Puding Marie – Mangga

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Assalamualaikum wr wb

Kali ini aku mau berbagi resep simple yang simple banget tapi yummy. Sebenarnya resep ini dipraktekkan sekitar sebulan yang lalu. Saat itu Kiya merengek ingin bikin kue sedangkan emaknya masih kondisi kurang fit, pasca sakit cacar dan tipes. Khaleev yang merupakan kloter terakhir dari rangkaian wabah cacar yang melanda rumah kami, saat itu juga baru didiagnosa tertular cacar. Karena sedang tidak mood, kondisi tubuh yang belum fit dan si bungsu masih sakit, maka umminya mencari resep yang simple tapi menarik untuk anak. Maka dipraktekanlah resep ini.

Puding Marie -Mangga (Ada sedikit perbedaan dengan resep asli karena keterbatasan bahan )

Lapisan 1

1 bungkus agar rasa mangga

6 sdm gula pasir

700 ml air putih

Biskuit regal

Lapisan 2

Bahan A

5 butir kuning telur

100gr salted butir

1sdt pasta vanilla

150ml susu kental manis

Bahan B

1 bungkus agar – agar plain

6 sdm gula pasir

500ml air putih

Lapisan 3

1 bungkus agar -agar coklat

9sdm gula pasir

700ml air

Langkah :

  1. Tata biskuit regal di dasar loyang
  2. Masak bahan lapisan 1 dan tuang diatas regal perlahan. Diamkan sampai dingin
  3. Aduk lapisan 2 bahan A dengan ballon whisk hingga rata. Sisihkan
  4. Masak Lapisan 2 Bahan B sampai mendidih.
  5. Masukkan separuh agar agar bahan B ke Bahan A. Aduk cepat dengan ballon whisk supaya tidak menggumpal. Tuang kembali ke sisa agar -agar B , masak dengan api kecil sambil diaduk dengan ballon whisk.
  6. Tuang Lapisan dua dan sisihkan hingga mengeras
  7. Masak lapisan 3 dan tuang diatas lapisan 3.
  8. Masukkan kulkas dan nikmati saat telah dingin

Dan beginilah hasilnyaaaa

 

Alhamdulillah Kiya suka dengan puding ini. Dan ternyata, Puding ini juga akhirnya menjadi alternatif makanan bagi Khaleev yang sedang sulit makan karena mulutnya dipenuhi sariawan (dampak virus cacar).

Efek dingin, lembut dan mengenyangkan cocok buat si kecil yang sedang mogok makan.

Selamat mencoba ^_^

 

Takdir – sebuah renungan saat sakit menyerang

Ketika niatmu sudah mantap

Ikhtiarmu sudah lengkap

Dan ternyata semua rencana akhirnya terserak

Maka hadapi dengan senyuman

Karena sejatinya Allah Swt yang menetapkan

Takdirmu sudah dituliskan

Tugasmu menerima dengan ikhlas dan hati yang lapang

Seperti yang pernah aku janjikan di instagram, kali ini aku ingin sedikit berbagi tentang cerita yang menginspirasi quotation diatas. FYI, quotation diatas aku tuangkan dalam tulisan dengan kondisi tangan yang masih tertusuk jarum infus.

Aku merupakan orang yang terbiasa hidup dalam perencanaan dan kerapkali membuat target dalam hidup. Di awal tahun aku telah menargetkan untuk mendapatkan gelar sertifikasi minimal satu di tahun 2019. Oleh karena itulah, aku mendaftarkan training persiapan sertifikasi dan telah disetujui oleh perusahaan.

Awalnya training tersebut dijadwalkan dilaksanakan pada bulan September namun karena ada beberapa kendala akhirnya mundur ke bulan Oktober. Sekitar 3 minggu sebelum pelaksanaan training, aku dan beberapa teman yang mengikuti training yang sama mulai mengajukan Surat Perjalanan Dinas dan kebutuhan administrasi lainnya.

Karena bertepatan dengan jadwal libur Kakak Kiya, aku merencanakan untuk membawa keluarga ke Bandung. Perjalanan direncanakan menggunakan kereta api, pengalaman pertama bagi krucil menggunakan kereta api ke luar kota. Tiket kereta api untuk tujuh orang sudah dibeli dan kamar hotel untuk keluarga juga sudah dibooking melalui agoda. We are ready to go ^_^

Pada hari Selasa atau sekitar 5 hari sebelum keberangkatan, tiba- tiba aku demam. Feeling mulai tidak enak jangan- jangan terkena cacar, karena 2 minggu sebelumnya Kiya memang terkena sakit cacar. Namun alhamdulillah kondisinya tidak berat, bahkan ia tidak panas dan bintil- bintil cacarnya juga hanya sedikit. Namun aku mencoba positif thinking, semoga ini hanya demam biasa. Di hari itu aku memutuskan untuk beristirahat di rumah. Esoknya karena sudah baikan, aku memutuskan untuk bekerja.

Selama beberapa malam itu aku tidak dapat tidur, badan terasa panas didalam dan mengggil. Di hari sabtu atau H-1 sebelum keberangkatan, aku mendapati ada satu bintik di tubuh. Panas tubuh juga semakin meningkat sehingga kuputuskan untuk ke dokter. Dan ternyata benar saudara- saudara, aku terkena cacar. Setelah didiagnosa terkena cacar, aku langsung menghubungi kantor untuk membatalkan perjalanan dinasku.

Keesokan harinya, suamiku juga didiagnosa terkena cacar. Saat itu demamku juga semakin tinggi. Kondisiku yang sudah semakin lemas ditambah diagnose tipes dan sakit mata juga membuatku  akhirnya dirawat di rumah sakit. Dan untuk efisiensi, mengingat suami juga diisolasi di rumah (untuk menghindari khaleev terkena cacar), suami juga dirawat di Rumah Sakit.

Hari ketiga setelah dirawat atau 5 hari setelah didiagnosa terkena cacar, aku mendapat kabar kalau pengasuh khaleev juga terkena cacar. Asisten Rumah Tangga yang lain juga terkena cacar. Aku semakin panic, karena berarti anak- anak tidak ada yang mengasuh.

Setelah konsultasi dengan dokter, aku diperbolehkan untuk pulang ke rumah karena potensi menularkan melalui udara sudah kecil. Namun yang harus berhati- hati adalah apabila bintik cacar pecah, maka cairan tersebut akan  menularkan. Maka aku dengan mengenakan masker bisa mengasuh anak- anak sehingga ART bisa beristirahat dahulu selama beberapa hari. Alhamdullilah, dalam seminggu pelan- pelan kondisi suami dan mbak-mbak juga mulai membaik.

Aku sempat berpikir, kok bisa ya sakit varicella atau cacar yang kelihatannya sepele kok efeknya bisa sedashyat itu? Ternyata setelah berdiskusi dengan dokter dan mbah google, justru dampak yang ditimbulkan penyakit cacar kepada orang dewasa bisa jauh lebih parah daripada apabila diderita saat masih kecil. Karena virusnya menyerang ke banyak organ seperti mata, hidung, mulut , dan bahkan beberapa orang ada yang sampai terkena pneumonia. Seperti kondisiku yang demam mencapai 40 derajat dan juga terkena sakit mata

Manusia bisa berencana namun Allah Swt yang memutuskan. Tugas hambanya hanya menerima dengan ihlas. Rencana yang sudah aku susun dari awal tahun langsung buyar di hari H karena suatu penyakit. Insya Allah ada rencana lain dari Allah Swt untukku.

Dibalik setiap kebaikan ada keburukan dan begitu pula sebaiknya. Dan Allah Swt maha mengetahui hikmah dibalik kejadian.

Mungkin aku diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk benar- benar beristirahat. Allah Swt memberi kesempatan bagiku untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan suami dan anak- anak. Allah Swt memberi kesempatan untuk menggugurkan dosa-dosaku dan keluarga. La ba’sa thahurun, Insya Allah.

Wallahu a’lam bisshowab

Marzia

Prolog

Dia memiliki segalanya. Orang tua yang penyayang. Harta yang bergelimang. Kekasih yang baik hati yang mampan dan tampan. Sahabat sekaligus teman masa kecil yang loyal.

Tapi itu dulu. Saat ini apa yang ia punya? Yang ia miliki hanyalah kenyataan bahwa ia telah kehilangan. Walau satu hal yang pasti, ia tidak kehilangan kekayaan. Karena harta yang ia miliki setidaknya tidak akan habis bila ia hanya duduk bermuram durja. Dan tidak akan habis juga bila ia gunakan untuk mengejar mimpinya yang sedikit tertunda. Tidak ada kata terlambat walau kini ia akan pergi dengan hati terluka. Hati yang tidak akan pernah utuh lagi sebagaimana semula.

Bab 1 Pertemuan Pertama

Zia mengernyit saat merasakan cairan kental berwarna hitam pekat itu mengaliri tenggorokan. Ia meletakkan gelas minuman yang baru berkurang sedikit sekali.

Gadis cantik itu mendengus. Ternyata kopi yang digembar gemborkan nikmat tersebut tidak lebih enak dari kopi instant yang dijual dipasaran, hanya menjual kemasan keren dan iklan yang bombastis semata.

Zia mengambil ponsel dari dalam tasnya dan menekan tombol speed dial 1.

“Saya tunggu di lobby ya.” Gadis tersebut lalu meletakkan selembar lima puluh ribu di atas meja sebagai tip. Ia kemudian berdiri, menatap pantulan dirinya dari kaca besar yang melapisi tembok diseberangnya. Senyum puas tergambar diwajahnya sebelum ia melangkah meninggalkan cafe dengan dekorasi modern tersebut.

Matahari bersinar sangat terik di langit jakarta siang. Kawasan sudirman yang seakan tidak pernah absen dengan kemacetan. Di kiri dan kanan jalan terlihat …. galian jalan makin menambah kesemrawutan.

Marzia mengalihkan pandangan dari laptop dihadapannya. Namun alih- alih menghilangkan kepenatan, ia malah semakin stress melihat betapa semrawutnya jalanan.

6 tahun telah berlalu. Jakarta tidak berubah. Panasnya, semrawutnya, bisingnya, kesibukannya dan kejamnya. Seulas senyum miris tersungging di bibir gadis itu. Ia menggeleng pelan. Bukan Jakarta yang kejam. Tapi manusia yang tinggal di dalamnya. Dan bodohnya ia begitu mencintai orang- orang kejam itu.

Zia menarik nafas panjang. Memalingkan wajah kembali ke laptop saat dering pesan masuk berbunyi di ponselnya. Dahinya mengernyit saat membaca pesan tersebut lalu kemudian menyebutkan sederetan kata yang merupakan alamat tersebut kepada Pak hari, sopirnya.

—///

Mobil melambat saat memasuki sebuah cafe kecil di bilangan kota depok. Zia keluar dari mobil dan merenggangkanntubuhnya. Lumayan juga waktu yang ditempuh. Hampir dua jam menembus kemacetan kota jakarta dan sekitarnya.

Mata gadis itu memindai mencari sosok yang telah mengiriminkan pesan untuk datang kemari. Dan sosok itu ia temukan sedang sibuk menatap ponsel. Sebatang rokok terselip di jarinya.

Zia berjalan gegas, mengambil rokok dan menekan rokok di asbak hingga mati. Hanya dalam hitungan detik bahkan sebelum sosok itu menyadarinya.

Makian langsung keluar dari bibir mungilnya.
“Astaqfirullah Joanna, mulutnya di rem sedikit kenapa? Sekali-kali mulut lo itu perlu dicuci pake cuka biar bersih.”

“Sialan. Lo pikir mulut gw besi berkarat apa!” Gadis itu kemudian berdiri, memeluk Zia singkat sambil tetap mengoceh.

Joanna Ariesta. Gadis imut dengan potongan rambut pendek itu hari ini mengenakan kaos selebor dengan celana pendek.

Mata Ziamelotot saat menyadari betapa pendeknya celana yang dikenakan teman sekaligus asisten kepercayaannya itu.
“Ya ampun Jo, baju rumah kok lo pake kesini? Paha lo kemana-mana itu. Wajar tadi banyak cowok yang ngeliat kearah sini.

Joanna terkekeh
“Marzia Hilya, apa perlu gw perjelas kalau mata cowok-cowok itu mulai melotot sejak elo masuk keruangan ini? “
Joanna berdecak. Ia tidak pernah tidak merasa kagum pada penampilan gadis didepannya ini.

Teman kesayangannya itu hari ini mengenakan gamis berwarna tosca. Selembar hijab berwarna serupa meliingkari wajah tirusnya. Sederhana namun berkelas. Sangat pantas dikenakan desainer berbakat sepertinya.

Marzia hanya tersenyum sambil duduk di kursi didepan Joanna.
“Jadi, apa hal istimewa disini yang membuatku harus kehilangan dua jam berhargaku hanya untuk menempuh perjalanan kesini?”

“Kayanya mendingan lo pesan dulu deh baru kita ngobrol.” Jo melambaikan tangan memanggil waitress yang berada tidak jauh dari mereka.

“Lo mau makan apa?”

Marzia menggeleng “Kopi saja.”

Jo lalu menyebutkan sebuah nama sambil menunjuk gelas didepannya.

“So?” tanya Zia setelah pelayan tersebut pergi.

“Sebentar. Gw ke kamar mandi dulu.” Jo bangun dan bergegas menuju kamar mandi.

Zia mengedarkan pandang. Cafe ini menarik. Interiornya didominasi warna bata dengan tanaman di beberapa sudut ruangan. Gambar dan hiasan mobil klasik memjadi hiasan utama. Kafe kecil yang nyaman.

“Silakan Bu, selamat menikmati.” Ujar pelayan yang mengantarkan makanan. Secangkir kopi dan sepotong round scones. Dari tampilannya cukup menarik.

Dengan antusias Zia menghirup aroma dan kemudian menyesap minuman kesayangannya tersebut. Sedetik kemudian ia tertegun. Ia kembali meneguk isinya. Gadis itu tersenyum.

Tangannya terulur mengambil round scones dan menggigitnya. segigit demi segigit hingga habis.

“Gimana, enak kan?” Tanya Joana sambil duduk.

Zia mengangguk antusias.
“Keren lo, Jo. Bisa aja nemu kopi seenak ini di tempat antah berantah begini.”

“Hus, bisa abis lo sama netizen disini kalau dengar becandaan lo begitu.

Zia mengibaskan tangan
“So, dimana pemilik tempat ini? Gw mau ajakin kerjasama. Kalau perlu, seluruh tim kita angkut ke …

“Calm down, Jo. Lo harus berstrategi kalau ngadepin ownernya. Kalau ngeliat lo kaya gini, salah-salah dia bisa jual mahal.”

“Kenapa emgnya? Lo kenal ownernya?”

“Ya, he’s freaky hot Don Juan.”

Marzia mengernyit bingung

“Baru diomongin keluar orangnya. Tuh si doi.”
Jo menunjuk seorang pria yang sedang melangkah cepat keluar ruangan.

“Hei tunggu.” Spontan Marzia mengejar pria itu, tanpa sempat Joanna cegah.

Pria itu berbalik menghadap Marzia. Pria berambut coklat itu menatap dengan netra abu nya.

Dan seketika Marzia kehilangan kata.

Hai Hai… akyu bikin cerita baru lagi. Tapi…buat yang penasaran sama ceritanya, novel ini ga bakal bisa ditemui di Wattpad. Jadi, aku sednag nyobain platform nulis baru buatan anak negeri, Ketix namanya.

So, buat yang penasaran sama lanjutan cerita Marzia, boleh dibaca di Ketix yaaa

See you☺️

 

 

 

 

Bolu Kukus Mekar Ubi Ungu

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Alhamdulillah setelah beberapa purnama terlewati, akhirnya si emak rempong mulai bikin kue lagi  >-<

Weekend kemarin, kiya request minta dibuatkan bolu kukus mekar. Ya sudah, akhirnya dieksekusi bolu kukus ubi ungu mekar. Resepnya diambil dari Citra NCC. Resepnya sedikit aku modifikasi

Berikut aku share resepnya yaaa

Bolu Kukus Ubi Ungu Mekar

Bahan :

– 100 gr ubi ungu, haluskan

– 200 ml air

– 2 butir telur

– 1/2 sdm emulisifier

– 230 gr gula pasir

– 230 gr tepung terigu

– 25 gr susu bubuk

– 1/2 sdt vanilla pasta

Cara membuat :

  1. Blender ubi ungu dan sedikit air sampai lembut, sisihkan.
  2. Kocok telur, gula dan emulsifier sampai kental. Tambahkan vanila pasta
  3. Tambahkan tepung terigu dan susu bubuk, aduk rata. Tuang campuran ubi ungu sedikit- sedikit sambil diaduk rata.
  4. Tuang adonan ke dalam cetakan bolu kukus yang dialasi kertas kue
  5. Kukus dengan api besar selama 10 menit.

Tada…. beginilah hasilnya ^_^

 

So far, kuenya lembut dan cepat ludes dimakan

Selamat mencobaaa

Ketika sang embak tidak kembali

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Pada edisi terdahulu aku pernah membahas soal tips dan trik mendapatkan pengasuh anak (Asisten Rumah Tangga… Kisahmu Kini…) Kali ini aku ingin berbagi pengalaman tentang masalah per asisten rumah tangga yang kualami pasca lebaran tahun ini.

Seperti biasa, sekitar sebulan sebelum lebaran, aku akan mulai bertanya kepada para asisten yang membantu dirumah apakah mereka akan kembali kerumah setelah mudik lebaran atau tidak. Hal ini berguna bagiku untuk menyusun rencanaselanjutnya. Adapun alternatif yang telah kurencanakan :

  1. Apabila sang pengasuh tidak akan kembali ke rumahku setelah lebaran,  mengingat anak keduaku masih batita, maka kami harus segera mendapatkan gantinya. Berdasarkan pengalaman, waktu tunggu untuk memperoleh pengganti sekitar 2 minggu setelah lebaran. Padahal aku dan suami hanya cuti 3-5 hari setelah lebaran. Maka solusi yang dapat diambil adalah kami akan menggunakan jasa infal dalam periode 14 – 30 hari (dimulai 5 hari sebelum lebaran sd pengasuh baru diperoleh).

(+) Kami sekeluarga bisa memaksimalkan hari -hari terakhir ramadhan untuk beribadah dan quality time  bersama anak. Tentunya karena tidak terganggu urusan cuci mencuci, bebersih dan bebenah rumah yang cukup melelahkan.

(-) Biaya admin dan gaji infal cukup besar. Selain itu, untuk edisi mudik yang mobilitasnya cukup tinggi (misalnya pindah- pindah  kota) akan cukup menambah kerepotan karena harus mempersiapkan untuk transportasi dan akomodasi mbak infal.

2. Apabila sang pengasuh akan kembali ke rumah setelah lebaran, maka akan ada pengaturan waktu untuk cuti secara bergantian  antara aku dengan suami agar ada yang menjaga anak sampai sekembalinya si pengasuh.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, yang antara lain meliputi tanya jawab dengan pengasuh, uji kesungguhan dst (mirip- mirip tes wawancara pekerja gitu deh), pengasuh anakku yang kecil yakin untuk kembali bekerja dirumah setelah mudik. Namun dia minta untuk cuti selama 2 minggu. Sebelum mengabulkan keinginannya, aku tetap berusaha untuk memastikan keinginannya untuk kembali. Karena aku tidak mau apabila sudah ditunggu namun ternyata ia hanya janji surga.

Karena akhirnya sang pengasuh tetap bersikeras akan kembali ke rumah, maka kami mengambil alternatif kedua, yaitu tidak mengambil infal dan menjadwalkan cuti yang bergantian dengan suami. Karena suami hanya bisa cuti di tanggal 10-11 Juni 2019, maka aku memutuskan untuk masuk di kedua hari itu dan cuti di 3 hari berikutnya. Sesuai janjinya, si mbak akan datang tanggal 12 Juni 2019.

All went as planned. Everything looks perfect until the big day.  Malam sebelum tanggal 12, si mbak wa dan menginfokan kalau esok ia akan naik travel jam 9 pagi. Prediksi tiba di rumahku malam hari. Paginya sekitar jam 10 pagi, aku mengirimkan chat untuk menanyakan apakah ia sudah berangkat namun tidak kunjung dibalas. Berkali- kali ditelpon juga ia tidak mengangkat. Sekitar sejam kemudian, ia baru membalas chat dan menginfokan kalau ia tidak dapat kembali kerumah hari itu karena KTP belum selesai diurus di kampung. Aku menawarkan agar KTP dikirim saja, namun ia mengemukakan berbagai alasan antara lain menunggu acara pernikahan sepupu.

Pada akhirnya ia bilang bahwa baru bisa pulang paling cepat seminggu lagi dan mempersilakanku untuk mencari penggantinya bila tidak dapat menunggu. Shock. Bisa dibilang saat itu aku sangat kaget dan marah. Sejak awal juga aku tidak pernah memintanya untuk kembali bekerja di rumah, malahan ia yang terkesan sedikit memaksa untuk menerimanya kembali. Dan sekarang tiba- tiba dia membatalkan keinginannya dengan kondisi yang tidak aku persiapkan sebelumnya.

Aku bergegas menghubungi puluhan penyalur dan yayasan yang kukenal namun kebanyakan  masih kosong. Kalaupun ada stok, kurang cocok dengan kualifikasi yang kubutuhkan. Yang bisa kulakukan selanjutnya hanya pasrah, berdoa dan menyiapkan alernatif berikutnya yaitu membawa anak-anak kekantor suami atau kekantorku apabila belum diperoleh pengasuh sampai dengan saatnya aku harus masuk kerja.

Beberapa hari kemudian, aku berhasil mendapatkan pengasuh untuk si kecil. Namun ternyata cobaan belum selesai karena baru sehari ia minta berhenti dengan alasan sakit darah rendah. Selain itu ternyata ia juga memiliki penyakit kulit yang membuatku tidak ingin menahannya lagi.

Alhamdulillah saat ini sang mbak pengasuh yang baru sudah ada untuk si kecil. So far lumayan cocok dan memiliki beberapa kelebihan daripada pengasuh sebelumnya. Mudah- mudahan drama art berhenti dulu untuk beberapa lama dan semoga untuk selamanya. Aminnnnn

Berkaca dari kejadian diatas, ada beberapa hal yang dapat kujadikan pelajaran :

  1. Persiapkan perencanaan sedetail mungkin. Seharusnya sejak awal aku sudah mempersiapkan alternatif apabila si mbak hanya janji-janji surga
  2. Jangan baper. Ini penting banget. Boleh saja percaya janji si mbak, namun bila ternyata ia tidak menepati, biarkan saja. Jangan marah dan stress, karena hanya akan menghabiskan energi. Fokus saja untuk mencari pengganti.
  3. Selalu ada hikmah dibalik setiap cobaan. Do the best dan let Allah do rest. Karena kejadian apapun selalu ada sisi positifnya.

Foto dibawah ini adalah foto yang diambil di pagi hari sebelum si emak rempong harus membawa krucil kekantor karena tidak ada mbak untuk menjaga  <_>

IMG20190617063318-01

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia

 

 

 

 

Asisten Rumah Tangga… Kisahmu Kini…

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Apabila ditanya apakah hal yang paling ditakuti oleh saya sebagai seorang working mom selain menyangkut kesehatan ananda? Maka jawabannya adalah saat pengasuh anak mengatakan akan berhenti bekerja dengan berbagai alasan. Mulai dari alasan tidak betah, orang tua sakit, akan menikah sampai ada yang berkilah ingin mencari pengalaman baru. Dan ternyata saat saya menanyakan hal yang sama kepada kepada teman- teman sesama wanita bekerja yang juga memiliki anak masih kecil, jawabannya tidak jauh berbeda.

Permasalahan seputar pengasuh ananda ini sudah menjadi polemik bagi seorang working mom. Keberadaannya yang harus meninggalkan anandanya untuk bekerja tentunya membutuhkan orang yang dapat diandalkan untuk menggantikannya mengasuh ananda selama ia bekerja. Dan idealnya pengasuh ini bukanlah sekedar memberi makan, menemani main atau menjaga jaga tapi seyogyanya merupakan perpanjangan tangan seorang bunda. Yang artinya mereka juga dapat menjadi perpanjangan tangan orang tuanya, mengajarkan hal yang secara rutin dibiasakan sejak kecil.

Tapi pada prakteknya ternyata seorang pengasuh seringkali tidak bekerja lama di suatu tempat. Layaknya generasi millenia, seringkali mereka hanya bertahan sehari, sebulan, 3 bulan atau maksimal sepanjang garansi yang diberikan oleh yayasan atau penyalur. Jarang sekali yang bisa bekerja di suatu tempat selama setahun atau bahkan bertahun – tahun.

Turn over  yang tinggi tentunya kemudian menjadi permasalahan bagi ibu bekerja . Ketergantungan yang tinggi terhadap sang pengasuh alias Asisten rumah tangga (ART) ataupun baby sitter ini membuat bunda harus segera memperoleh gantinya bila mereka berhenti bekerja. Pertanyaan berikutnya, bagaimanakah cara mendapatkan pengasuh tersebut?

Secara umum, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh asisten rumah tangga, yaitu melalui makelar/penyalur dan yayasan.  Ada kelebihan dan kekurangan dari masing- masing cara tersebut. Berikut kita bahas lebih lanjut yaa

1. Penyalur

(+) Jasa administrasi yang tidak begitu besar. Jasa administrasi biasanya merupakan poin cukup penting saat seorang bunda memilih menggunakan jasa penyalur daripada yayasan. Biayanya saat ini berkisar antara Rp.750.000 sd 1.250.000.

(+) Penyalur langsung terlibat dalam mencari pengasuh. Biasanya pengasuh yang ditawarkan merupakan saudara, kerabat atau kenalan yang diperoleh langsung dari kampung. sehingga apabila ada masalah lebih cepat ditangani karena penyalur mengetahui keluarga pengasuh tersebut.

(-) Stok yang terbatas. Apabila pengasuh yang dipekerjakan ingin berhenti dengan berbagai alasan sedangkan waktu garansi masih belum habis, relatif sulit mendapatkan gantinya. Ini merupakan masalah cukup besar bagi seorang working mom. Hal ini terjadi terkadang saat keinginan pengasuh  untuk berhenti sudah sangat besar dan tidak dapat ditahan lagi yang berimbas kerja malas-malasan atau sampai kabur, sedangkan penyalur belum mendapatkan gantinya.

(-) Keamanan kurang terjaga. Penyalur biasanya merupakan perorangan yang tidak terdaftar secara resmi. Jadi apabila pengasuh terlibat kriminal dan bahkan mungkin bekerjasama dengan penyalurnya, maka akan sulit untuk dilaporkan kepada yang berwajib.

2. Yayasan

(+) Stok pengasuh cukup banyak. Biasanya yayasan akan memberikan garansi selama beberapa waktu dan saat pengasuh atau asisten rumah tangga ingin berhenti, bunda bisa langsung memilih ganti. Ini sangat membantu apabila asisten atau pengasuh minta berhenti mendadak. Karena berdasarkan pengalaman, saat sudah ingin berhenti mereka tidak bisa ditahan lama lagi untuk mendapatkan ganti. Semakin ditahan lama, pengasuh akan kerja asal-asalan atau bahkan kabur. Tentunya ini menjadi masalah untuk bunda yang memiliki bayi masih bayi atau kecil dan tidak bisa cuti lama.

(+) Biasanya yayasan sudah terdaftar secara resmi. sehingga bila ternyata ada permasalahan misalnya Pengasuh mencuri atau kabur, bisa langsung ditangani mereka dan bahkan bisa langsung menghubungi pihak berwajib.

(-) Kekurangannya adalah biaya administrasi yang cukup besar. Kisaran administrasi saat ini Rp. 1.800.000 – 3.000.000 untuk masa penggantian 2 – 6 bulan.

(-) Terkadang ada beberapa yayasan yang melakukan perjanjian dengan pekerjanya. Yayasan tersebut akan memberikan fee kepada pekerja apabila pekerja bersangkutan kembali ke yayasan setelah masa garansi habis. Yayasan kemudian akan menyalurkannya kepada majikan baru dan akan mendapatkan admin kembali. Hal ini membuat para pekerja hanya akan bekerja selama 2-3 bulan atau sampai dengan garansi habis dengan tujuan agar mendapatkan tambahan uang dari admin fee. Imbasnya, para pengasuh tersebut hanya akan bertahan kerja dalam hitungan bulan ditempat bunda.

Setelah menentukan cara mendapatkannya,selanjutnya yang perlu bunda pikirkan adalah cara menyeleksi para pengasuh tersebut. Berdasarkan pengalaman saya menggunakan baby sitter ataupun asisten selama 10 tahun, saya menggunakan beberapa pertimbangan untuk memperkerjakan seorang art  :

  1. Penampilan fisik. Kenapa ini menjadi pertimbangan utama saya? Bukan saya mendiskriminasikan orang berdasarkan tampilannya, namun ini lebih kepada kebutuhan saya dalam mempekerjakan mereka. Apabila saya mencari  pengasuh untuk merawat anak, maka saya menginginkan pengasuh anak saya harus terlihat bersih. Tidak ada penyakit kulit, kuku tangan harus bersih, rambut terikat rapi dst. Selain itu, kriteria fisik pengasuh saat anak saya bayi  akan berbeda dengan saat anak saya telah batita juga. Untuk mengasuh anak yang sudah batita, saya lebih memilih pengasuh yang masih muda dan kurus. Ini mengingat usia anak yang sedang aktif sehingga memerlukan pengasuh yang cekatan. Yang tentunya hal ini tidak berlaku untuk pengasuh bayi.
  2. Pengalaman kerja. Biasanya untuk mengasuh anak yang masih bayi, saya mensyaratkan pengasuh yang sudah memiliki kemampuan mengasuh bayi sebelumnya. Sebaliknya saat memilih pengasuh untuk anak saya yang sudah batita, saya lebih memilih pengasuh yang belum begitu berpengalaman namun mau belajar.
  3. Asal daerah. Kriteria ini lebih ke subyektifitas saya. Selama ini, saya pernah beberapa kali mempekerjakan asisten rumah tangga dari suku tertentu dan ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.  Sehingga untuk sekarang saya lebih memprioritaskan untuk mempekerjakan baby sitter atau art dari daerah tertentu.
  4. Lulus dalam wawancara. Hal yang wajib dilakukan sebelum memutuskan untuk menerima mereka bekerja adalah mereka harus lulus wawancara dengan saya. Biasanya wawancara saya lakukan melalui telepon atau video call. Karena keterbatasan waktu, saya memang tidak mendatangi langsung lokasi yayasannya. Saya mengandalkan komunikasi melalui telepon dan whattsap untuk memilih pekerja, baru kemudian pekerja tersebut diantar oleh yayasan ke rumah saya. Beberapa pertanyaan yang biasa saya tanyakan antara lain : Nama dan umur pekerja, daerah asal pekerja, Pendidikan terakhir, anak keberapa, apa tujuan bekerja, pengalaman bekerja sebelumnya (berapa lama bekerja ditempat sebelumnya, apakah majikan sebelumnya bekerja atau tidak, apa yang dilakukan ditempat sebelumnya, dst).
  5. Selain poin 1-4, pada akhirnya saya mengandalkan intuisi dalam membuat keputusan untuk mengambil pekerja tersebut. Terkadang saya sering terpaksa memperkerjakan seorang ART padahal sudah tidak sreg dari awal. Dan ternyata akhirnya ternyata benar bahwa ART itu tidak baik, misalnya mencuri, berbohong dst.

Demikian sedikit pengalaman yang bisa saya bagi terkait Asisten Rumah Tangga ataupun Baby Sitter. Semoga membantu yaaaaa ^_^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Chocochips – Cranberries Scones

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Weekend selalu menjadi pilihan waktu untuk membuat cemilan bagi ananda. Namun apa daya, bagi seorang working mom justru seringkali weekend menjadi hari yang sangat sibuk. Banyak hal  yang tidak bisa dikerjakan pada weekdays karena harus bekerja, dialihkan untuk dikerjakan pada sabtu- minggu. Namun diantara padatnya jadwal, saya tetap berusaha menyisihkan waktu untuk membuat kue bersama Kiya dan Khaleev.

Pada hari minggu kemarin kami baru tiba dirumah pukul 16.00 Wib setelah seharian berada di luar rumah. Mau bikin kue tapi kok rasanya capek. Mikirin cemilan yang cepat dan gampang dibikin. Dan akhirnya pilihan jatuh pada Scones.

Scones merupakan roti tradisional inggris. Menurut wikipidea,  Scones yang berasal dari kata sconbrot  merupakan roti khas Skotlandia yang pada akhirnya diadaptasi oleh masyarakat Inggris menjadi makanan khas Inggris.  Scones memiliki tiga bahan utama yaitu tepung, mentega dan susu.

Roti ini enak  tapi gampang  banget dibikinnya.

Chocochips – Cranberries scones

recipes by @dapoer_azkhal

Bahan :

Tepung terigu protein rendah 250 gr

Gula pasir 45 gr

1 sdt Baking powder

1/4 sdt garam

Unsalted butter 110gr

1 sdt vanilla extract

100 whipping cream (bisa ganti uht)

1 sdt air lemon

Chocochips dan cranberries secukupnya

Langkah:

  1. Campurkan tepung, gula, baking powder Dan garam
  2. Masukkan unsalted butter dan aduk hingga ber bulir
  3. Tambahkan vanilla extract dan air lemon
  4. Masukkan whipping cream secara bertahap sampai adonan cukup padat.(cairan secukupnya tidak perlu sampai habis)
  5. Tambahkan Chocochips Dan cranberries. Aduk rata dengan lembut
  6. Bentuk adonan hingga bulat seperti pizza. Potong delapan
  7. Masukkan kedalam oven. Alasi kue dengan kertas roti atau olesi dengan mentega terlebih dahulu
  8. Panggang suhu 200 c selama 15-20 menit.

Catatan pinggir : 

  1. Berhati- hati saat memasukkan cairan. Jangan sampai adonan terlalu lembek sehingga susah dibentuk.
  2. Kenali ovenmu. Saya menggunakan oven Kirin cukup dipanggang selama 15 menit pada suhu 200c.

Dan beginilah hasilnyaaaa

(Maafkeunnn kalau gambarnya agak gelap karena saat pemotretan kondisinya hujan badai -_-)

Overall kue ini worthed untuk dibuat untuk emak2 yang ingin menyajikan cemilan sehat, enak dalam waktu yang cepat. Si kecil juga hepi karena bikinnya gampang dan hasilnya cepat.

Selamat Mencobaaa

Hongkong Egg Tart

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Sekitar seminggu yang lalu, Kakak Kiya request untuk dibuatkan Hongkong Egg Tart alias Pie Susu. Namun keinginan tersebut terus tertunda seiring dengan kesibukan emaknya. Akhirnya pada hari minggu kemarin disempatkan untuk membuat kue tersebut bersama Kiya.

Untuk resep dan cara aku share disini ya ^_^

Hongkong Egg Tart (resep asli : tintinrayner)

Bahan kulit :

175 gr tepung terigu serbaguna

1 sdm gula halus

100 margarine dan butter

1 butir kuning telur

Bahan Filling:

100 ml whipped cream

85 gr susu kental Manis

2 butir kuning telur

1/2 sdt pasta vanilla

1/4 sdt garam

Cara membuat :

  1. Kulit : Campur semua bahan, diaduk, dikepal Dan digilas. Cetak di cetakan pie. Tusuk bagian tengah dengan garpu. Sisihkan
  2. Filling : Aduk semua menjadi satu menggunakan balloon whisk sampai tercampur rata. saring.
  3. Tuang pada kulit pie. Panggang sampai matang. Selamat menikmati

 

Kue ini tergolong mudah dan cepat untuk dibuat. Namun, harus berhati -hati saat memanggangnya. Dalam resep asli, kue tersebut seharusnya dipanggang pada suhu 160c selama 40 menit. Kebetulan oven saya adalah oven listrik dan settingan otomatis api atas atau api bawah (180 c) dan api atas-bawah (200c). Sehingga saya mencoba di suhu  oven 200 selama 12 menit dan api atas (180c) selama 10 menit. Dan tada… hasilnya beberapa agak gelap alias sedikit gosong😅.

Tapi so far, resep ini worthed untuk dicoba. Gampang, cepat dan enakkkk. Si kecil pasti suka ^_^

So, tunggu apa lagi? Yuk dipraktekkan bersama buah hati tercinta

 

 

 

 

 

Baby Blues & Post Partum Depression

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Tulisan kali ini saya buat  terinspirasi dari cerita teman- teman yang baru kembali bekerja setelah cuti melahirkan selama tiga bulan lamanya. Masa selepas melahirkan sampai dengan dua bulan pertama setelah ananda lahir diwarnai oleh berbagai cerita terkait proses melahirkan, Asi yang belum keluar, pengasuh yang sulit didapat dan masih banyak lagu. Namun setelah cukup lama saling tukar cerita, saya baru menyadari kalau ternyata banyak ibu muda tidak memiliki cukup pengetahuan tentang masalah psikologis yang kerapkali dialami oleh ibunda yang baru melahirkan. Banyak bunda yang merasakan dampaknya namun tidak tahu apakah yang sedang terjadi dengannya dan bagaimana cara mengatasinya. Dalam dunia kesehatan, masalah psikologis  yang terjadi pasca melahirkan dikenal dengan Baby Blues dan Post Partum Depression.

Apakah itu ??
Baby blues sydrom merupakan masalah gangguan emosional pada ibu yang baru melahirkan. Kondisi tersebut biasanya hanya terjadi sesaat atau sekitar 3-6 hari. Paling lama, baby blues bisa berlangsung selama dua minggu. Ini adalah bentuk depresi pasca-kelahiran yang paling ringan.
Saya sendiri pernah mengalami baby blues pada  kehamilan anak pertama. Pada saat itu, Kiya (anak saya-red) yang baru berusia lima hari tertular batuk pilek yang saya derita. Saat itu saya merasa sangat bersalah. Dan sebagai akibatnya saya sampai menangis di bawah meja sambil terus menyalahkan diri. Untunglah keluarga sigap mengambil peran untuk menghentikan perasaan tidak karuan yang saya alami. Suami dengan segala usaha berusaha menyenangkan hati saya, Mama menceritakan pengalamannya dulu yang membuat saya tidak merasa sebagai ibu terburuk di dunia dan anggota keluarga lain terus menunjukkan perhtian dan dukungannya. Dan alhamdulillah syndrom yang saya alami hanya berlangsung satu hari.

Lalu bagaimana dengan Postpartum Depression (PPD) ? Pada dasarnya gejala keduanya mirip, yang membedakan adalah dampak dan waktunya. Baby Blues syndrom gejalanya lebih ringan dan lebih singkat dibandingkan PPD. Gejala Baby Blues juga tidak sampai membuat ibu kehilangan kemampuan untuk mengasuh anaknya atau melakukan kegiatan sehari-hari.
Sebaliknya, Postpartum Depression (PPD) memiliki gejala yang lebih serius. Biasanya terjadi lebih dari dua minggu setelah melahirkan. Ibunda yang mengidap PPD biasanya merasa kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan. Ibu bisa juga mengalami kesulitan tidur atau justru tidur berlebihan. Ibu dengan PPD juga akan merasa kehilangan harapan, putus asa dan kurang gairah hidup. Ibu akan merasakan rasa malu, bersalah yang berlebihan dan kurang kepercayaan diri untuk mengasuh anak. Bahkan terkadang dampak PPD bisa sangat berbahaya, yaitu ibu bisa menyakiti anaknya sendiri.
Salah satu teman sejawat saya ada yang mengidap PPD. Ia memperoleh buah hati melalui serangkaian proses yang cukup melelahkan. Mulai dari berbagai usaha yang dilakukan dalam program kehamilan hingga masa kehamilan yang cukup berat sehingga membuatnya harus bed rest berbulan- bulan lamanya. Alhamdulillah buah hatinya lahir dalam keadaan sehat ke dunia. Namun ternyata kemudian ia merasakan kelelahan yang luar biasa, bukan hanya secara fisik namun lebih ke mental. Ia  sampai pada titik tidak ingin memberikan ASI kepada bayinya. Ia juga merasakan perasaan tidak disayang terutama bila suaminya sedikit larut dalam pekerjaannya. Perasaan tersebut dirasakan selama dua bulan dan bahkan terkadang muncul kembali. Untunglah suaminya cukup aware dengan kondisinya sehingga kondisinya tidak berlarut-larut.

Kondisi PPD bila dibiarkan berlarut- larut dapat menimbulkan akibat yang cukup berbahaya. Beberapa kasus dimana ibu menyakiti bayinya ternyata merupakan dampak dari PPD yang tidak segera diatasi oleh suami dan orang terdekatnya. Tidak sedikit suami dan keluarga yang menyepelekan masalah ini dan beranggapan permasalahan psikologis yang menimpa ibunda  akan selesai seiring anak bertambah usia

Jadi apakah yang harus dilakukan?
Pesan untuk suami, hendaknya cukup sensitif dengan kondisi yang dialami oleh istrinya. Seorang ibunda yang sedang mengalami fase baru dalam hidupnya tentu akan merasakan berbagai hal, termasuk diantaranya ketakutan, kelelahan dan perasaan negatif lainnya. Berikan telinga untuk mendengar keluhannya, berikanlah pelukan untuk menenangkan keresahannya, berikan bahu sebagai tempatnya bersandar, berikanlah  dukungan dan bantuan baik secara fisik maupun moril.

Amati keadaannya. Minta bantuan anggota keluarga yang lain atau lingkungan sekitarnya. Namun bila kondisi terus berlanjut dan semakin buruk, maka lebih baik melibatkan pihak lain, misalnya dokter.

Salam,

Rilia

PPD

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge writing indiscript creative Perempuan Menulis Bahagia

Hybrid Bread/ Vegan Bread

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Halo…. setelah sekian lama vakum karena berbagai kesibukan dan hal lainnya, akhirnya saya bisa kembali share berbagai hal di website ini.
Kali ini saya akan berbagi mengenai resep baru dari Ig iceungik. Resep itu saya modif sedikit.
Langsung aja yaaa

Hybrid Bread/Vegan Bread

Vegan Bread

Bahan
260 gr tepung terigu protein tinggi
30 gr gula pasir
10 gr cream nabati bubuk
4gr ragi instant
172 gr total timbangan kuning telur+air kelapa dingin (muda/tua/hydrococo)

Bahan B
40 gr butter
3 gr garam

Topping
Butter kotak
Mozarella
Brown Sugar

Cara membuatnya :
1. Campur Bahan A sampai setengah kalis. Masukkan cairan perlahan agar tidak menggumpal.
2. Masukkan Bahan B Dan uleni sampai kalis
3. Tutupi adonan dengan Kain basah)/ Plastik selama 45-1 jam (sampai adonan mengembang dua kali lipat)
4. Timbangan adonan dan bagi @35gr atau sesuai selera
5. Diamkan sepuluh menit, baru bentuk bulat atau sesuai selera
6. Diamkan sekitar sejam lalu gunting atasnya Dan isi butter dan brown sugar/ mozarella
7. Panggang sekitar 10 menit atau sesuai oven masing-masing

IMG20190309193102IMG20190309194311

Roti yang dihasilkan lembut dan sedikit gurih. Rasa gurih didapat dari air kelapa. Worthed untuk dipraktekkan bersama ananda tercinta ^_^