Donat Kentang

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Kalau ditanya apakah salah satu kegiatan yang paling dinantikan pada saat weekend? Maka jawabannya adalah membuat kue. Setiap sabtu atau minggu aku selalu menyempatkan untuk membuat kue bersama putri tercinta, Kiya.

Salah satu menu favorit yang sering dibuat adalah donat kentang. Sang koki kecil sangat bersemangat dalam menimbang adonan, membentuk sampai dengan menghiasnya.

 

Berikut kusertakan resep donat kentang favoritnya:

Bahan :

1. 500 gr tepung terigu protein tinggi

2. 50 gr susu bubuk

3. 11 ragi instant

4. 200 gr kentang halus —> Haluskan dan dinginkan

5. 100 gr gula kastor

6. 75 gr mentega

7. 1/4 sdt garam

8. 4 kuning telur

9. 100 ml air dingin

Cara membuat :

1. Campurkan tepung terigu, susu bubuk, gula halus dan ragi. Aduk rata

2. Tambahkan kentang halus, kuning telur dan dan air sedikit demi sedikit hingga setengah kalis. Tambahkan garam dan mentega. Uleni hingga kalis.

3. Diamkan selama kurang lebih 20-30 menit. Tutupi dengan serbet lembab.

4. Diamkan hingga mengembang

5. Goreng donat dengan api sedang cenderung kecil. Angkat dan tiriskan.

6. Setelah dingin beri topping sesuai selera.

Donat kentang yang sudah ready ^_^

Sebagai Ibu bekerja, weekend merupakan hari- hari terpadat. Kami biasa menghabiskan waktu dengan mengantar anak bermain dan les, belanja mingguan, pengajian dan olahraga. Namun disela aktifitas yang padat tersebut, aku selalu berusaha menyisihkan waktu untuk membuat kue bersama.

Mengapa? Karena ini bukan soal rasa atau higienis semata. Ini soal bagaimana menghabiskan waktu bersama tercinta, membuat kenangan bersamanya. Actually, ini merupakan salah satu caraku mengekpresikan cinta.

Yuk, memasak bersama putri tercinta😋😍11b110ec3d6eaed1c99b5af522926ad8

Happy Mothers Day

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Saat mendengar tangisanmu untuk kali pertama

Sungguh indah menenangkan jiwa

Seketika menghapus sakit yang mendera

 

Ketika tubuh mungilmu berada dipelukan

Menguarkan aroma tubuh penenang jiwa

Penghilang duka berganti bahagia

 

Saat hari-hariku selanjutnya tidak lagi sama

Kusadari aku tak pernah belajar menjadi seorang bunda

Sungguh aku tidak punya cukup ilmu untuk memahami semua

Hanya berbekal tekad dan cinta

Berusaha memberikan terbaik untuk tercinta

 

Saat diri terjebak dalam kesibukan dunia

Dan sabar seringkali terkubur oleh amarah yang menyala

Namun diri tak pernah lelah berupaya

Dan doa terus terpanjat pada Allah Swt yang maha kuasa

 

Ananda

Betapa ingin aku seperti mereka

Bersama menikmati aliran waktu yang mengiringi tumbuh kembang kalian

Namun saat doa belum terkabulkan

Sabarlah sayang, percayalah Allah SWT akan menunjukkan jalan

 

Dan waktu telah bergulir tanpa terasa

Buah hati kecilku perlahan beranjak belia

Puluhan kisah masih terbentang di depan mata

Mari bersama kita jelang dengan berselimut takwa

IMG_20181220_072937_726

Certified Fraud Examiner

bismillahirrahmanirrahim-master-logoblogspotcoid-800x420

Halo … Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam memperoleh sertifikasi CFE. Barangkali ada rekan- rekan yang berminat mengikuti ujian CFE tersebut.

Apa itu CFE? Certified Fraud Examiner (CFE) adalah seorang spesialis dalam mencegah dan memberantas fraud/ kecurangan. Dengan memperoleh CFE, seseorang menunjukkan kompetensi dan komitmen profesionalnya dibidang anti fraud.

Sebelum mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian, peserta harus memenuhi syarat- syarat sbb :

  • Menjadi associate member ACFE
  • Memenuhi persyaratan minimum akademis dan profesional.  Pada dasarnya peserta memiliki pendidikan setingkat sarjana (setara) dan telah berkontribusi minimal dua tahun dalam posisi yang berkontribusi terhadap pencegahan, deteksi atau antisipasi fraud.
  • Memiliki karakter moral yang tinggi
  • Setuju untuk mengikuti peraturan dan kode etik profesional dari Association of Certified Fraud Examiners.

Pada bulan Juli 2018, saya mendapatkan kesempatan dari kantor untuk mengikuti pelatihan persiapan ujian CFE  (CFE Exam Preparation Course) yang diadakan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Training  yang berlangsung selama lima hari tersebut membahas materi yang akan diujiankan untuk memperoleh gelar CFE.

Materi ujian antara lain :

  1. Fraud Prevention and Deterrence
  2. Financial Transactions and Fraud Schemes
  3. Investigation
  4. Law

Biaya CFE preparation course dan biaya ujian sertifikasi CFE adalah sbb :

1. Biaya menjadi associate member, biaya pendaftaran ujian dan biaya pembelian materi  latihan (software)

  • Biaya menjadi associate member sebesar USD 70
  • Biaya pendaftaran ujian sebesar USD 300
  • Biaya pembelian materi latihan software sebesar USD 795

2. Biaya penyelenggaraan CFE Exam Preparation Course sebesar Rp. 11.500.000

Apabila calon peserta ujian membeli software latihan, maka ia berhak mendapatkan Money Back Pass Guarantee bila gagal dalam ujian. Bagi peserta yang tidak lulus diberikan kesempatan untuk mengulang dua kali. Namun ketentuan Money Back Pass Guarantee tersebut berlaku apabila :

1. Calon peserta telah mengerjakan dengan benar sebanyak 1500 soal dalam modul review session.

2. Calon peserta ujian telah mengerjakan modul practice exams dan mendapatkan nilai minimal 85 dalam setiap materi yang diujiankan.

Pada saat mengikuti CFE Exam Preparation, saya diinfokan bahwa biasanya seseorang akan memerlukan waktu belajar sekitar 60 jam agar dapat lulus CFE. Sehingga apabila setiap harinya menyisihkan waktu 1 jam untuk belajar, maka akan dibutuhkan sekitar 2 bulan agar cukup siap untuk menghadapi ujian. Saya sendiri  mengikuti ujian setelah 2,5 bulan mengikuti CFE Exam Training.

Saya mengikuti ujian CFE pada tanggal 25- 26 September 2018. Ada empat materi yang diujikan dengan jumlah soal 100 per materi. Waktu yang diberikan sebanyak 1.15 menit (1 menit 15 detik) untuk setiap soal yang ada dan otomatis akan hangus apabila tidak dijawab dalam jangka waktu tersebut. Jadwal ujian adalah dua hari dan peserta diberikan keleluasan untuk memilih jam pelaksanaan. Saya memilih untuk membagi 4 materi yang diujiankan dalam dua hari. Hal ini sengaja dilakukan agar otak tidak terlalu “penuh” bila langsung mengerjakan 4 materi dalam satu hari.

Ada satu cerita yang cukup unik pada saat pelaksanaan ujian CFE. Sehari sebelum ujian, saya diinfokan bahwa metode pengujian kali ini menggunakan metode online. Mekanisme yang selama ini terjadi adalah peserta mengikuti ujian melalui modul yang sudah diunduh sebelumnya. Setelah selesai dikerjakan seluruhnya oleh peserta, baru modul tersebut dikirim online ke ACFE Global yang berkedudukan di Austin, Texas untuk direview. Namun, untuk kali ini ternyata metode yang ada adalah peserta harus koneksi langsung ke internet dan mengerjakan soal yang langsung terkoneksi dengan database ACFE Global. Kekurangannya adalah apabila jaringan internetnya jelek, maka kemungkinan bisa gagal untuk mengakses soal dan mengirim jawaban.

Hal itulah yang membuat ACFE indonesia menawarkan kepada saya agar ujian ditunda dulu sehingga mereka bisa berkonsultasi dengan ACFE Global mengenai kondisi internet indonesia yang seringkali kurang stabil. Tujuannya agar mekanisme ujian bisa kembali seperti sebelumnya. Setelah saya berdiskusi dengan teman yang akan mengikuti ujian juga, kami bersepakat untuk tetap pada jadwal semula dan melakukan ujian secara online. Hal ini disebabkan kami sudah mengosongkan jadwal untuk mengikuti ujian CFE dan bila jadwalnya mundur maka dikhawatirkan akan bentrok dengan kegiatan lainnya.

Dan ternyata saat mengikuti ujian secara online, saya mengalami apa yang dikhawatirkan sebelumnya. Pada saat sedang mengerjakan soal ujian, tiba – tiba jaringan internet down yang akhirnya menyebabkan dua soal hangus. Qadarullah walau proses ujian tidak begitu smooth, alhamdullilah saya berhasil lulus CFE. Dan karena ujian bersifat online maka hanya diperlukan kurang dari 24 jam untuk mengetahui hasil ujian. Saya sendiri mendapatkan pemberitahuan lulus hanya berselang 12 jam dari selesai ujian.

Jadi bila ditanya bagaimana kiat saya agar bisa langsung lulus seluruh materi dalam ujian CFE :

1. Komitmen

Hal ini merupakan pondasi awal yang sangat penting, apalagi untuk para profesional yang memiliki segudang kesibukan. Saya sendiri adalah seorang ibu bekerja dengan dua orang anak yang masih kecil. Selain menjalani profesi sebagai istri, ibu dan karyawan, saya juga memiliki pekerjaan sampingan, bila saya tidak memiliki komitmen yang tinggi agar bisa lulus ujian, maka besar kemungkinan saya tidak lulus ujian.

2. Merencanakan target, langkah yang dilakukan untuk mencapainya dan konsisten menjalaninya.

Sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus ditempuh agar bisa mengikuti ujian dan salah satunya adalah dengan mengerjakan soal yang sangat banyak (modul review session dan practice exams). Saat merencanakan untuk mengikuti ujian CFE, saya telah membuat target untuk mengikuti ujian pada akhir september 2018.  Agar bisa mencapai target itu, saya harus menyisihkan waktu minimal sejam sehari untuk latihan soal. Dan waktu yang saya rencanakan adalah pagi sebelum bekerja dan pada saat istirahat siang. Realisasinya, seringkali saya latihan soal sambil makan siang karena tidak sempat latihan soal di pagi hari. Inilah penyebab mengapa saya sangat menekankan komitmen. Karena bila tidak ada komitmen, percaya deh pasti males banget harus belajar pada waktu seharusnya kita leyeh-leyeh setelah lelah bekerja. Konsistensi juga penting karena bila lalai dalam beberapa waktu maka akan sulit memulainya kembali.

3. Memahami soal yang terdapat dalam Modul Review Session dan Practice Exams

Soal ujian CFE tidak sama persis dengan latihan soal. Namun apabila kita telah memahami soal latihan, maka insya Allah akan dapat mengerjakannya. Jadi ingat, latihan soal jangan dihapal namun dipahami (hehe).

4. Berdoa

Yang terakhir dan paling penting adalah berdoa. Memohon kepada Allah SWT agar diridhoi, dilancarkan segala urusannya dan dikabulkan keinginannya.

Dimana ada keinginan selalu ada jalan. Hasil tidak akan mengkhianati usaha. So, Good Luck ya buat yang mau ujian ^_^

images

Meningkatkan kecerdasan anak

Setelah kita memahami berbagai tipe kecerdasan anak sebagaimana yang telah dibahas pada artikel sebelumnya (Benarkah anakku bodoh?), dan sebelum melangkah lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kecerdasan tersebut,  ada baiknya kita memahami terlebih dahulu tentang gaya belajar anak

1. Auditori

Apakah anak bunda akan memahami lebih cepat bila mendengarkan instruksi? Ketika mengeja sebuah kata cenderung mengungkapkan secara fonetik? Bila iya, maka anak bunda merupakan tipe pembelajar auditori. Maka metode yang paling tepat dipilih adalah melalui suara, bisa melalui musik, dsb.

2. Visual

Apakah anak suka mengingat gambar dan diagram? Apakah ia mengingat film dengan mendeskripsikan bagian favoritnya dengan menyebutkan banyak adegan berbeda? Apakah ia suka berkhayal? Jika anak bunda lebih suka mengingat sesuatu yang ia lihat daripada yang ia dengar, mungkin ia seorang pembelajar visual. Alat bantu yang cukup tepat untuk tipe pembelajar visual adalah melalui tontonan atau buku.

3. Kinestetik

Apakah anak belajar dengan melakukan gerakan fisik? Apakah ia sangat aktif dan susah untuk duduk diam? ketika berbicara, apakah anak bunda banyak bergerak dan menggunakan tubuhnya untuk membuat isyarat? Apakah ia lebih senang menunjukkan barang kepada anda daripada menjelaskannya? Jika ya, mungkin ia seorang pembelajar kinestetik. Aktifitas fisik adalah karakter utama anak dengan tipe ini. Ia ingin seluruh tubuhnya terlibat dalam proses belajar. Ajarlah ia berhitung secara fisik dengan menaiki tangga. Ketika membaca biarkan ia mengetukkan jari, berjalan kesana-kemari, bergoyang dan berguncang.

Kini setelah memahami gaya pembelajar anak, kita dapat memilih metode yang paling tepat untuk memaksimalkan kecerdasan anak.  Mari kita bahas satu persatu beberapa cara untuk mengoptimalkan setiap kecerdasan yang ada :

1. Kecerdasan Lingusitik (Kecerdasan Bahasa)

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan bahasa antara lain mudah mengingat kata, suka sejak usia masih dini, suka menceritakan apa yang dibaca dan pengalamannya, suka sekali membaca buku.

Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan bahasa adalah dengan bercerita dan berdiskusi film tentang buku bacaan dan film yang ditonton, bermain teka – teki silang dan membiasakan menulis diary.

2. Kecerdasan Matematis – Logis (Logical – Mathematical Intelligence)

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan Matematis – Logis antara lain rasa ingin tahunya tinggi,senang menghitung, senang mengklasifikasikan, tekun dan suka membaca, memberi dan menuntut argumen yang rasional.

Cara yang dapat ditempuh untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan menyiapkan barang-barang bekas untuk mengasah kreatifitas, menyediakan mainan yang tepat seperti puzzle; permainan angka; bongkar pasang, melibatkan anak dalam beberapa persoalan keluarga misalnya memperbaiki mobil dst.

3. Kecerdasan Ruang (Spatial Intelligence)

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan ruang antara lain mudah belajar melalui penglihatan, suka menggambar,  pengamat yang baik, pemimpi yang suka tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Ayah bunda dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak dengan menyediakan berbagai peralatan seni seperti alat lukis untuk yang menyukai gambar, kamera untuk untuk yang menyukai fotografi. Berikan kesempatan anak untuk mendekor ruangannya sendiri.

4. Kemampuan Kinestetik (Bodily – Kinesthetic intelligence)

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan kinestetik adalah menyukai aktifitas yang menggunakan anggota tubuh, gemar berbicara dengan kedua tangannya, bermain boneka sambil mengajaknya bicara dan sulit duduk diam saat belajar ataupun makan.

Cara untuk  mengoptimalkan kecerdasan ini antara lain dengan  membuat kue bersama- sama, memperbanyak aktifitas fisik seperti olahraga; naik gunung, mengikuti berbagai kursus membuat keramik, menenun dst.

5. Kecerdasan Musikal (Musical intelligence)

Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan musikal adalah peka terhadap bunyi- bunyian, kemajuan yang cepat dalam memainkan alat musik, menyanyikan lagu dengan tangga nada yang tepat dan mudah sekali menghapal lagu atau qira’ah.

Anak dengan tipe ini dapat dioptimalkan kecerdasannya dengan mengikutkan dalam kursus alat musik dan suara, bernyanyi sambil bergoyang, sering mendengarkan musik dan qiraah.

6. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence)

Ciri anak yang memiliki kecerdasan interpersonal antara lain bisa berhubungan baik, suka menjalin komunikasi dengan orang lain, memiliki keterampilan bekerjasama dan menunjukkan kemampuan memimpin.

Ayah bunda dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak dengan berkunjung ke tetangga dan kerabat, menyantuni orang yang terkena musibah, pelatihan leadershipdst.

7. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence)

Ciri anak yang memiliki kecerdasan intrapersonal adalah disiplin tinggi dan suka bekerja sendiri, tidak suka berbaur tapi tidak anti sosial, kreatif, introspektif, sangat mandiri dan berorientasi pada target.

Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan melatih anak berpikir mengenai diri sendiri, membiasakan anak menuliskan isi hati, mendengarkan perasaan dan ide-idenya, bertukar pikiran mengenai kekuatan, kelemahan dan minat anak, mendorong anak mengekspresikan emosinya.

8. Kecerdasan lingkungan (Naturalist intelligence)

Ciri anak yang memiliki kecerdasan lingkungan antara lain perduli pada hewan dan binatang, mampu membedakan atau melihat kesamaan setiap fenomena alam, terpengaruh emosinya terhadap pengelolaan alam yang tidak benar dan antusias ke museum, kebun binatang atau ke hutan.

Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan mendorongnya memelihara binatang peliharaan, membuat taman kecil, mengajak untuk mengamati langit di malam hari, mengajaknya ke museum, cagar alam dan kebun binatang.

9. Kecerdasan eksistensial (Existensial intelligence)

Ciri anak yang memiliki kecerdasan eksistensial antara lain suka mengajukan pertanyaan tentang Tuhan dan  kehidupan, memperhatikan makhluk hidup dan alam sekitar.

Cara yang cukup efektif untuk mengoptimalkan kecerdasan ini adalah dengan mengenalkan kitab suci, kisah nabi,  biografi orang terkenal dan mengaitkan berbagai gejala alam dengan kebesaran Tuhan.

Nah, sudah selesai membaca ciri-ciri diatas? Kira-kira anak-anak kita memiliki kecerdasan yang mana ya? Yuk, kita cari tau dan coba lakukan hal-hal yang bisa mengoptimalkan kecerdasannya.

d60bba8de5e5e9c689a19059f7e51cf1

*sumber : Multiple intellligence (Howard Gardner), Yayasan Kita dan Buah Hati

Precious

Prolog

“Jadi apa rencanamu setelah lulus sarjana?” Papa menarik kursi di sebelahku dan duduk. Beliau mengambil remote tv yang tergeletak di atas meja dan menurunkan volume televisi yang sedari tadi setia mendampingiku menyelesaikan skripsi.

Aku menghentikan ketikanku, lalu ganti memperhatikan Papa. “Masih yang lama, Pa. Aku ingin melanjutkan pendidikan profesi,” jawabku mantap.

“Kamu tetap tidak berubah pikiran? Kan lebih baik mengambil S-2 Manajemen kemudian melamar menjadi bankir, mengikuti jejak Papa. Dengan kemampuanmu, Papa yakin kamu tidak akan mengalami kesulitan untuk bisa seperti Papa dulu.”

Papa masih saja berusaha merayuku. Dan dengan tekad sekuat baja serta impian setinggi awan khas anak kuliah yang sebentar lagi lulus, aku menggeleng kuat-kuat. “Tidak, Pa. Bankir isn’t my passion. Aku ingin berkarier jadi auditor. Dan pada saatnya nanti aku bisa mendirikan kantor akuntan publik sendiri,” tandasku mantap.

“Kamu siap hidup mandiri di luar kota? Ngekos di tempat yang tidak senyaman rumahmu ini? Jakarta biaya hidupnya tinggi dan Papa sudah pensiun, Nak. Kita tidak punya  banyak dana untuk membuatmu hidup sejahtera di ibu kota.”

Aku tersenyum. Kupegang tangan Papa. “Papa nggak usah kuatir. Aku akan berhemat dan berusaha keras untuk membuktikan aku mampu. Hasil penjualan mobil hanya delapan puluh persen digunakan untuk biaya kuliah dan sisanya akan kutabung untuk keperluan mendesak. Percayalah padaku, Pa!”

Papa memandang dengan tatapan khawatir namun aku membalasnya dengan tatapan penuh percaya diri. Mata pria yang menjadi cinta pertamaku tersebut akhirnya menyipit membentuk garis lurus, bibirnya menyunggingkan senyuman.

“Papa percaya dan akan selalu berdoa untukmu.” Papa berdiri dan menepuk bahuku sebelum meninggalkanku.

Aku memandangi punggung Papa yang semakin menjauh dengan senyuman lebar.
Yeayyyy, akhirnya anak bungsu yang disebut paling manja di rumah akan membuktikan kemandiriannya.

Jakartaaaaa… I’m coming!!!!

My Lovely Boss

Hidup ini bukanlah sekadar tuntutan pekerjaan.
Ada banyak warna-warni indah lain di dalamnya.

“Kamu pikir ini kantor nenek moyangmu? Bikin kertas kerja kok nggak beres begini!” suara Desi, manajerku, melengking tinggi diikuti suara benda berat dilemparkan ke dekat kakiku.

Aku menelan ludah. Hari sudah pukul tiga dini hari. Mata yang semula hampir terpejam langsung segar kembali. Sebenarnya tanpa perlu berteriak pun suara manajerku adalah satu-satunya suara yang terdengar di ruangan yang luas ini. Karena memang hanya kami yang tersisa di kantor dini hari ini.

“Lekas perbaiki! Pokoknya sebelum pulang sudah harus ada di mejaku!” perintahnya sambil menyeret tubuh gempalnya pergi.

Aku menunduk mengambil ordner berisi kertas kerja pemeriksaanku. Beberapa halaman terlepas dari cincinnya karena tergesek lantai.

Kuhela napas panjang. Ini malam Minggu. Bahkan sudah masuk Minggu dini hari. Di saat anak muda normal sedang malam Minggu-an, menghabiskan waktu dengan pacar, aku malah terjebak di sini bersama bosku tercinta. Manajer yang dijuluki setan oleh orang-orang yang pernah bekerja di bawahnya. Kesalahan sedikit saja bisa membuatnya mengamuk seperti setan. Contohnya aku. Hanya karena salah memasukkan kode aset pada kertas kerja pemeriksaan, dia sudah marah kesetanan seperti ini.

Aku mengambil ponsel dari atas meja dan membuka aplikasi Whattsap dan mengirimkan pesan ke grup cewek-cewek sableng. Semoga saja sudah ada yang terbangun.

Me : Guys, maaf aku nggak bisa ikutan lagi. Aku masih di kantor dan masih harus memperbaiki revisi si setan.

Ginny : Astaqfirullah, lo masih di kantor? Gue pikir lo udah ngorok di kamar.

Sesuai sudah kuduga, Ginny segera membalas chat-ku. Satu-satunya teman sekantor sekaligus satu kos denganku ini memang terbiasa bangun sangat pagi.

Me : Lo kayak nggak tahu bos gue aja. Mana mungkin gue bisa pulang kalo kerjaan belum kelar.

Ginny : Ya gimana mau kelar? Lo kan megang klien banyak banget. Kabur aja!

Dinda : Astaganaga Arieska!!!!! Jangan bilang lo mau ngebatalin janji lagi untuk jalan sama kita-kita? Ini udah keenam kalinya dalam dua bulan ini. It means kita udah nggak  ketemuan 1,5 bulan!”

Ginny : Jangankan lo yang nggak serumah sama dia, Gin. Gue yang kamarnya cuma tinggal ngesot saja sudah seminggu nggak ketemu!

Dinda : Gimana lo mau punya cowok kalau begini terus, Ka?”

Aku menggaruk kepala yang tidak gatal. Miris banget rasanya. Aku, Arieska Zevanna, tahun ini berumur 24 tahun. Sudah tiga tahun satu bulan aku menjomlo, tepatnya semenjak menetap di ibu kota Jakarta. Alasannya? Tahun pertama sibuk kuliah dan tahun berikutnya terlalu sibuk bekerja. Klise banget! But its true!

Sekarang begini, bagaimana caranya aku bisa menjalin hubungan dengan seorang pria bila sebagian besar waktuku dihabiskan untuk bekerja. Hampir tujuh kali 24 jam aku bekerja? Lebay? Nope!!

Teman segengku semenjak kuliah di Jakarta yang berlanjut hingga sekarang ada tiga  orang. Dinda, Ginny, dan Laksmi. Kami bertemu saat aku meneruskan kuliah di Jakarta,  kemudian kami melamar di beberapa tempat kerja. Dinda yang memang orang Jakarta dan tinggal di Rawamangun diterima bekerja di Multinational Company, sebuah perusahaan kosmetik. Laksmi yang datang dari Solo diterima sebagai PNS di daerah Kuningan dan indekos di daerah sana. Sedangkan aku dan Ginny yang orangtuanya tinggal di Bandung menjadi auditor di salah satu big four Kantor Akuntan Publik terbesar di dunia dan memilih indekos di dekat kantor.

Omong-omong soal hubungan asmara, awalnya kami berempat senasib. Maka jadilah geng kami dinamakan Jomlo Ceria. Namun tidak lama kemudian, Laksmi jadian dan disusul Dinda, sehingga nama gengnya berubah jadi Single Ceria.

Jomlo yang tersisa hanya aku dan Ginny. Namun nasib Ginny masih lebih baik ketimbang aku. Manajernya nggak hobi ngajak lembur. Jadi saat ini walaupun masih jomlo, ia bisa dekat dengan seorang pria. Hubungan tanpa status sih ceritanya. Ya mungkin hanya menunggu waktu agar hubungannya diresmikan.

Sedangkan aku? Sebenarnya hubungan percintaanku tidak semenyedihkan itu. Ada beberapa pria yang melakukan pendekatan padaku. Namun hubungannya tidak maju-maju, hanya sebatas telepon dan chatting. Ya gimana mau maju, nge-date saja aku nggak punya waktu!

Kuabaikan grup Whattsapp yang mulai ramai dengan bergabungnya Laksmi. Kalau aku hanya chatting-an, kapan aku bisa memperbaiki review-an bosku yang supergalak itu?

Aku mulai mencetak beberapa kertas kerja yang sudah selesai diperbaiki. Saat berjalan menuju mesin pencetak, aku melihat manajerku sedang berdiskusi dengan partner. Sepertinya perlu kujelaskan sedikit tentang jenjang karier di kantorku. Dimulai dari level terendah, yaitu kacung seperti aku atau yang disebut auditor. Lalu selanjutnya senior auditor, asisten manajer, manajer, dan partner. Sistemnya per proyek. Sehingga untuk setiap proyek, kesempatan berganti bos sangat besar. Namun malangnya, aku belum pernah mendapat kesempatan lepas dari duet maut partner dan manajerku ini. Mereka belum menikah dan hobi banget lembur. Jadi jangan heran kalau setiap hari mereka biasa bekerja hingga dini hari. Dan tentunya aku sebagai kacung harus ikut lembur bersama mereka.

Dari raut wajah dan gesture tubuh mereka sepertinya diskusinya cukup seru. Kulirik jam di pergelangan tangan. Aku heran. Sekarang sudah jam lima pagi dan mereka masih sangat antusias, tidak terlihat mengantuk sama sekali.

Kuletakkan dokumen yang telah dicetak di atas meja. Lebih baik aku solat subuh dulu sebelum melanjutkan pekerjaan. Toh aku hanya tinggal membolongi kertas, memasukkannya ke dalam ordner dan menandatangani kolom prepared.

Selesai solat, kusempatkan melihat ponsel yang kutinggal di meja. Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Mbak Desi. Mungkin tadi dia mencari ke kubikelku namun aku tidak ada karena sedang solat. Nanti saja kutemui sambil memberikan file kertas kerja yang telah diperbaiki.

Jam tepat menunjukkan pukul 06.00 pagi saat tugasku akhirnya selesai. Bergegas kubereskan laptop sebelum membawa dokumen ke meja kerja Mbak Desi. Bibirku komat-kamit berdoa semoga ibu satu itu tidak ada di ruangannya sehingga aku bisa segera pulang.

Dan alhamdulillah kali ini doaku terkabul. Ruangan Mbak Desi kosong. Bergegas aku meletakkan dokumen dan segera keluar. Kusambar tas dan setengah berlari menuju lift. Pintu lift terbuka bersamaan dengan teriakan yang memanggil namaku. Suara Mbak Desi.

Aku langsung masuk ke dalam lift dan menekan tombol Ground.

Me : Girls, gue berhasil kabur. Tapi jam ketemuannya diundur yaaa… gue ngantuk!

Laksmi : Alhamdulillah, iya tidur dulu aja, Ries. Sampai ketemu nanti yaaa.

Dinda : Nek, jangan lama-lama ya tidurnya. Jam sebelas ketemu di Foodcourt PS ya!

Ginny : Tenang, nanti gue gedor-gedor pintunya biar bangun.

Pintu lift terbuka. Aku melangkah keluar, menuju tempat antrean taksi resmi di gedung ini. Namun belum sempat aku naik ke taksi, seseorang menepuk bahuku. Mbak Desi.

“Hei, kamu sudah di bawah toh? Tadi aku panggil-panggil tapi kamu nggak ada. Kupikir kamu sudah lama pulang. Oke, selamat istirahat ya. Sampai berjumpa besok.” Ia melangkah pergi. Namun sesaat kemudian ia menghentikan langkah dan memutar tubuhnya menghadapku.

“Oh ya, kertas kerjamu harus direvisi kembali. Ada perubahan kesimpulan. Senin pagi langsung ke tempat saya ya.” Ia melenggang pergi, meninggalkanku yang mendadak mual saat mendengar kata-katanya. Kukepalkan tanganku. Stres!

Please, somebody help me!!!

Penasaran? Boleh intip lanjutannya di wattpad @Riliaputri

Mencicipi pesona Luwuk, Banggai, Sulawesi Tengah

Sudah bukan rahasia lagi bila kawasan timur indonesia menjadi salah satu obyek wisata favorit. Keindahan alam yang masih murni dan relatif masih belum “tersentuh” ditambah berbagai jenis makanan khas tentunya akan mengundang minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Beberapa waktu lalu, aku mendapat penugasan untuk melakukan perjalanan dinas ke kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dan kali ini aku akan berbagi cerita tentang perjalananku kesana, alih-alih menceritakan pekerjaanku selama disana yang pastinya kurang menarik untuk diceritakan.

Aku dan rombongan berangkat dari Jakarta menggunakan pesawat Garuda  dengan tujuan Makassar pada pukul 07.05 WIB dan tiba di Bandar Udara Sultan International Hasanuddin pukul 10.45 WITA. Perjalanan dilanjutkan dengan pesawat Sriwijaya Air dengan rute Makassar – Luwuk pukul 14.00 WITA. Kami tiba di Bandar udara Syukuran Aminuddin Amir pada pukul 15.10 Wib.

Bandara Syukuran Aminuddin Amir

Aku cukup terkesan dengan bandaranya yang walaupun kecil namun bersih dan rapi. Menurut informasi, memang baru saja dilakukan renovasi besar- besaran. Mudah- mudahan keadaannya yang tertata rapi dan bersih akan terjaga terus, bukan sekedar bersifat sementara setelah renovasi. Ada yang hal cukup menarik dilihat di bandara ini. Terdapat beberapa manekin mengenakan pakaian adat. Cara yang cukup baik untuk mengenalkan budaya pada pendatang dari luar daerah.

 

Swiss Belinn Hotel Luwuk

Selama disana, aku  menginap di Swiss Belinn Hotel Luwuk. Hotel tersebut dapat ditempuh dalam tempo sekitar 10 menit berkendara dari Bandara Syukuran Aminuddin Amir.

4da5064e1f6c571c0cfa173264b21644_ctb

Hotel yang terletak diatas Bukit Halimun ini menyajikan pemandangan indah dari kota Luwuk, garis pantai Banggai bagian selatan dan Laut Banda. Fasilitas yang diberikan tidak jauh berbeda dengan hotel Swiss Bellin yang berada di kota lainnya. Yang agak membedakan hanya desain bangunannya. Lobby hotel ini berada di lantai paling atas sedangkan kamar tamu berada dilantai bawahnya. Sehingga bila difoto dari atas akan lebih terlihat seperti rumah dengan kamar bertingkat dan bukan hotel bintang 4.

Mengenai makanan hotel, menurutku standar dan tidak ada yang spesial. Namun untuk pelayanan, aku cukup terkesan dengan pelayanan staff hotel yang ramah dan professional. Ada satu cerita tentang pelayanan staf yang sangat helpful. Jadi ceritanya, pada saat tiba di Jakarta aku baru menyadari kalau  charger laptop ketinggalan di  Luwuk. Maka aku segera konfirmasi ke hotel dan mendapatkan respon yang sangat baik. Mereka mengecek keberadaan charger tersebut, memastikan kalau memang akulah pemiliknya dan  membantu mencarikan jasa ekspedisi yang bisa mengirimkan secara cepat. Walaupun pada akhirnya charger tersebut  dititipkan pada rekan kerja yang juga akan ke Jakarta, aku sangat mengapresiasi pelayanan staff hotelnya.

Gambar dibawah diambil saat berada di lobby hotel.

IMG-20181204-WA0002

Kuliner

Selama berada disana selama empat hari, aku mencoba beberapa jenis makanan, yang kebanyakan dicoba malam hari sepulang dari kantor.

  1. Kaledo Garuda

Kaledo merupakan singkatan dari Kaki Lembu Donggala (Kaledo). Tempat makannya berada di  rumah yang terletak dikawasan garuda.

Sebagai pecinta makanan berlemak, kaledo ini menurutku rasanya enak dengan daging yang lembut dan kuah yang segar. Harga satu porsi adalah Rp.50.000

 

2. Rm. Konro H. Agus Salim

Ada beberapa jenis menu yang ditawarkan disini. Antara lain Sop Konro, Sop Saudara dan Sop Kikil. Aku sendiri mencoba Sop Konro. Dagingnya lembut dengan bumbu khas konro. Bisa dibeli dengan harga Rp 40.000/porsi.

3. Rm Seafood, Pagimana, Banggai

Aku mencoba makan disini pada hari kepulangan ke Jakarta. Dari depan,  tempatnya terlihat hanya seperti rumah kecil yang berada di samping bengkel. Namun setelah masuk ternyata tempatnya cukup luas dan menawarkan pemandangan laut yang indah

 

Makanan yang disajikan juga rasanya cukup maknyuss. Cukup worthed lah dengan lamanya perjalanan yang ditempuh untuk bisa kesini.

 

4. Kedai Pisang Roa, di pinggir pantai

Banyak terdapat kedai yang menjual pisang roa di pinggir pantai.  Saat mampir ke salah satu kedai, ternyata hujan turun sehingga kami tidak bisa menikmati penganan sambil menikmati indahnya laut.

Secara keseluruhan, Luwuk bisa dikatakan kota yang indah dan sangat potensial sebagai kota wisata apabila dikembangkan secara profesional.

IMG20181129143200

Demikian sedikit cerita perjalananku ke Luwuk. Mudah- mudahan bisa menjadi referensi bagi yang berencana kesana yaaaaa.