diperbolehkan oleh atasan. Memang tidak full WFH, ada sekali- sekali masuk namun terus terang sangat membantu meringankan kesulitan yang dialami selama hamil. Apalagi workload kerjaan juga sedang tinggi yang kalau dipaksakan harus bekerja dari kantor, bisa – bisa aku disuruh bed rest full oleh dokter.
Ada banyak ujian selama kehamilan ketiga ini. Namun yang paling tidak terlupa adalah ujian menjelang kelahiran. Saat itu usia kehamilanku sudah menginjak 36 minggu dan sudah menyiapkan untuk cuti di usia kehamilan 37 minggu mengingat history kelahiran kakak- kakanya pada minggu ke 37. Qadarullah , saat sedang sibuk- sibuknya menyelesaikan kerjaan sebelum ditinggal cuti, Kakak Kiya tiba- tiba sakit demam tinggi sampai muntah- muntah. Diobservasi satu malam akhirnya dibawa ke IGD karena kondisinya sudah lemas tidak dapat makan apapun. Saat kakaknya sakit, abang khaleev demam juga hingga 41 derajat. Akhirnya mereka berdua direkomendasikan untuk rawat inap oleh dokter IGD.
Permasalahan berikutnya adalah siapakah yang menjaga anak – anak di RS mengingat aku sedang hamil besar, papa mama direncanakan ke Jakarta baru pekan depan saat jadwal lahiran. Kami juga tidak memiliki pembantu menginap sehingga kalau suami menginap di RS dan aku tidur sendirian di rumah akan agak rawan mengingat usia kandungan yang sudah tua. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya dipilih opsi tersebut karena akan lebih tidak nyaman bagiku bila tidur di sofa penunggu di Rumah Sakit. Anak – anak mulai di rawat di Rumah Sakit pada senin malam menjelang selasa dini hari. Di hari Rabu setelah beberapa hari bolak balik RS – Rumah, aku mulai merasakan kontraksi yang teratur dan semakin menyakitkan. Namun aku berusaha terus memberikan affirmasi positif bahwa aku akan melahirkan setelah anak – anak sembuh dan pulang dari Rumah Sakit. Sebagai informasi, RS tempat anakku dirawat berbeda dengan Rumah Sakit tempat biasa aku kontrol kehamilan. Pada hari kamis, sakitnya semakin kuat dan alhamdulillah dokter anak memperbolehkan kedua anakku pulang karena kondisinya sudah membaik. Pada hari itu juga, kedua orang tuaku tiba di Jakarta, mempercepat waktu kedatangannya karena melihat kondisi kami yang membutuhkan bantuan.
Di hari Jumat pagi, karena aku sudah mulai cuti yang dipercepat karena kondisi anak- anak, aku memutuskan untuk potong rambut di salon, merapikan rambut sebelum nantinya akan sibuk dengan kehadiran bayi baru. Jam 12 siang sepulang dari salon, kontraksi sudah kuat sekali dan tidak tertahankan. Begitu suami tiba di Rumah jam 4 sore , kami langsung menuju ke Rumah Sakit. Mengingat dua kehamilan sebelumnya aku caesar yang salah satu alasannya karena luka jahit tipis sehingga tidak memungkinkan untuk VBAC, dokter langsung menjadwalkan operasi di Jam 8 Malam. Seperti kehamilan sebelumnya, aku sempat nawar agar operasi dilakukan esok harinya, namun karena ini kehamilan ketiga dan usiaku sudah menginjak 4o tahun, maka tidak diperbolehkan oleh dokter karena risikonya sangat besar.
Alhamdulillah, anak ketiga kami, Syarifah Kanaya Batrisya lahir pukul 20.37 WIB dalam keadaan sehat dengan BB 3,375 Kg dan Panjang 48cm. Apakah setelah melahirkan cobaan untuk ibunya yang sudah tidak muda lagi berakhir? ternayata tidak saudara- saudara hehehe… Pasca lahiran, aku masih mendapatkan ujian kesehatan yang tidak aku rasakan di dua kehamilan sebelumnya. Pasca lahiran adik Kanaya, selama 2 minggu badanku bengkak, migran parah, aku juga mengalami sakit pinggang yang luar biasa hebat sehingga harus therapy. La haula wala quwata illa billah
New Born
Segala nikmat dan ujian datang dari Allah SWT. Namun kalau manusia bisa berikhtiar, mungkin ada baiknya buat ibu – ibu yang masih mau hamil, sebaiknya sebelum usia 40 tahun. Karena semakin bertambah usia kita, tidak bisa dipungkiri kalau kesehatan fisik kita cenderung menurun.
Kami menutup tahun 2021 dengan mengkhitan bocah 5 tahun (Said Haqqani Haqqani Khaleev). Apabila refleksi setahun ke belakang, sebenarnya aga “mustahil” khaleev mau di khitan di tahun 2021. Bisa dibilang khaleev memiliki sifat yang deep thinking menjurus overthinking sehingga sangat memikirkan apa yang akan terjadi pasca khitan. Seperti sakitnya akan seperti apa, darahnya seberapa banyak, sembuhnya berapa lama dan ketakutan lainnya. Sebagai informasi sejak kecil khaleev juga memiliki ketakutan berlebih terhadap darah. Hal itulah yang membuat kami tidak menargetkan ia untuk khitan sebelum SD.
Namun ternyata dengan motivasi konsisten dari kami dan gurunya di Bait Qurany, justru akhirnya malah khaleev yang minta untuk dikhitan. Ia minta di khitan agar bisa menjadi imam sholat ummi nya (terharu dot com). Dan bahkan sangking semangatnya untuk dikhitan, belakangan dia tidak mau lagi dimandikan karena malu sudah mau khitan 🤣
Namun karena kesibukan akhir tahun yang cukup padat, kami belum menemukan jadwal yang tepat untuk mengkhitan Khaleev. Dan akhirnya karena ditagih terus oleh anaknya, maka kami memutuskan untuk mengkhitan khaleev di hari Jumat 31 desember 2021. Sesuai request anaknya yang ingin di khitan di tempat yang ada robotnya dan no blood, maka kami memutuskan khitan di sunat.safubot dengan dr. awang.
Alasan kami memilihkan sunat di Safubot, alih alih di dokter bedah di Rumah Sakit dengan 2 alasan :
Safubot menjanjikan bahwa tidak ada darah baik dalam proses khitan maupun pasca khitan
Khaleev tertarik dengan video dan suasana tempat khitannya yang bernuansa robot. Karena itulah kami berusaha memilihkan suasana yang mendukung sehingga ia berani dan bahagia untuk di khitan.
Pada hari Jumat, 31 Desember 2021 Khaleev kebagian jadwal khitan pukul 09.00 Win di Safubot cabang BSD. Pada awalnya kami menjadwalkan untuk khitan di Safubot Bintaro pukul 09.00 WIB namun qadarullah dokternya berhalangan mendadak sehingga diputuskan kami pindah ke Safubot BSD di waktu yang sama.
Foto Saat Baru tiba di Safubot BSDWajahnya sih sedikit takut
Pada saat kami tiba di Safubot, ternyata sudah ramai orang. Kami sedikit kaget, karena apabila berdasarkan jadwal maka seharusnya tidak perlu seramai itu. Setiap orang memiliki jadwal operasi yang berbeda- beda. Namun ternyata penyebabnya akibat ada sedikit keterlambatan pelaksanaan operasi sehingga jadwal operasi setiap anak mundur. Dan karena jadwalnya sangat penuh sehingga keterlambatan sedikit saja berdampak pada penumpukan orang di ruang tunggu.
Khaleev masuk ruang sekitar pukul 09.30 wib. Pelaksanaan operasi berada di Lantai 3 Ruko. Di dalam ruangan terdapat satu tempat tidur, beberapa kursi dan gambar gambar robot di dindingnya. Interiornya cukup membuat anak senang.
Sebelum pelaksanaan operasi, Dr anwar menjelaskan prosedur operasi, kemudian dibantu perawatnya menjelaskan perawatan pasca operasi.
Sebelum dioperasi, khaleev disuntik bius terlebih dahulu. Ini sepertinya fase paling menyakitkan pada proses khitan. Ia menangis keras karena kesakitan, terlihat sedikit darah dari tempat suntik. Setelah menunggu reaksi obat bius bekerja selama sekitar 10 menit, baru khitan dilakukan. Operasinya juga tidak lama hanya 10-15 menit. Alhamdulillah saat operasi, khaleev sangat tenang. Ia menonton film tanpa penolakan berarti sehingga proses khitan berlangsung lancar dan cepat.
Setelah khitan yang memang terbukti tanpa darah, khaleev dipasangkan celana khitan yang memiliki batok didepan celana tersebut. Dan ia bisa berjalan sendiri sampai ke mobil
Saat pulang, kami dibawakan obat penahan sakit, spray pembersih luka, betadine, kassa, sertifikat kelulusan khitan dan boneka safubot. Boneka safubot ini merupakan salah satu yang menyebabkan khaleev mau dikhitan di safubot ^_^
Kalau ditanya apakah saat paling berat saat anak khitan? Maka jawabannya adalah saat reaksi pain killernya sudah habis dan saat pertama kali ke kamar mandi. Khaleev sudah mulai merasakan sakit sekitar 2/3 jam pasca operasi. Dan saat itu dia merasa ingin buang air kecil. Jujur, rasanya saat itu emaknya ingin nangis saat dia mulai nangis kesakitan. Kalau boleh dituker, mending emaknya yang kesakitan deh.
Luka khitan khaleev mulai mengering di hari ke 3 dan mulai boleh kena air di hari kelima. Dan alhamdulillah mengering sempurna di hari ke 20. Dan saat ini ia sudah beraktifitas normal seperti biasa kembali.
Alhamdulillah, semoga Allah SWT meridhoi ikhtiar kami dalam menjalankan syariat Nya.
Pada awal tahun 2021, saya merencanakan untuk mendapatkan Certified Financial Planner (CFP). Sebenarnya keinginan ini sudah ada sejak 4-5 tahun yang lalu namun karena pertimbangan satu dan lain hal, baru dapat terlaksana di tahun 2021.
Saya mengikuti CFP Class Online Course yang diadakan oleh Institute Financial Planning Indonesia (IFPI) pada tanggal 28 – 30 Juni 2021 dan 12-16 Juli 2021. Training ini bersifat fast track yang hanya dilaksanakan selama 9 hari. Perlu diketahui bahwa training CFP ini diselenggarakan oleh lembaga- lembaga yang telah disetujui oleh Financial Planning Standard Board Indonesia (FPSB Indonesia). Jadi berbeda dengan CFE yang training persiapannya hanya diadakan oleh ACFE ataupun CPA yang trainingnya diadakan oleh IAPI. Hal ini tentunya lebih memberi keleluasaan untuk memilih lembaga yang menyelenggarakan pelatihan tersebut.
Pertanyaannya adalah mengapa saya memilih training yang diadakan oleh IFPI rather than oleh penyelenggara lain? Training persiapan CFP ini biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, bahkan ada lembaga yang menyelenggarakan pelatihan selama 3 bulan setiap weekend. Karena saya merupakan tipe self learning yang lebih menyukai untuk membedah soal sendiri serta hari sabtu juga sudah full dengan jadwal kuliah, maka saya memilih training fast track yang dilaksanakan oleh IFPI.
CFP Online Course yang diselenggarakan IFPI ini dibagi menjadi 2 tahap :
Tanggal 28 – 30 Juni : Membahas Modul 1 (Konsep Perencanaan Keuangan) dan Modul 3 (Manajemen Risiko dan Asuransi)
Tanggal 12 -16 Juli 2021 : Membahas Modul 2 (Perencanaan Investasi) dan Modul 4 (Retirement Tax Estate Planning)
Karena waktu yang sangat singkat, bisa dibilang waktu pelatihan cukup padat. Sehingga untuk lebih memahami, peserta harus banyak belajar sendiri. Dan alhamdulillah, trainer yang terdiri dari praktisi profesional sangat helpful dan bersedia untuk diganggu kapan saja apabila ada yang perlu didiskusikan terkait materi.
Setelah mengikuti pelatihan, pihak IFPI kemudian mendaftarkan peserta pelatihan untuk mengikuti ujian secara kolektif. Adapun saya dan teman- teman peserta pelatihan mendapatkan jadwal pada hari Sabtu (07 Agustus 2021) dan Minggu (08 Agustus 2021) dengan detail pelaksanaan :
Adapun untuk mengikuti ujian, setiap peserta diwajibkan mempersiapkan:
Kalkulator yang digunakan untuk menghitung soal
Laptop/ Komputer : Untuk mengerjakan soal yang ada dalam website FPSB
Ponsel beserta tripod : Peserta wajib mengakses zoom pada saat ujian melalui ponsel yang diarahkan ke laptop dan wajah peserta. Tujuannya adalah memastikan peserta tidak melihat catatan saat mengerjakan soal.
Apabila ditanya bagaimana tingkat kesukaran soalnya? Maka berdasarkan pendapat pribadi, dari skala 1-10, saya akan menjawab berada di level 9. Jadi bila dibandingkan tingkat kesukaran CFE yang berada di level 10 dan CPA yang berada di level 8, maka CFP berada ditengah- tengah. Tapi perlu ditekankan, ini merupakan pendapat seorang auditor dan akuntan yang jarang bersentuhan dengan produk keuangan seperti asuransi, obligasi, saham dan lainnya. Sehingga wajar sekali bila saya menganggap soalnya lebih susah dari soal CPA yang materinya merupakan hal yang sudah sangat saya pahami.
Namun berita baiknya, untuk persentase kelulusan CFP relatif lebih besar dari Ujian CA, CFE dan CPA. Karena kelulusan CFP didasarkan pada grading nilai peserta ujian, bukan berdasarkan passing grade minimum (score 75) seperti di CA, CFE dan CPA. Sehingga apabila pada periode tersebut tersebut nilai peserta ujian semuanya dibawah 75 maka masih bisa lulus disebabkan kelulusan berdasarkan distribusi normal.
Pada tanggal 18 Agustus 2021, hasil ujian diumumkan dan alhamdulillah saya lulus dalam keempat ujian yang ada. Sehingga saya berhak menyandang gelar CFP.
Semenjak pandemic corona hadir, aku menjadi rajin untuk mencari tanaman herbal ataupun rempah yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu rempah yang berhasil kutemukan dari penelusuran adalah Sumac. Sumac yang merupakan rempah yang biasa tumbuh di negara dengan iklim subtropis seperti Afrika, Amerika Utara, dan Asia Timur, diyakini memiliki banyak keunggulan antara lain :
Melawan bakteri yang menyerang tubuh
Memerangi sel jahat atau radikal bebas
Mengatasi problematika wanita
Mengobati infeksi urin
Mencegah terjadinya kanker
Rempah sumac ini paling banyak direkomendasikan sebagai bahan dasar membuat makanan yang spicy. Karena itulah aku semakin semangat mencari resep makanan yang dapat menggunakan rempah ini namun cocok dengan selera keluarga. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membuat ayam al baik. Selain karena sumac bisa dijadikan bahan untuk membuat makanan ini, namun karena kami juga rindu makan ayam yang identic dengan kota suci umat islam tersebut. Dengan membuat masakan ini juga berharap dapat sedikit mengobati kerinduan kami untuk mengunjungi rumah Allah SWT.
Setelah browsing resep dan menguji berbagai resep, akhirnya menemukan resep yang paling pas di lidah suami dan anak anak
Ayam Al Baik
Bahan :
2 ekor ayam
plain yoghurt/ susu cair
4 sdm bumbu kabsah (bisa bikin atau beli jadi)
2 sdm sumac
1/2 sdm bubuk cabai (ini takaran untuk anak, kalau untuk suami dan aku biasanya aku kasih 1 sdm bubuk cabai)
1 sdt bubuk jahe
1 sdm bubuk bawang putih
1 sdt bubuk kayu manis
1 sdt garam masala
Terigu dan maizena secukupnya (perbandingan 1:1)
1 butir telur
garam secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Langkah pembuatan :
1.Siapkan bumbu no 3-9, campurkan menjadi satu
2. Bagi bumbu tersebut menjadi 2 bagian, sisihkan salah satu bagiannya dan simpan kedalam kulkas.
3. Campurkan yoghurt atau susu cair pada 1/2 bagian yang tersisa. Biasanya aku mencampurkan susu lebih banyak untuk bagian dalam ayam
4. Robek atau tusuk ayam dan isi dengan campuran bumbu yang cair. Lumurin bagian luar dengan bumbu sisanya. Untuk keluargaku, aku biasanya membagi dua adonan yang tidak begitu pedas untuk anak dan yang pedas untuk anggota keluarga yang besar.
5. Masukkan ayam yang telah dibumbui kedalam plastik, simpan di kulkas dan diamkan 1 malam.
6. Setelah 1 malam, campurkan bumbu yang telah disisihkan hari sebelumnya dengan campuran tepung terigu dan maizena. Tambahkan sedikit garam. Untuk rasa yang lebih pedas, dapat ditambahkan sedikit bubuk cabai
7. Diamkan ayam yang telah dibaluri tepung selama kurang lebih 15 menit
8. Goreng dalam minyak selama kurang lebih 15 menit. Sebaiknya sejak awal menggunakan api kecil sehingga ayamnya matang sampai ke dalam.
9. Ayam Al Baik siap dinikmati
So far, keluargaku suka sekali dengan masakan ini. Dan aku pun suka sekali menyajikannya karena mengandung bumbu yang sehat. Sehingga bisa dibilang hampir setiap minggu atau setidaknya 2 minggu sekali aku menyajikan makanan ini.
Dahulu saat belum mendalami tentang ekonomi syariah, saya kerap kali bertanya – tanya apa sebenarnya perbedaan mendasar antara ekonomi syariah atau dikenal juga dengan ekonomi islam dibandingkan dengan ekonomi konvensional yang saya kenal sejak duduk dibangku kuliah atau sekitar 21 tahun yang lalu.
Secara prinsip, ekonomi konvensional menyatakan bahwa ekonomi sebagai ilmu yang mempelajari kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas. Sedangkan ekonomi islam menyatakan bahwa kebutuhan (need) terbatas dengan sumber daya yang tidak terbatas, yang tidak terbatas bukan kebutuhan tetapi keinginan.[1] Menurut ekonomi Syariah, Allah SWT menciptakan alam semesta bagi manusia yang tidak akan habis, karena di alam banyak potensi kekayaan yang belum sepenuhnya tergali oleh manusia.
Landasan hukum ekonomi Syariah adalah :
1. Al Quran
Betapa banyak Allah SWT menurunkan firmannya berkaitan dengan ilmu ekonomi. Misalnya berkaitan dengan pengelolaan harta (Qs.Al A’raaf ayat 128), dengan perdagangan ( Qs. Yunus ayat 67, Qs. An Nisa ayat 29), tentang Riba (Qs. Ali Imran ayat 130, Qs Al Baqarah ayat 278) dan masih banyak lagi lainnya yang apabila saya tuliskan dengan detail dan lengkap sudah merupakan karya tulis tersendiri.
2. As – Sunnah
As Sunnah bermakna teladan kehidupan rasulullah SAW[2]. Selama hidupnya, Rasulullah SAW telah banyak meninggalkan warisan ilmu bagi umatnya termasuk terkait ekonomi. Bebrapa contoh misalnya
Terkait harta
“ Sesungguhnya Allah tidak menyukai kalian menyia- nyiakan harta “ (HR. Bukhari)
Terkait usaha
“ Barang siapa yang membuka dirinya satu pintu meminta – minta (yakni membiasakan diri meminta – minta meski belum benar- benar terpaksa) niscaya Allah akan membukakan baginya tujuh puluh pintu kemiskinan (HR. Bukhari dan Muslim)
Terkait Riba
“Sesungguhnya riba itu bisa terjadi pada jual beli secara utang (kredit)” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Ijma’
Ijma yang merupakan sumber ketiga hukum islam, menurut istilah adalah kesepakatan para mujtahid memutuskan suatu masalah setelah Rasulullah SAW wafat terhadap hukum syari’ suatu peristiwa.[3]
4. Ijtihad/ Qiyas
Ijtihad adalah mencurahkan daya kemmapuan untuk menghasilkan hukum syara’ dari dalil secara terperinci yang bersifat operasional dengan cara istimbat.
Qiyas adalah mempersamakan peristiwa yang tidak terdapat nash hukumnya dengan peristiwa yang terdapat nash pada hukumnya.
Selain keempat hukum utama tersebut terdapat juga prinsip yang dijadikan acuan dalam ekonomi Syariah antara lain Urf (kebiasaan), Istihsan yang berarti menganggap baik terhadap sesuatu, Istishlah dan Istishab (Pelajaran yang diambil dari sahabat Rasulullah SAW).
Pada hakikatnya, seorang muslim melakukan aktifitas ekonomi dengan orang lain (bermuamalah) sebagai bagian dari perilaku untuk memenuhi tanggung jawabnya di hadapan Allah SWT. Dimana tujuan seorang muslim dalam melakukan kegiatan ekonomi tidak semata untuk tujuan komersial namun menempatkan tujuan peningkatan keimananan terhadap Allah SWT sebagai hal yang utama. Bahwa selain memastikan bahwa transaksi ekonomi yang dilakukan bebas dari Riba, Gharar, Maysir, Zalim, Dharar dan Haram namun juga berorientasi pada kemaslahatan manusia. Inilah factor pembeda yang nyata bila dibandingkan dengan ekonomi konvensional yang orientasinya sebagian besar adalah materi.
Belakangan ini, anak anak sedang senang- senangnya meminta membuat kue bersama. Mungkin melihat kondisi umminya yang weekendnya sedang lumayan kosong karena masih libur semester. Salah satu makanan yang simple dan sering dibuat baik pada saat weekday (di sela –sela jam bekerja) maupun saat weeked adalah Croffle.
Yap, Croffle makanan yang cukup viral dan harganya juga lumayan mahal untuk ukuran kue yang tidak begitu besar, belum lagi ditambah ongkos gosend. Jadi kebayang kan biaya yang lumayan dikeluarkan apabila rutin membeli croffle dari Dear Butter atau tempat lainnya (Maklum ya…emak2 ga mau rugi ^_^)
Setelah browsing sana sini, mencari resep yang simple dan enak, serta dengan beberapa percobaan, akhirnya emak rempong berhasil mendapatkan resep yang sangattt gampang dan enak. Bahkan kiya yang masih berusia 10 tahun saja bisa membuat sendiri croffle dengan resep ini.
CROFFLE
Bahan :
1. Danish Pastry Sheet (Jangan Puff Pastry yaaa, Karena kita akan membuat croffle yang merupakan croissant- waffle sehingga bahan dasarnya juga yang untuk membuat croissant)
2. Gula pasir
3. Bubuk kayu manis
4. Cetakan waffle (aku pakai yang dibakar dikompor)
Cara membuat :
1. Keluarkan pastry sheet dari freezer. Pada saat akan dibuat, pastry sheet dalam kondisi tidak beku (sesuai suhu kamar). Bagi 1 sheet menjadi 4 bagian (berbentuk segitiga), Lalu gulung potongan sheet tersebut
Kira kira begini penampakannya
2. Proofing pastry sheet yang telah digulung tersebut selama kurang lebih dua jam
Penampakan setelah diproofing
3. Campurkan gula dan kayu manis, lalu balurkan croffle
4. Panggang Croffle. Untuk jenis panggangan api, diperlukan sekitar 5 menit untuk memasaknya. Jangan lupa dibolak balik
Dan Croffle siap dinikmati ^_^
Nah gimanaaa…gampang bangettt kann. Ohya sebagai catatan, kalau mau crofflenya crunchy, jangan terlalu sebentar panggangnya ya. Kalau mau pakai toping, jangan terlalu banyak dibaur gula dan kayu manisnya, biar ga over sweat.
Untuk croffle ini bisa bertahan 2-3 hari di kulkas dan saat dipanaskan tetap terasa crunchy dan yummyy
Saya mengikuti Certified Risk Management Accountant (CRMA) Review Course yang merupakan pelatihan persiapan Ujian CRMA pada tanggal 19-23 Oktober 2020. Training yang dilaksanakan oleh Institute of Internal Auditors Indonesia (IIA Indonesia) secara online selama 5 hari tersebut memiliki tujuan untuk mempersiapkan peserta untuk menghadapi ujian.
Pada dasarnya untuk dapat memenuhi kualifikasi pemegang CRMA certificate ada beberapa persyaratan antara lain :
Memenuhi persyaratan administrasi seperti background pendidikan, pengalaman kerja ds
Lulus dalam ujian sertifikasi CRMA yang meliputi 4 pokok materi atau yang dikenal dengan 4 domain :
Organizational Governance Related to Risk Management
Principles of Risk Management Processes
Assurance Role of The Internal Auditor
Consulting Role of The Internal Auditor
Selain kedua persyaratan diatas yang sifatnya umum tersebut, IIA menerapkan ketentuan apabila peserta ujian CRMA lulus maka sertifikat CRMA tersebut akan dipegang dahulu oleh IIA dan baru diberikan apabila peserta ujian kemudian mengikuti ujian Certified Internal Auditor (CIA) 1 dan dinyatakan lulus.
Pada saat mengikuti training CRMA, saya harus sedikit mengubah pola pikir dari sudut pandang auditor eksternal menjadi auditor internal perusahaan. Terdapat beberapa perbedaan signifikan juga dalam pedoman auditnya misalnya jangka waktu seorang auditor harus rotasi dan beberapa view lainnya.
Training yang dilakukan dalam 5 hari tersebut membahas pendalaman materi yang akan diujiankan beserta contoh contoh soal. Setelah mengikuti pelatihan, saya kemudian berniat untuk mengikuti ujian CRMA. Berdasarkan informasi dari pihak IIA, bahwa ujian akan dilakukan melalui sistem namun pada saat saya akan mengajukan permohonan ujian, sistemnya sedang dalam masa perbaikan.
Akhirnya setelah memikirkan ulang dengan pertimbangan beberapa hal, saya membatalkan keinginan untuk mengikuti ujian CRMA. Hal ini tentu tidak terlepas dari pertimbangan tujuan mendapatkan gelar tersebut dan lainnya.
Setelah berbulan – bulan menelantarkan blog ini, aku sempat terpesona melihat tampilan writer box sudah berubah. Dan karena belum familiar sedikit menyulitkan saat menulis banyak (alasan).
Mohon maaf sebelumnya kalau aku sudah lama sekali tidak sempat menulis aktif di blog ini. Working From Home dan Distance learning ini benar- benar membuatku cukup kewalahan mengatur waktu, emosi dan mood menulis.
Kali ini, aku tidak bisa banyak menulis. Hanya ingin sedikit berbagi mengenai jadwal kegiatan selama sebulan kedepan. Semoga bisa dimengerti mengapa berbulan- bulan aku alpha menulis diberbagai platform, karena kegiatan bulan sebelumnya pun tidak kalah penuhnya.
Masya Allah disyukuri masih diberi kesibukan ^_^
Jadi mohon dimaafkan kalau dalam sebulan ke depan belum bisa berbagi resep, cerita novel, pengalaman ujian sertifikasi dan lainnya. Maaf bukan mencari pembenaran, hanya ingin dimengerti. Karena wanita hanya ingin dimengerti ^-^
But, I’ll do my best untuk kembali aktif menulis yaaa