Resign !!

Banyak hal terjadi pada saya dan keluarga di tahun 2023, termasuk salah satunya adalah keputusan untuk resign aka mengundurkan diri dari SKK Migas, perusahaan tempat saya mengabdi selama hampir 15 tahun.

What? Are you sure? Yakin? Ga sayang? kira- kira begitu tanggapan teman, saudara, tetangga, atau kenalan saat mendengar rencananya ataupun saat saya sudah officially resign. Tidak dapat dipungkiri, pesona SKK Migas sebagai lembaga yang berkiprah di dunia migas yang bergelimang materi baik dari sisi benefit pendapatan, kesehatan, ataupun hal lainnya, membuat banyak orang yang memimpikan pekerjaan saya. Dan saya pun tidak menampik bahwa bukanlah hal yang mudah bagi kami untuk sampai pada keputusan pengunduran diri ini. Butuh waktu sekitar 8 tahun hingga akhirnya dapat terealisasi.

Jika boleh refleksi ke belakang, sekitar tahun 2015 – 2016 sebenarnya sudah ada narasi resign dan bahkan surat pengunduran diri pun sudah diajukan. Namun disebabkan berbagai peristiwa akhirnya qadarullah tidak jadi. Allah SWT mungkin menakdirkan bahwa saat itu bukan saat terbaik untuk mengundurkan diri sehingga semua prosesnya seperti dipersulit. Berkebalikan dengan saat ini yang entah kenapa semuanya terasa dipermudah oleh Allah SWT

Saat banyak yang mempertanyaan alasan resign, dan kemudian jawabannya karena pertimbangan keluarga, tidak serta merta banyak yang langsung percaya. Biasanya akan timbul pertanyaan berikutnya, kok baru sekarang setelah anak ketiga? anak pertama dan kedua buktinya bisa aja. Memang kalau boleh jujur ada banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan pengunduran diri seorang working mom yang telah bekerja selama 18 tahun, dan sekarang memilih menjadi work at home mom.

Sebagaimana alasan seseorang untuk berhenti bekerja, tentu ada alasan bagi seseorang saat memilih menjadi seorang working mom. Bagi saya dengan status sebagai seorang istri dan ibu, tentu memiliki beberapa kriteria dalam memilih pekerjaan antara lain :

  1. Pekerjaan tersebut memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Pekerjaanku sebelumnya tentunya bisa dikategorikan pekerjaan yang memberikan kemanfaatan bagi orang banyak, tidak bisa diragukan begitu besar sumbangsih migas terhadap APBN yang tentunya berkontribusi besar bagi hajat hidup orang banyak. Namun terkadang nuraniku bertanya seberapa besar kemanfaatanku untuk orang lain. Seberapa besar kontribusi yang dihasilkan dari pekerjaanku, apakah benar untuk rakyat dan bukan untuk sekelompok orang? Saya merupakan tipe pembelajar visual dan kinestetik sehingga membutuhkan bukti kebermanfaatan secara visual dan sayangnya hal tersebut tidak cukup banyak diperoleh dari pekerjaan sebelumnya
  2. Pekerjaan bersifat analytical dan tidak monoton. Basically, saya tidak menyukai pekerjaan yang monoton dan bersifat administratif dan cenderung menyukai tantangan. Mungkin itu yang mendasari mengapa selepas lulus kuliah saya malah memilih merantau ke Jakarta, memilih menjadi auditor Kantor Akuntan Publik, alih – alih mendaftar bank atau PNS di bandung seperti saran papa dan mama. Selama bekerja di SKK Migas, bisa dibilang pekerjaannya cukup menantang. Namun qadarullah beberapa tahun belakangan saya dimutasi ke tempat yang lebih bersifat administrasi. Ikhtiar sudah dilakukan untuk mutasi ke tempat yang lebih sesuai namun belum berhasil. Dan akhirnya ternyata Allah SWT memindahkan ke tempat yang sebaik- baiknya bagi seorang wanita. Masya Allah
  3. Pekerjaan yang dilakukan memberikan kebahagiaan dan kepuasan. Mungkin ini alasan yang sangat subyektif. Namun tidak dapat dipungkiri saat bekerja tidak dengan hati, maka rasa tersiksanya luar biasa.
  4. Pekerjaan tersebut memberikan kebaikan yang lebih besar bagi keluarga. Ini merupakan alasan terbesar yang menguatkan keputusan pengunduran diri ini. Memang, banyak kebaikan yang diperoleh dengan keputusan saya bekerja selama belasan tahun. Contohnya unlimited medical untuk seluruh keluarga yang tentunya sangat membantu terutama karena suami yang merupakan seorang wiraswasta. Penghasilan saya yang cukup besar juga menjadi penyeimbang dari penghasilan suami yang fluktuatif. Dan insya Allah banyak kebaikan – kebaikan lain yang dapat dilakukan dengan mengunakan titipan harta dari Allah SWT melalui rezeki bekerja di SKK Migas. Namun dibalik semuanya, tidak dipungkiri ada kemudharatan dibalik segala kebaikannya. Belasan tahun saya terpaksa menitipkan anak pada orangtua, mertua dan orang kepercayaan. Walau kantor juga cukup fleksibel yang memberikan kemudahan cuti saat diperlukan, lembur dirumah as long as kerjaan kelar dll, namun bukan hal yang mudah bagi seorang ibu bekerja untuk dapat memberikan segala hak anak ditengah tuntutan pekerjaan. Perjalanan dinas yang sulit dihindari, meski belakangan begitu banyak privillege dari atasan sehingga saya dapat menghindari perjalanan dinas yang menggunakan pesawat dan tidak dapat membawa pasukan. Privillege yang di sisi lain menimbulkan ketidaknyamanan bagi saya karena terkesan kurang profesional. Belum lagi sebenarnya ada marwah suami yang selama ini terabaikan, rasa cemburu suami melihat istrinya terpaksa berkhalwat di tempat kerja, yang terpaksa harus ditekan karena suami menginginkan kebahagiaan istrinya yang memang senang untuk berkarya. Bertahun rasa galau saya adukan kepada Allah SWT, meminta diberikan petunjuk yang terbaik untuk keluarga kami. Dan masya Allah, petunjuk tersebut ditunjukkan dengan kehamilan dan kelahiran anak ketiga kami yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Dan setelah itu proses menuju persetujuan pengunduran diri begitu mulus, tidak seperti proses pengajuan pengunduran diri tujuh tahun yang lalu.

Terlepas dari berbagai alasan yang melatarinya, keputusan yang diambil ini merupakan ikhtiar bagi kami untuk mencari keberkahan dunia dan akhirat. Tentunya ada hal – hal yang harus dikorbankan seiring keputusan pengunduran diri ini, namun insya Allah akan diganti dengan hal lain yang lebih baik untuk kami sekeluarga.

Terkadang, ada teman atau kolega yang bertanya, apa saya tidak bosan di rumah saja mengingat mereka sudah kenal bagaimana sepak terjang saya yang tidak bisa diam sejak jaman kuliah ^_^. Alhamdulillah saat ini Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu secara online. Keterbatasan saya yang tidak dapat meninggalkan bayi yang masih menyusui membuat saya sangat selektif dalam memilih kegiatan dan insya Allah aktifitas saat ini cukup untuk mengisi kebutuhan saya untuk tetap berkarya dengan tidak mendzalimi hak suami dan anak – anak.

Semoga Allah SWT meridhoi ,meluruskan niat baik dan memudahkan segala ikhtiar kami.

Bismillahirrohmannirohim

Kisah Hamil di Usia 40 tahun

Subhanallah, sudah lama sekali tidak menulis di blog ini. Ada banyak alasan yang melandasi dan salah satunya topik yang akan kita bahas kali ini yaitu hamil di usia yang tidak muda lagi.

alhamdulillah di tahun 2022 – 2023, Allah SWT memberikan rezeki anak ketiga untuk keluarga kami. Terus terang kami tidak ada persiapan untuk hal ini. Memang awal tahun, aku baru saja buka IUD setelah 6 tahun pasang (sampai dimarahin dokter karena seharusnya maksimal 5 tahun waktu expirednya IUD). Sempat ingin langsung pasang lagi namun urung karena berpikir umur sudah tidak muda lagi, insya Allah tidak subur lagi. Dan ternyata Masya Allah dengan kekuasaan Allah SWT dua bulan kemudian ternyata aku hamil.

Bagaimana rasanya?? Masya Allah speachless sekali rasanya. Kehamilan terberat dibanding kakak- kakaknya. Hyper emesis yang muntah sampai 30 kali dalam sehari, berbagai penyakit bermunculan tanpa henti, sampai oleh dokter direkomendasikan work from home selama kehamilan dan alhamdulillah diperbolehkan oleh atasan. Memang tidak full WFH, ada sekali- sekali masuk namun terus terang sangat membantu meringankan kesulitan yang dialami selama hamil. Apalagi workload kerjaan juga sedang tinggi yang kalau dipaksakan harus bekerja dari kantor, bisa – bisa aku disuruh bed rest full oleh dokter.

Ada banyak ujian selama kehamilan ketiga ini. Namun yang paling tidak terlupa adalah ujian menjelang kelahiran. Saat itu usia kehamilanku sudah menginjak 36 minggu dan sudah menyiapkan untuk cuti di usia kehamilan 37 minggu mengingat history kelahiran kakak- kakanya pada minggu ke 37. Qadarullah , saat sedang sibuk- sibuknya menyelesaikan kerjaan sebelum ditinggal cuti, Kakak Kiya tiba- tiba sakit demam tinggi sampai muntah- muntah. Diobservasi satu malam akhirnya dibawa ke IGD karena kondisinya sudah lemas tidak dapat makan apapun. Saat kakaknya sakit, abang khaleev demam juga hingga 41 derajat. Akhirnya mereka berdua direkomendasikan untuk rawat inap oleh dokter IGD.

Permasalahan berikutnya adalah siapakah yang menjaga anak – anak di RS mengingat aku sedang hamil besar, papa mama direncanakan ke Jakarta baru pekan depan saat jadwal lahiran. Kami juga tidak memiliki pembantu menginap sehingga kalau suami menginap di RS dan aku tidur sendirian di rumah akan agak rawan mengingat usia kandungan yang sudah tua. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya dipilih opsi tersebut karena akan lebih tidak nyaman bagiku bila tidur di sofa penunggu di Rumah Sakit. Anak – anak mulai di rawat di Rumah Sakit pada senin malam menjelang selasa dini hari. Di hari Rabu setelah beberapa hari bolak balik RS – Rumah, aku mulai merasakan kontraksi yang teratur dan semakin menyakitkan. Namun aku berusaha terus memberikan affirmasi positif bahwa aku akan melahirkan setelah anak – anak sembuh dan pulang dari Rumah Sakit. Sebagai informasi, RS tempat anakku dirawat berbeda dengan Rumah Sakit tempat biasa aku kontrol kehamilan. Pada hari kamis, sakitnya semakin kuat dan alhamdulillah dokter anak memperbolehkan kedua anakku pulang karena kondisinya sudah membaik. Pada hari itu juga, kedua orang tuaku tiba di Jakarta, mempercepat waktu kedatangannya karena melihat kondisi kami yang membutuhkan bantuan.

Di hari Jumat pagi, karena aku sudah mulai cuti yang dipercepat karena kondisi anak- anak, aku memutuskan untuk potong rambut di salon, merapikan rambut sebelum nantinya akan sibuk dengan kehadiran bayi baru. Jam 12 siang sepulang dari salon, kontraksi sudah kuat sekali dan tidak tertahankan. Begitu suami tiba di Rumah jam 4 sore , kami langsung menuju ke Rumah Sakit. Mengingat dua kehamilan sebelumnya aku caesar yang salah satu alasannya karena luka jahit tipis sehingga tidak memungkinkan untuk VBAC, dokter langsung menjadwalkan operasi di Jam 8 Malam. Seperti kehamilan sebelumnya, aku sempat nawar agar operasi dilakukan esok harinya, namun karena ini kehamilan ketiga dan usiaku sudah menginjak 4o tahun, maka tidak diperbolehkan oleh dokter karena risikonya sangat besar.

Alhamdulillah, anak ketiga kami, Syarifah Kanaya Batrisya lahir pukul 20.37 WIB dalam keadaan sehat dengan BB 3,375 Kg dan Panjang 48cm. Apakah setelah melahirkan cobaan untuk ibunya yang sudah tidak muda lagi berakhir? ternayata tidak saudara- saudara hehehe… Pasca lahiran, aku masih mendapatkan ujian kesehatan yang tidak aku rasakan di dua kehamilan sebelumnya. Pasca lahiran adik Kanaya, selama 2 minggu badanku bengkak, migran parah, aku juga mengalami sakit pinggang yang luar biasa hebat sehingga harus therapy. La haula wala quwata illa billah

New Born

Segala nikmat dan ujian datang dari Allah SWT. Namun kalau manusia bisa berikhtiar, mungkin ada baiknya buat ibu – ibu yang masih mau hamil, sebaiknya sebelum usia 40 tahun. Karena semakin bertambah usia kita, tidak bisa dipungkiri kalau kesehatan fisik kita cenderung menurun.

Wallahualam bissowab

Alhamdulillah Adik Sudah Khitan

Kami menutup tahun 2021 dengan mengkhitan bocah 5 tahun (Said Haqqani Haqqani Khaleev). Apabila refleksi setahun ke belakang, sebenarnya aga “mustahil” khaleev mau di khitan di tahun 2021. Bisa dibilang khaleev memiliki sifat yang deep thinking menjurus overthinking sehingga sangat memikirkan apa yang akan terjadi pasca khitan. Seperti sakitnya akan seperti apa, darahnya seberapa banyak, sembuhnya berapa lama dan ketakutan lainnya. Sebagai informasi sejak kecil khaleev juga memiliki ketakutan berlebih terhadap darah. Hal itulah yang membuat kami tidak menargetkan ia untuk khitan sebelum SD.

Namun ternyata dengan motivasi konsisten dari kami dan gurunya di Bait Qurany, justru akhirnya malah khaleev yang minta untuk dikhitan. Ia minta di khitan agar bisa menjadi imam sholat ummi nya (terharu dot com). Dan bahkan sangking semangatnya untuk dikhitan, belakangan dia tidak mau lagi dimandikan karena malu sudah mau khitan 🤣

Namun karena kesibukan akhir tahun yang cukup padat, kami belum menemukan jadwal yang tepat untuk mengkhitan Khaleev. Dan akhirnya karena ditagih terus oleh anaknya, maka kami memutuskan untuk mengkhitan khaleev di hari Jumat 31 desember 2021. Sesuai request anaknya yang ingin di khitan di tempat yang ada robotnya dan no blood, maka kami memutuskan khitan di sunat.safubot dengan dr. awang.

Alasan kami memilihkan sunat di Safubot, alih alih di dokter bedah di Rumah Sakit dengan 2 alasan :

  1. Safubot menjanjikan bahwa tidak ada darah baik dalam proses khitan maupun pasca khitan
  2. Khaleev tertarik dengan video dan suasana tempat khitannya yang bernuansa robot. Karena itulah kami berusaha memilihkan suasana yang mendukung sehingga ia berani dan bahagia untuk di khitan.

Pada hari Jumat, 31 Desember 2021 Khaleev kebagian jadwal khitan pukul 09.00 Win di Safubot cabang BSD. Pada awalnya kami menjadwalkan untuk khitan di Safubot Bintaro pukul 09.00 WIB namun qadarullah dokternya berhalangan mendadak sehingga diputuskan kami pindah ke Safubot BSD di waktu yang sama.

Foto Saat Baru tiba di Safubot BSD
Wajahnya sih sedikit takut

Pada saat kami tiba di Safubot, ternyata sudah ramai orang. Kami sedikit kaget, karena apabila berdasarkan jadwal maka seharusnya tidak perlu seramai itu. Setiap orang memiliki jadwal operasi yang berbeda- beda. Namun ternyata penyebabnya akibat ada sedikit keterlambatan pelaksanaan operasi sehingga jadwal operasi setiap anak mundur. Dan karena jadwalnya sangat penuh sehingga keterlambatan sedikit saja berdampak pada penumpukan orang di ruang tunggu.

Khaleev masuk ruang sekitar pukul 09.30 wib. Pelaksanaan operasi berada di Lantai 3 Ruko. Di dalam ruangan terdapat satu tempat tidur, beberapa kursi dan gambar gambar robot di dindingnya. Interiornya cukup membuat anak senang.

Sebelum pelaksanaan operasi, Dr anwar menjelaskan prosedur operasi, kemudian dibantu perawatnya menjelaskan perawatan pasca operasi.

Sebelum dioperasi, khaleev disuntik bius terlebih dahulu. Ini sepertinya fase paling menyakitkan pada proses khitan. Ia menangis keras karena kesakitan, terlihat sedikit darah dari tempat suntik. Setelah menunggu reaksi obat bius bekerja selama sekitar 10 menit, baru khitan dilakukan. Operasinya juga tidak lama hanya 10-15 menit. Alhamdulillah saat operasi, khaleev sangat tenang. Ia menonton film tanpa penolakan berarti sehingga proses khitan berlangsung lancar dan cepat.

Setelah khitan yang memang terbukti tanpa darah, khaleev dipasangkan celana khitan yang memiliki batok didepan celana tersebut. Dan ia bisa berjalan sendiri sampai ke mobil

Saat pulang, kami dibawakan obat penahan sakit, spray pembersih luka, betadine, kassa, sertifikat kelulusan khitan dan boneka safubot. Boneka safubot ini merupakan salah satu yang menyebabkan khaleev mau dikhitan di safubot ^_^

Kalau ditanya apakah saat paling berat saat anak khitan? Maka jawabannya adalah saat reaksi pain killernya sudah habis dan saat pertama kali ke kamar mandi. Khaleev sudah mulai merasakan sakit sekitar 2/3 jam pasca operasi. Dan saat itu dia merasa ingin buang air kecil. Jujur, rasanya saat itu emaknya ingin nangis saat dia mulai nangis kesakitan. Kalau boleh dituker, mending emaknya yang kesakitan deh.

Luka khitan khaleev mulai mengering di hari ke 3 dan mulai boleh kena air di hari kelima. Dan alhamdulillah mengering sempurna di hari ke 20. Dan saat ini ia sudah beraktifitas normal seperti biasa kembali.

Alhamdulillah, semoga Allah SWT meridhoi ikhtiar kami dalam menjalankan syariat Nya.

Bocoran jadwal emak rempong

Assalamualaikum wr wb,

Setelah berbulan – bulan menelantarkan blog ini, aku sempat terpesona melihat tampilan writer box sudah berubah. Dan karena belum familiar sedikit menyulitkan saat menulis banyak (alasan).

Mohon maaf sebelumnya kalau aku sudah lama sekali tidak sempat menulis aktif di blog ini. Working From Home dan Distance learning ini benar- benar membuatku cukup kewalahan mengatur waktu, emosi dan mood menulis.

Kali ini, aku tidak bisa banyak menulis. Hanya ingin sedikit berbagi mengenai jadwal kegiatan selama sebulan kedepan. Semoga bisa dimengerti mengapa berbulan- bulan aku alpha menulis diberbagai platform, karena kegiatan bulan sebelumnya pun tidak kalah penuhnya.

Masya Allah disyukuri masih diberi kesibukan ^_^

Jadi mohon dimaafkan kalau dalam sebulan ke depan belum bisa berbagi resep, cerita novel, pengalaman ujian sertifikasi dan lainnya. Maaf bukan mencari pembenaran, hanya ingin dimengerti. Karena wanita hanya ingin dimengerti ^-^

But, I’ll do my best untuk kembali aktif menulis yaaa

with Love,

Rilia

Saat Corona Menyapa

Setelah berbulan- bulan mati suri, alhamdulillah akhirnya aku bisa kembali megupdate blog ini. Bisa dibilang bukan cuma blog ini yang lama ga ditengok, tapi IG, wattpad dan ketix pun lama terabaikan. Alasannya karena dari awal tahun aku diberikan berbagai ujian oleh Allah Swt. Dimulai dari asisten yang keduanya mendadak pulang kampung, perjuangan mendapatkan prt yang cocok, si kecil yang tidak mau ditinggal ibunya pasca pengasuhnya pulang, Mama yang sakit, operasi hingga pasca operasi.

Dan kisah pun berlanjut setelah itu. Belum lama dari mama operasi, Pak Jokowi mengumumkan kalau di indonesia sudah ada yang positif corona. Kali ini aku ingin sedikit membahas tentang Corona. Bukan dari perspektif kesehatan tentunya, karena aku tidak punya kapasitas untuk itu. Ataupun sudut pandang bidang lainnya, karena aku bukanlah ahli di suatu bidang. Aku hanya ingin membahas dari sudut pandang orang biasa. Sudut pandang seorang ibu yang bahagianya sesederhana melihat keluarganya aman dan nyaman.

Corona mulai familiar ditelingaku pada akhir Desember 2019 dan semakin santer sesudahnya. Berita tentang ganasnya virus tersebut, jumlah korban yang sangat banyak, tingkah para warga untuk melindungi dirinya terlihat cukup mencengangkan dan menakutkan. Melihat foto korban meninggal, bahkan ada satu keluarga yang meninggal dan semua jasadnya dimasukkan ke dalam plastik menimbulkan krngerian tersendiri. Melihat gambar -gambar orang yang berjalan dengan menggunakan jas hujan diseluruh tubuhnya, ada yang kepalanya sampai ditutup galon minum membuatku cukup bertanya-tanya, apakah sebegitunya menyeramkan ya?

Di pertengahan bulan januari, suami sudah mulai mewanti- wanti untuk selalu mengenakan masker, selalu membersihkan tangan dengan sanitizer dan mulai mengurangi jalan- jalan saat weekend. Tapi karena melihat keadaan sekitar yang cenderung santai, aku menjadi kurang konsisten dalam menggunakan hand satinizer dan masker. Karena kesannya aku psycho sendiri. Apalagi respon pemerintah pun terlihat santai, bahkan mengeluarkan pernyataan bahwa virus bisa ditangkal dengan jamu atau makan nasi kucing. Akses keluar kota dan negeri pun masih dibuka dan bahkan diberikan diskon untuk harga tiket serta penginapan.

Meskipun cerita dari Wuhan terdengar begitu menakutkan namun  kerap kuabaikan karena terkesan tidak berdampak pada negeri ini. Pada akhir bulan Januari, tiba- tiba kami menjumpai keanehan. Mendadak gula hilang dari pasaran. Benar Saat itu seperti titik balik bagiku. Saat itulah aku memutuskan untuk mulai serius mengantisipasi imbas corona yang mulai masuk ke negeri ini. Kami mulai membeli masker, sanitizer dan barang – barang kebutuhan pokok lainnya. Tidak banyak, hanya untuk kebutuhan darurat keluarga kami.

Dan setelah cukup lama dalam ketidakpastian dan harap- harap cemas, akhirnya pada tanggal 2 Maret 2020, Presiden Jokowi resmi mengumumkan bahwa sudah ada penderita Covid- 19 di Indonesia. Dan seperti yang dapat diduga, respon masyarakat luar biasa. Bahkan yang cukup membuatku miris, di lingkungan kantor saja masih banyak yang merespon berlebihan. Ada beberapa  kolega di kantor yang kupikir seharusnya sangat melek dengan perkembangan dunia ternyata justru terlihat sibuk bolak balik mencari masker ke klinik. Astaqfirullah, bila orang berpendidikan dengan akses teknologi tak terbatas saja tidak aware dengan covid-19 bagaimana dengan rakyat kurang berpendidikan dengan akses teknologi sangat terbatas? Bagaimana masyarakat didaerah terpencil? Dan imbas dari pengumuman pemerintah selanjutnya adalah panic selling. Hampir semua tempat perbelanjaan ramai. Beberapa barang- barang kebutuhan pokok habis. Alhamdulillah saat itu kami memiliki persediaan yang cukup setidaknya sampai pemerintah dapat menormalkan lagi distribusi kebutuhan sembako bagi masyarakat.

Kemudian ritme kehidupan pelan mulai berubah. Tanggal 6 Maret, kantorku mulai memberlakukan  working from home. Kantor suami pun menerapkan hal yang sama. Dan setelah itu ketakutan pelan –pelan mulai menyelinap ke jiwa. Berbagai berita korban jiwa yang terus meningkat, harga minyak yang turun drastic, keadaan ekonomi yang makin memburuk merupakan konsumsi jiwa setiap harinya.

Keluarga kami juga mulai menerapkan aturan kebersihan yang sangat ketat. Aturan yang kami terapkan antara lain :

  • Tidak boleh ada anggota keluarga yang keluar rumah, kecuali untuk jalan didalam komplek itu pun dengan pendampingan.
  • Setiap orang yang keluar rumah harus cuci tangan dan kaki sebelum memasuki rumah.
  • Setiap barang yang diterima dirumah harus diletakkan dahulu di box yang disediakan. Kemudian bungkusnya didisinfektan dan didiamkan selama beberapa lama baru kemudian dibuka. Isi paket langsung dicuci dengan sunlight. Apabila paketnya makanan jadi maka langsung dipanaskan dan diganti wadahnya.
  • Belanja sebagian besar dilakukan secara online. Hanya aku dan suami yang diperbolehkan keluar komplek. Setiap sabtu/ minggu sore aku dan suami pergi keluar untuk belanja buah dan kebutuhan lainnya. Kami harus langsung mandi sesampai di rumah.

Dan ternyata mau seketat apapun usaha yang dilakukan manusia, tetap tidak dapat  menjamin tidak akan tertular virus Covid-19. Aku akan share sedikit kisah saat aku harus menjalani isolasi mandiri karena berpotensi sebagai ODP/ Orang tanpa gejala.

Beberapa minggu lalu aku harus pergi ke kantor karena ada keperluan yang tidak dapat diwakilkan. Saat Itu kepergianku ke tempat ramai untuk pertama kalinya setelah sebulan. Aku berada dikantor tidak lama hanya sekitar 20 menit. Saat dikantor menuju ke lantai tempat kerja, aku melewati 2 gedung, jalan, selasar, lift. Di tiap lantai bawah dan tiap lantai diharuskan mengisi absen tulis selain absen id card. Pulpen disediakan. Kantor hanya membuka 3-4 lantai perhari (karena kantor dibuka 3 hari). Persyaratan yang boleh datang ke kantor harus sehat dan  wajib menggunakan masker. Ada pemeriksaan suhu tubuh juga sebelum masuk.

Aku datang ke kantor pada hari Rabu tanggal 15 April 2020. Saat itu aku juga menerapkan prosedur pengamanan diri yang cukup ketat. Aku mengenakan masker, menggunakan jas hujan sebagai APD, membawa tusuk gigi yang aku gunakan setiap menyentuh tombol lift  dan selalu menggunakan sanitizer selesai menyentuh apapun. Saat pulang sebelum masuk mobil aku juga membuka jas hujan, mengganti jilbab dan sepatu terlebih dahulu.

Hari jumat sore kami diinfokan kalau ternyata ada PDP yang ke kantor juga pada hari yang sama dengan kedatanganku ke Kantor. Saat dia kekantor belum sakit dan baru sakit di hari kamis. PDP tersebut ternyata selantai denganku, hanya beda divisi. Kantor langsung melakukan penelusuran dan diperoleh daftar orang yang  melakukan kontak langsung. Untuk yang kontak langsung dengan PDP itu harus rapid test sedangkan sisanya cukup isolasi mandiri dirumah.

Saat itu aku sempet shock. Aku termasuk yang tidak kontak langsung tapi ada kemungkinan untuk terkena karena akses  menuju dan berada di lantai yang sama dengan PDP. Yang membuat lebih psiko, informasi diperoleh setelah beberapa hari berlalu dan aku terlanjur kontak dengan keluarga. Dan yang membuat lebih shock bahwa ternyata  teman – teman yg rapid test  banyak yang positif utk sementara😭 (harus menunggu hasil swab dl).

Tapi kemudian aku berusaha berpikir positif. Aku pikir untuk apa stress, yang bisa kulakukan hanya tawakal dan meningkatkan imun sekeluarga. Kalau pun ternyata aku terlanjur tertular, bila imunitas kami bagus, insya Allah dalam 14 hari virusnya akan mati sendiri. Alhamdulillah tepat hari ini 14 hari sudah berlalu, yang berarti insya Allah aku dan keluarga aman dari penularan covid dari teman yang menjadi PDP tersebut.

Lesson learnednya adalah, dalam kondisi yang serba tidak menentu ini, yang bisa kita lakukan hanyalah :

  1. Prepare yourself as best as you can.                                                                               Lingkaran penderita Covid sudah semakin mengecil mendekati kita. Kita tidak bisa menghindar akan mungkin ada saatnya kita akan bertemu dengan penderita covid. Jadi yang bisa dilakukan adalah langkah pencegahan dari kita. Seperti menggunakan masker, jas hujan, selalu membersihkan tangan/ menggunakan sanitizer setiap selesai menyentuh sesuatu, ganti kostum dan sepatu sebelum pulang kermh dsb. Apabila qadarullah kita akhirnya ODP maka jangan stress. Tingkatkan imun, olahraga, makan dan istirahat cukup. Bertawakal saja.
  2. Menyibukkan diri dengan kegiatan positif.                                                                       Lebih baik kita mengalihkan pikiran kita dari hal – hal negative kearah positif. Misalnya di bulan puasa ini kita bisa lebih banyak beribadah. Selain itu kita juga kita memiliki kelebihan materi bisa digunakan untuk membantu sekitar kehidupannya saat ini mungkin sangat berat akibat COvid -19. Insya Allah akan mendatangkan kebaikan bagi semua dan menjadi lading pahala bagi kita.
  1. Sabar dan tawakkal.                                                                                                                    Ini Fase yang cukup sulit. Namun insya Allah apapun kesulitan yang kita hadapi di saat ini akan diberikan jalan keluarnya oleh Allah Swt selama kita ikhtiar, bersabar dan tawakkal.  Do your best and lets Allah do the rest 😊

Takdir – sebuah renungan saat sakit menyerang

Ketika niatmu sudah mantap

Ikhtiarmu sudah lengkap

Dan ternyata semua rencana akhirnya terserak

Maka hadapi dengan senyuman

Karena sejatinya Allah Swt yang menetapkan

Takdirmu sudah dituliskan

Tugasmu menerima dengan ikhlas dan hati yang lapang

Seperti yang pernah aku janjikan di instagram, kali ini aku ingin sedikit berbagi tentang cerita yang menginspirasi quotation diatas. FYI, quotation diatas aku tuangkan dalam tulisan dengan kondisi tangan yang masih tertusuk jarum infus.

Aku merupakan orang yang terbiasa hidup dalam perencanaan dan kerapkali membuat target dalam hidup. Di awal tahun aku telah menargetkan untuk mendapatkan gelar sertifikasi minimal satu di tahun 2019. Oleh karena itulah, aku mendaftarkan training persiapan sertifikasi dan telah disetujui oleh perusahaan.

Awalnya training tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada bulan September namun karena ada beberapa kendala akhirnya mundur ke bulan Oktober. Sekitar 3 minggu sebelum pelaksanaan training, aku dan beberapa teman yang mengikuti training yang sama mulai mengajukan Surat Perjalanan Dinas dan kebutuhan administrasi lainnya.

Karena bertepatan dengan jadwal libur Kakak Kiya, aku merencanakan untuk membawa keluarga ke Bandung. Perjalanan direncanakan menggunakan kereta api, pengalaman pertama bagi krucil menggunakan kereta api ke luar kota. Tiket kereta api untuk tujuh orang sudah dibeli dan kamar hotel untuk keluarga juga sudah dibooking melalui agoda. We are ready to go ^_^

Pada hari Selasa atau sekitar 5 hari sebelum keberangkatan, tiba- tiba aku demam. Feeling mulai tidak enak jangan- jangan terkena cacar, karena 2 minggu sebelumnya Kiya memang terkena sakit cacar. Namun alhamdulillah kondisinya tidak berat, bahkan ia tidak panas dan bintil- bintil cacarnya juga hanya sedikit. Namun aku mencoba positif thinking, semoga ini hanya demam biasa. Di hari itu aku memutuskan untuk beristirahat di rumah. Esoknya karena sudah baikan, aku memutuskan untuk bekerja.

Selama beberapa malam itu aku tidak dapat tidur, badan terasa panas didalam dan mengggil. Di hari sabtu atau H-1 sebelum keberangkatan, aku mendapati ada satu bintik di tubuh. Panas tubuh juga semakin meningkat sehingga kuputuskan untuk ke dokter. Dan ternyata benar saudara- saudara, aku terkena cacar. Setelah didiagnosa terkena cacar, aku langsung menghubungi kantor untuk membatalkan perjalanan dinasku.

Keesokan harinya, suamiku juga didiagnosa terkena cacar. Saat itu demamku juga semakin tinggi. Kondisiku yang sudah semakin lemas ditambah diagnose tipes dan sakit mata juga membuatku  akhirnya dirawat di rumah sakit. Dan untuk efisiensi, mengingat suami juga diisolasi di rumah (untuk menghindari khaleev terkena cacar), suami juga dirawat di Rumah Sakit.

Hari ketiga setelah dirawat atau 5 hari setelah didiagnosa terkena cacar, aku mendapat kabar kalau pengasuh khaleev juga terkena cacar. Asisten Rumah Tangga yang lain juga terkena cacar. Aku semakin panic, karena berarti anak- anak tidak ada yang mengasuh.

Setelah konsultasi dengan dokter, aku diperbolehkan untuk pulang ke rumah karena potensi menularkan melalui udara sudah kecil. Namun yang harus berhati- hati adalah apabila bintik cacar pecah, maka cairan tersebut akan  menularkan. Maka aku dengan mengenakan masker bisa mengasuh anak- anak sehingga ART bisa beristirahat dahulu selama beberapa hari. Alhamdullilah, dalam seminggu pelan- pelan kondisi suami dan mbak-mbak juga mulai membaik.

Aku sempat berpikir, kok bisa ya sakit varicella atau cacar yang kelihatannya sepele kok efeknya bisa sedashyat itu? Ternyata setelah berdiskusi dengan dokter dan mbah google, justru dampak yang ditimbulkan penyakit cacar kepada orang dewasa bisa jauh lebih parah daripada apabila diderita saat masih kecil. Karena virusnya menyerang ke banyak organ seperti mata, hidung, mulut , dan bahkan beberapa orang ada yang sampai terkena pneumonia. Seperti kondisiku yang demam mencapai 40 derajat dan juga terkena sakit mata

Manusia bisa berencana namun Allah Swt yang memutuskan. Tugas hambanya hanya menerima dengan ihlas. Rencana yang sudah aku susun dari awal tahun langsung buyar di hari H karena suatu penyakit. Insya Allah ada rencana lain dari Allah Swt untukku.

Dibalik setiap kebaikan ada keburukan dan begitu pula sebaiknya. Dan Allah Swt maha mengetahui hikmah dibalik kejadian.

Mungkin aku diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk benar- benar beristirahat. Allah Swt memberi kesempatan bagiku untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan suami dan anak- anak. Allah Swt memberi kesempatan untuk menggugurkan dosa-dosaku dan keluarga. La ba’sa thahurun, Insya Allah.

Wallahu a’lam bisshowab

Happy Mothers Day

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Saat mendengar tangisanmu untuk kali pertama

Sungguh indah menenangkan jiwa

Seketika menghapus sakit yang mendera

 

Ketika tubuh mungilmu berada dipelukan

Menguarkan aroma tubuh penenang jiwa

Penghilang duka berganti bahagia

 

Saat hari-hariku selanjutnya tidak lagi sama

Kusadari aku tak pernah belajar menjadi seorang bunda

Sungguh aku tidak punya cukup ilmu untuk memahami semua

Hanya berbekal tekad dan cinta

Berusaha memberikan terbaik untuk tercinta

 

Saat diri terjebak dalam kesibukan dunia

Dan sabar seringkali terkubur oleh amarah yang menyala

Namun diri tak pernah lelah berupaya

Dan doa terus terpanjat pada Allah Swt yang maha kuasa

 

Ananda

Betapa ingin aku seperti mereka

Bersama menikmati aliran waktu yang mengiringi tumbuh kembang kalian

Namun saat doa belum terkabulkan

Sabarlah sayang, percayalah Allah SWT akan menunjukkan jalan

 

Dan waktu telah bergulir tanpa terasa

Buah hati kecilku perlahan beranjak belia

Puluhan kisah masih terbentang di depan mata

Mari bersama kita jelang dengan berselimut takwa

IMG_20181220_072937_726

Dear Ananda

Dear Ananda

Janganlah bermuram durja

Kepergian ummi hanya untuk sementara

Relakanlah dengan senyum dan tawa

 

Dear Ananda

Jangan lah berduka

Hapus airmata dari wajahmu yang biasanya ceria

Sehingga ummi bisa menjalani hari dengan bahagia

Sampai pada waktunya nanti kita kan kembali bersua

 

Dear Ananda

Hilangkanlah sedih dari paras belia

Kirimkan selalu doa dari ananda tercinta

Percayalah bahwa dimanapun ummi berada

Hati kita akan selalu bersama

IMG-20181127-WA0004

*edisikangenanak

 

Mudah Paham Alquran dengan SEKEJAP

Hari minggu tanggal 19 November 2018,  kami diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk  memperdalam pemahaman tentang bahasa arab dalam Alquran. Alhamdulillah pada hari itu, Ustadzh Nur Ihsan, Lc berkenan mengunjungi mushalla komplek kami (Musholla Nurul Ikhwan) untuk memberikan kelas perdana pelatihan SEKEJAP Faham Alquran.

Apa itu SEKEJAP?

SEKEJAP merupakan suatu metode pelatihan secara :

  1. Sistematis (Se). Materi pelatihan disusun secara sistematis, mulai dari kata alquran yang sangat mudah dipahami maknanya , lalu yang sedikit sukar
  2. Kerap (Ke). Disini maksudnya karena metode ini mengenalkan kata dan pola bahasa arab yang kerap digunakan dalam Alquran.
  3. Cepat (JAP : Jalan Pintas). Target pelatihan adalah sebanyak 20x pertemuan dengan durasi 2 jam setiap pertemuan (Untuk 1 juz)

Metode SEKEJAP digagas oleh Ustadzh Nur Ihsan Muhammad Idris, Lc.. Beliau merupakan alumni Universitas Islam Madinah, Pengurus MUI Pusat Komisi Dakwah dan Trainer Indonesia – Malysia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan untuk mengklasifikasikan tiap- tiap kata dalam Alquran sehingga menjadi mudah untuk diingat. Metode yang digunakan adalah pengklasifikasian kata berdasarkan warna, angka dan garis.

Metode diatas sangat cocok diterapkan oleh orang yang awam bahasa arab. Contohnya saya yang tidak mengenyam pendidikan pesantren. Sejak dulu, saya selalu berpikir bahasa arab itu susah dan lama untuk dipelajari. Dapat memahami Alquran tanpa membaca terjemahan sepertinya hanya sebatas keinginan dan sulit terwujud. Namun setelah melakukan pencarian dan diskusi dengan beberapa orang (termasuk alumni pelatihan), kami memutuskan untuk mencoba pelatihan ini karena insya Allah metodenya cukup powerfull.

Ada tiga hal yang harus dilakukan agar dapat memahami bahasa Alquran:

  1. Berdoa dengan sungguh- sungguh kepada Allah Swt.
  2. Meluangkan waktu khusus (fokus)
  3. Menggunakan metode belajar yang cepat dan mudah

Pada dasarnya, pelatihan yang kami ikuti hanya merupakan ikhtiar untuk lebih memahami Kallam Allah Swt.

Semoga Allah Swt meluruskan niat dan melancarkan segala usaha kami. Amin yra

Keep Istiqamah

PhotoGrid_1542593805614