Karena Takdir Akan Menemukan Jalannya

“If you want to walk fast, walk alone. But if you want to walk far, walk together”
Hal itulah yang memotivasi kami, alumni SP16 untuk menerbitkan novel bersama.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Kami membukukan karya kami dalam antologi “Karena takdir akan menemukan jalannya”. Dalam buku tersebut kami menuturkan berbagai kisah tentang keindahan cinta. Kami menguraikan beberapa cerita tentang takdir cinta manusia.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
“Cinta tidak akan berubah rasanya meskipun hanya disimpan. Tidak berkurang nilainya.
Yang membedakan adalah kisahmu. Apakah engkau dapat bertahan memendam rasa ataukah engkau memilih untuk berjuang walau belum tahu akhirnya.
Pilihanmu akan menentukan kisah cintamu.”

Quotes tersebut terdapat dalam salah satu kisah yang ada didalam buku antologi tersebut.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Penasaran? Yuk order di 081210018025
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
See ya 😍
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
IMG-20181130-WA0004

Dear Ananda

Dear Ananda

Janganlah bermuram durja

Kepergian ummi hanya untuk sementara

Relakanlah dengan senyum dan tawa

 

Dear Ananda

Jangan lah berduka

Hapus airmata dari wajahmu yang biasanya ceria

Sehingga ummi bisa menjalani hari dengan bahagia

Sampai pada waktunya nanti kita kan kembali bersua

 

Dear Ananda

Hilangkanlah sedih dari paras belia

Kirimkan selalu doa dari ananda tercinta

Percayalah bahwa dimanapun ummi berada

Hati kita akan selalu bersama

IMG-20181127-WA0004

*edisikangenanak

 

Benarkah anakku bodoh?

“Kenapa ya anakku kok susah sekali diajarin baca?”

“Kalau anakku malah susah banget berhitung. Pengen nangis rasanya kalau udah ngajarin dia. Ga bisa- bisa terus.”

“Kalau anakku paling susah kalo disuruh olahraga. Lari sedikit saja sudah ngos-ngosan.”

Sound familiar dengan percakapan diatas? Iya, itu pembicaraan yang banyak terjadi di kalangan ibu-ibu. Obrolan yang berlanjut pada keluhan dan terkadang malah akhirnya berujung kekecewaan pada anaknya. Ada ibu yang merasa kenapa anaknya tidak memiliki kelebihan yang cukup menonjol. Selanjutnya bisa muncul pertanyaan “Duh, bagaimana ya kalau anakku tidak bisa survive di masa depan?”

Bunda, ketahuilah bahwa tidak ada anak yang bodoh. Yang ada hanyalah anak yang kecerdasannya tidak digali sejak dini hingga tersia- sia.

Menurut Howard Gardner, manusia tidak memiliki satu kecerdasan melainkan 9 kecerdasan. Untuk lebih mengenali jenis kecerdasan tersebut, mari kita bahas satu – persatu :

  1. Kecerdasan linguistik (Linguistic Intelligence) merupakan kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata-kata secara efektif saat berbicara atau menulis.
  2. Kecerdasan matematis – logis (Logical – Mathematical Intelligence). Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika.
  3. Kecerdasan ruang (spatial intelligence) merupakan kemampuan untuk menangkap  ruang visual secara tepat dan kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat.
  4. Kemampuan kinestetik (bodily – kinesthetic intelligence) merupakan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan.
  5. Kecerdasan musikal (Musical intelligence) merupakan kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi,dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik.
  6. Kecerdasan interpersonal (Interpersonal intelligence) merupakan kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain.
  7. Kecerdasan intrapersonal (Intrapersonal intelligence) merupakan kemampuan berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengalaman diri serta mampu berefleksi dan keseimbangan diri, kesadaran tinggi akan gagasan-gagasan.
  8. Kecerdasan lingkungan (Naturalist intelligence) merupakan kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikasi tanaman, binatang dan fenomena alam.
  9. Kecerdasan eksistensial (Existensial intelligence) merupakan kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan- persoalan terkait eksistensi manusia.

Kecerdasan tersebut diatas dapat digolongkan lagi sebagai berikut :

  1. Kecerdasaan akademik (kecerdasan yang digunakan untuk menilai skor IQ) yaitu kecerdasan linguistic and mathematics.
  2. Kecerdasan spesialis yaitu kecerdasan musik, spasial (gambar), kecerdasan kinestetik (tubuh) dan kecerdasan natural.
  3. Kecerdasan tambahan yaitu kecerdasan personal dan kecerdasan sosial.

Di beberapa negara, seperti Indonesia, lembaga pendidikan resmi baru mengapresiasi kecerdasan akademik. Inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang tua berpikiran anaknya kurang pintar di sekolah. Hal tersebut karena kecerdasan yang dimiliki anaknya mungkin tidak terkait dengan bidang akademik namun lebih kepada kecerdasan lainnya.

Setiap orang terlahir cerdas dengan cara yang berbeda.  Dengan demikian, kecerdasan dapat ditingkatkan dengan pola pembelajaran dan pengembangan diri yang sesuai dengan kelebihan setiap individu.

Jadi sekali lagi,  tidak ada anak yang bodoh. Yang ada hanyalah anak dengan kecerdasan yang berbeda dengan temannya. Bila sebagai orang tua kita memahami keunikan kecerdasan anak, maka kita dapat mengarahkannya untuk menggunakan kecerdasan secara maksimal. Dengan mengenali kelemahannya, dapat membantunya untuk mengembangkan diri. Dengan motivasi dan pembelajaran yang memadai, anak bisa memiliki kompetensi cukup untuk tiap kecerdasan.

Jadi bagaimanakah peran serta kita sebagai orang tua untuk memaksimalkan kecerdasan anak? akan kita bahas dalam artikel berikutnya

Sumber : Multiple intellligence (Howard Gardner) dan Meningkatkan kecerdasan anak (Claire Gordon & Lynn Huggins – Cooper).

Divorced

Sinopsis :

Rafli Gilang Aditya tergila -gila dengan Annalicia Raesha. Begitu pula sebaliknya. Tidak perlu waktu lama bagi mereka saat memutuskan untuk membangun mahligai perkawinan.

Kehidupan pernikahan mereka terasa sangat sempurna. Pasangan yang sangat mencintai, anak yang manis, karir yang baik. Semuanya terasa begitu sempurna. Namun mereka lupa satu hal. Untuk selalu merawat cinta mereka.

Hingga akhirnya badai menghampiri mereka. Membuat mereka berpikir bahwa perpisahan adalah yang terbaik untuk keluarga mereka, untuk masa depan putra mereka. Daripada mereka tidak bahagia dan buah hati mereka tersiksa melihat pertengkaran yang selalu menghantui kehidupan mereka.

Namun benarkah perpisahan jalan terbaik untuk mereka?

 

Prolog

Cinta bukanlah hanya saat engkau terjatuh begitu dalam
Namun saat engkau berjuang membangun bersamanya
Dari masa ke masa

“Ceraikan aku, Raf !” Teriak Anna melengking. Ia menangis histeris sambil berlari ke dalam kamar.

Rafli duduk di sofa ruang tengah sambil menunduk. Wajahnya kalut. Jemari tangannya saling bertaut. Sesekali tangannya mengusap wajahnya dengan kasar. Sebelum akhirnya ia menarik rambutnya frustasi.

Rumahnya seperti neraka. Tangis istrinya berpadu dengan lengkingan tangis Reza, anaknya. Belum ditambah suara baby sitternya yang mencoba menenangkan Reza yang terus menangis ketakutan.

Dia tahu pertengkaran kali ini cukup keterlaluan. Mereka saling berteriak, memaki, menggebrak meja dan bahkan melempar barang. Mereka lupa kalau ada manusia kecil yang jiwanya suci dan berhati lembut, anak mereka yang ikut menonton kegaduhan ini. Mereka sungguh lupa.

Rafli melangkah gontai menuju kamar anaknya. Dibukanya kamar Reza. Pemandangan didalamnya sangat menyedihkan. Anaknya sudah lebih tenang. Namun ia menangis sambil duduk meringkuk didekat jendela, tidak ingin ditemani oleh baby sitternya.

Rafli memeluk anaknya dari belakang. Tubuh kecil itu sedikit menegang, namun masih belum mau membalikkan tubuhnya. Tangannya mencengkeram gorden dengan kuat.
“Maafkan Ayah, sayang … Maaf …Reza takut ya?” Rafli mencium bagian belakang kepala anaknya sambil berbisik. Berulang kali ia mengucapkan permintaan maaf kepada anaknya.

Pelan genggaman tangan Reza mulai terurai. Rafli membopong tubuh kecil itu sambil mencium tubuhnya. Reza menangis kencang saat tubuhnya digendong Rafli. Tangan kecilnya memeluk tubuh Reza. Putra kecilnya terus menangis sampai akhirnya tubuhnya lunglai. Ia tertidur kecapaian. Sesekali sedu sedannya masih keluar dari bibirnya.

Rafli meletakkan Reza diatas tempat tidur. Ia memandangi putra kecilnya dengan hati gundah. Ia tak pernah menyangka prahara akan menerpa keluarganya seperti ini. Keluarga mereka sangat bahagia. Sebelumnya.

Benar kata orang. Jatuh cinta itu mudah namun lebih sulit membangun cinta. Dan mereka melupakan itu. Sangat lupa. Hingga akhirnya mereka terbentur pada berbagai kesalahpahaman yang membuat mereka saling menyakiti. Dan saling terluka.

Rafli berjalan perlahan menuju kamarnya. Membuka pintunya untuk kemudian mendapati wanita yang dahulu ia janjikan untuk hidup bahagia, menangis terisak. Duduk diapit berbagai pakaian yang berjejer di samping koper, menunggu untuk dimasukkan.

Ia mengulurkan tangan dengan ragu, menyentuh bahu istrinya.
“Maaf … ” bisiknya pelan

Anna menghindari tangan Rafli dan bergeser menjauh. Wanita itu meneruskan kesibukannya memasukkan barang-barang kedalam koper.

“Kamu mau kemana?”

“Terserah aku. Yang pasti tidak disini,” Tukasnya

“Ohya, Reza aku bawa.” Anna berjalan mengangkat koper menuju pintu, membukanya dan membantingnya dengan keras.

“Na, jangan memutuskan dalam keadaan emosi.” Rafli mengejar dan menarik tangan Anna.

Anna mengibaskan tangan Rafli dan berjalan menuju kamar Reza.
“Na, jangan bawa Reza. Kasian dia.”

“Jauh lebih kasian bila aku meninggalkannya dengan ayahnya yang tukang selingkuh. Reza masih dibawah umur dan seorang ibu punya hak untuk merawatnya bila kita nanti bercerai.” Tandasnya

Rafli tergugu. Kepalanya pusing. Ia mencari sofa dan duduk sambil memejamkan mata. Tangannya bergerak memijit keningnya. Sekelebat bayangan muncul dibenaknya. Ia menghembuskan nafas panjang. Seandainya saja ia dapat mengulang waktu …
Seandainya ….

Penasaran?

Yuk baca lebih lengkap di wattpad username @Riliaputri

Mudah Paham Alquran dengan SEKEJAP

Hari minggu tanggal 19 November 2018,  kami diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk  memperdalam pemahaman tentang bahasa arab dalam Alquran. Alhamdulillah pada hari itu, Ustadzh Nur Ihsan, Lc berkenan mengunjungi mushalla komplek kami (Musholla Nurul Ikhwan) untuk memberikan kelas perdana pelatihan SEKEJAP Faham Alquran.

Apa itu SEKEJAP?

SEKEJAP merupakan suatu metode pelatihan secara :

  1. Sistematis (Se). Materi pelatihan disusun secara sistematis, mulai dari kata alquran yang sangat mudah dipahami maknanya , lalu yang sedikit sukar
  2. Kerap (Ke). Disini maksudnya karena metode ini mengenalkan kata dan pola bahasa arab yang kerap digunakan dalam Alquran.
  3. Cepat (JAP : Jalan Pintas). Target pelatihan adalah sebanyak 20x pertemuan dengan durasi 2 jam setiap pertemuan (Untuk 1 juz)

Metode SEKEJAP digagas oleh Ustadzh Nur Ihsan Muhammad Idris, Lc.. Beliau merupakan alumni Universitas Islam Madinah, Pengurus MUI Pusat Komisi Dakwah dan Trainer Indonesia – Malysia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan untuk mengklasifikasikan tiap- tiap kata dalam Alquran sehingga menjadi mudah untuk diingat. Metode yang digunakan adalah pengklasifikasian kata berdasarkan warna, angka dan garis.

Metode diatas sangat cocok diterapkan oleh orang yang awam bahasa arab. Contohnya saya yang tidak mengenyam pendidikan pesantren. Sejak dulu, saya selalu berpikir bahasa arab itu susah dan lama untuk dipelajari. Dapat memahami Alquran tanpa membaca terjemahan sepertinya hanya sebatas keinginan dan sulit terwujud. Namun setelah melakukan pencarian dan diskusi dengan beberapa orang (termasuk alumni pelatihan), kami memutuskan untuk mencoba pelatihan ini karena insya Allah metodenya cukup powerfull.

Ada tiga hal yang harus dilakukan agar dapat memahami bahasa Alquran:

  1. Berdoa dengan sungguh- sungguh kepada Allah Swt.
  2. Meluangkan waktu khusus (fokus)
  3. Menggunakan metode belajar yang cepat dan mudah

Pada dasarnya, pelatihan yang kami ikuti hanya merupakan ikhtiar untuk lebih memahami Kallam Allah Swt.

Semoga Allah Swt meluruskan niat dan melancarkan segala usaha kami. Amin yra

Keep Istiqamah

PhotoGrid_1542593805614

Coworking Space

Belakangan ini, bahasan mengenai coworking space menjadi topik yang cukup hangat di komunitas saya. Dan tiba- tiba ingatan saya terlempar pada masa bertahun lalu, tepatnya sekitar 12 tahun yang lalu saat saya masih bekerja sebagai auditor di salah satu big four accounting firm di dunia. Saat itu perusahaan tempat saya bekerja telah menerapkan coworking space. Konsep tersebut memang biasanya diterapkan oleh kantor yang memiliki karyawan sangat mobile, seperti kantor akuntan publik dan konsultan. Hal tersebut dilakukan mengingat para profesional ini lebih sering berada di luar (kantor kliennya) sehingga ruang kerjanya dikantor sendiri tidak banyak digunakan.

Di kantor yang mempekerjakannya, para profesional tersebut tidak memiliki meja kerja sendiri. Mereka bebas untuk memilih meja yang masih available dengan cara memesannya selama beberapa waktu. Setelah di booked, meja dan saluran telephone tersebut akan tercatat sebagai sebagai miliknya yang dapat ditelusuri melalui sistem komputer.

Saat ini, dunia pekerjaan yang semakin dinamis mendorong banyak perusahaan yang mulai menerapkan coworking space. Dalam bahasa indonesia, coworking space dapat diartikan sebagai ruang kerja bersama. Menurut wikipedia, coworking space berarti tempat untuk orang- orang dari organisasi berbeda berbagi ruang untuk bekerja. Biasanya, bentuknya adalah suatu ruangan terbuka yang cukup luas untuk menampung sekian banyak orang.

Coworking space pertama kali dikenal oleh publik saat ada kemunculan organisasi nirlaba yang bernama C-Base di tahun 1995. Istilah coworking space sendiri dicetuskan oleh Bernard Brian Dekoven pada tahun 1999. Namun tempat kerja yang benar-benar memakai nama coworking space baru muncul di San Fransisco pada tanggal 9 Agustus 2005.

Konsep coworking space ini sangat ideal diterapkan untuk cost efficiency. Sehingga tidak diperlukan ruangan kantor yang besar untuk menampung karyawan yang cukup banyak. Penggunaan konsep seperti ini juga dapat mendorong kolaborasi antar bagian yang lebih baik, dimana karyawan memiliki fleksibilitas untuk memilih tempatnya bekerja.

Namun ibarat mata uang, selalu ada dua sisi dalam setiap hal. Dibalik kelebihannya, coworking space ini juga memiliki sisi negatif. Riset yang dilakukan oleh Virginia State University dan North Carolina State University di Amerika Serikat mengungkap bahwa persentase pegawai yang bekerja di ruang kantor tanpa sekat memiliki tingkat kemungkinan mengambil cuti sakit sebesar 62% dibanding yang bekerja di ruang bersekat. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Scandinavian Journal of Work, Environment, and Health, , kuman penyakit lebih mudah menyebar di area kerja terbuka, memudahkan semua orang berinteraksi secara langsung.

Bukan hanya tingkat penyakit yang meningkat, ruang kantor tanpa sekat juga bisa mempengaruhi hal lain, yakni produktivitas. Ruang kerja tanpa sekat dan padat orang sangat rentan memunculkan stres. Berkurangnya ruang privasi akan memicu stress. Kondisi stres sudah pasti akan meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit karena imunitas tubuh yang menurun.

Berdasarkan penelitian juga, para pegawai yang bekerja di ruang tanpa sekat cenderung kurang termotivasi, merasa tak puas dengan pekerjaan, serta merasa kurang privasi. Diperkirakan, masalah-masalah semacam ini muncul karena pegawai merasa terganggu oleh orang lain di sekitarnya.

Jadi pada perusahaan yang seperti apakah konsep coworking space ini cocok diterapkan? Pada akhirnya hal tersebut dikembalikan kepada kebijakan perusahaan masing- masing. Bila cost effeciency merupakan prioritas utama, maka pemilihan coworking space merupakan hal yang tepat.

Namun bila masih memungkinkan pilihan lain, saya pribadi termasuk yang kurang mendukung coworking space. Karena saya meyakini bahwa setiap orang membutuhkan ruang privasinya. Menurut saya, kantor itu ibarat rumah kedua. Minimal delapan jam dihabiskan oleh karyawan di kantor. Tentunya hal itu membuat kita harus menata tempat yang nyaman dalam bekerja yang akhirnya berujung pada peningkatan produktifitas.

Lalu bagaimana dengan profesional yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja di kantor klien? Saya selalu mengibaratkan saat pemeriksaan di kantor klien sebagai sebuah perjalanan. Setiap petualang membutuhkan rumah untuk pulang. Maka ketika kantor tidak lagi menyisakan ruang privasi berarti akan menghilangkan rumah untuk pulang.

The magic thing about home is that it feels good to leave and it feels even better to come back home

*sumber riset dari berisatu.com, dewaweb.com

Chartered Accountant

Chartered Accountant merupakan sebutan bagi akuntan profesional yang telah memenuhi kualifikasi sesuai standar internasional. Sebutan tersebut ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

IAI yang merupakan  anggota International Federation of Accountant (IFAC) telah meluncurkan CA untuk menaati Statement Membership Obligations (SMO) & Guidlenes IFAC. Dengan adanya sebutan CA tersebut diharapkan dapat menjamin dan meningkatkan mutu pekerjaan akuntan yang profesional dan memiliki daya saing di tingkat global sehingga siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN.

Sebagaimana yang telah disampaikan diawal, Sertifikat CA diberikan kepada seseorang yang dinilai telah memenuhi kualifikasi untuk menjalankan peran sebagai Akuntan Profesional sesuai kompetensi utama dan kompetensi khusus CA.

Untuk memperoleh sebutan CA, seseorang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Lulus ujian sertifikasi CA Indonesia yang dilaksanakan oleh IAI; dan
  2. Memiliki pengalaman dan/atau menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi, baik di sektor pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik yang data di verifikasi paling sedikit 3 (tiga) tahun di bidang akuntansi yang di peroleh dalam 7 (tujuh) tahun terakhir; dan
  3. Sebagai Anggota IAI

Namun,  berdasarkan PMKNomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara pada tanggal 3 Pebruari 2014 bahwa Akuntan adalah seseorang yang telah terdaftar dalam Register Negara Akuntan (RNA) yang diselenggarakan oleh Menteri Keuangan.

Untuk terdaftar dalam Register Negara Akuntan, seseorang harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Lulus pendidikan profesi akuntansi atau lulus ujian sertifikasi akuntan profesional;
  2. Berpengalaman di bidang Akuntansi; dan
  3. Sebagai anggota asosiasi profesi akuntan.

Dengan demikian, saya yang termasuk angkatan lama yang lulus pendidikan profesi akuntansi tahun 2004 berhak memperoleh sebutan CA tanpa perlu mengikuti ujian terlebih dahulu. Alhamdulillah (Hehehe).

Selanjutnya setelah gelar tersebut diperoleh, ada hal-hal yang perlu dilakukan untuk mempertahankan gelar tersebut antara lain membayar iuran keanggotaan tahunan  dan wajib mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) paling sedikit berjumlah 30 (tiga puluh) Satuan Kredit PPL (SKP) setiap tahun.

Yang tak kalah penting, untuk tetap dapat mempergunakan sebutan profesi, pemegang sertifikat CA harus mengikuti dan menaati seluruh ketentuan dan kewajiban yang ditentukan oleh IAI.

 

*Sumber dari website IAI

 

Twisted Love

Freya Callandra Adiwangsa mencintai Arzan Malique Syauqi. Lama, sudah sejak lama. Bertahun- tahun ia menyimpan perasaannya sendiri dan tidak diketahui siapapun. Termasuk oleh saudara kembarnya, Freya Callantha Adiwangsa. Dan saat cinta pertamanya kemudian memilih saudara kembarnya, Callandra mengubur rapat- rapat semua perasaan dan harapannya.

Callandra tidak pernah menduga kalau ternyata akhirnya ia malah menjadi istri dari seorang Arzan Malique syauqie. Ia tidak pernah bermimpi kalau akhirnya ia menjadi istri pria yang sangat dicintainya, walau hanya sebagai istri pengganti. Menjadi istri dari orang yang bahkan tidak pernah menganggapnya ada.

Aku tahu semua tidak akan mudah. Namun karena ini tentang kamu maka aku tidak akan menyerah (Freya Callandra Adiwangsa)

Bukannya aku tidak mengerti keinginan hatimu namun raga ini terlalu sibuk memuaskan hati dalam menggapai mimpi dan sayangnya tidak ada kamu disitu. ( Freya Callantha Adiwangsa)

Aku sudah lama mencintainya dan akan selalu mencintainya (Arzan Malique Syauqie)

Dan ini kisah tentang ketulusan hati. Saat pengorbanan dilakukan, ikrar diucapkan, kesungguhan dilakukan dan kesetiaan dikedepankan, akankah hati yang terluka akan tergugah?

Ini kisah tentang rasa, bukan sekedar gugusan kata ataupun untaian aksara

Cerita lengkapnya bisa dibaca di wattpad @Riliaputri

Tahfidz Performance Week

Minggu lalu merupakan minggu yang cukup padat bagi anak pertama saya (Kiya). Pada  minggu tersebut,  sekolah Kiya  (Mumtaza Islamic School) menyelenggarakan Happy Week. Pada happy week yang diadakan pada hari kamis dan jumat (8-9 september 2018) tersebut dilombakan beberapa materi antara lain Tahfidz competition,  Quick and Smart, Choir, Fashion Show, Cerdas Cermat Quran, dst. Dari berbagai lomba tersebut, Kiya terpilih sebagai perwakilan kelas untuk mengikuti quick and smart , tahfidz competition and choir.

Selain dipilih sebagai perwakilan kelas dalam acara happy week, Kiya bersama lima orang temannya juga terpilih mewakili sekolah dalam tahfidz performance di SD Expo pada hari sabtu (10 September 2018).

Pada hari perlombaan ( Kamis), saya menjadwalkan untuk mendampingi Kiya mengikuti berbagai lomba tersebut. Saat pelaksanaannya, ternyata Kiya hanya bisa mengikuti lomba tahfidz dan choir disebabkan jadwal lomba yang bentrok.

Tahfidz competition dibagi dalam 3 level yaitu basic (year 1), Middle (Year 2-3) dan Advance (Year 4-5). Kiya yang saat ini duduk di kelas 2 mengikuti level middle bersama dengan perwakilan kelas 2 dan 3 berjumlah total 20 orang. Materi dari middle level adalah juz 30. Setiap anak akan dipanggil berdasarkan no urut yang diambil di awal lomba. Lalu setiap anak akan mengambil satu dari 20 amplop soal yang tersedia. Juri lalu akan membacakan ayat surat yang ada dalam amplop tersebut dan setiap peserta diminta untuk langsung melanjutkan membaca ayat berikutnya. Kiya mendapatkan urutan ke 17 sehingga saat menunggu bagiannya, dia masih sempat mengikuti lomba choir.

Dalam kesehariannya, Kiya dikenal sebagai anak yang ceria dan aktif. Namun dibalik keceriannya tersebut,  ia kurang memiliki rasa percaya diri. Saat akan tampil pada tahfidz competition, wajahnya agak pucat dengan tangan berkeringat. Berkali – kali ia membisikkan rasa takutnya pada saya. Karena saya mengenal karakter Kiya yang merupakan “Pengejar keinginan” dan bukan “penghindar masalah” (tipe kepribadian ini akan kita bahas dalam sesi terpisah), maka saya  pun berusaha untuk membuatnya berimajinasi akan hadiah  yang didapatkan bila mengikuti perlombaan secara percaya diri.

Sejak kecil, kami tidak pernah menuntut Kiya untuk memenangkan lomba yang diikutinya. Tujuan kami untuk mengikutkan Kiya dalam berbagai lomba hanya untuk melatih kepercayaan dirinya. Jadi target yang dituju hanyalah Kiya percaya diri pada saat lomba. Hal ini juga yang menjadi harapan kami saat Kiya mengikuti tahfidz competition.

Setelah saya terus memberikan sugesti kepadanya, lama- lama ketakutan Kiya memudar.  Ia terlihat bersemangat. Dari wajahnya terpancar keinginan mendapatkan hadiah yang diinginkannya.

Beginilah kira- kira penampilan Kiya saat lomba

IMG-20181112-WA0000

Videonya dapat dilihat di Youtube

Dan memang usaha tidak mengkhianati hasil. Semangat Kiya yang tidak lelah bermurajaah ternyata memberikan hasil yang baik. Alhamdulillah, Kiya dipilih sebagai juara 1 tahfidz competition.

IMG-20181111-WA0002

Setelah terpilih sebagai juara 1, Kiya masih belum bisa berleha- leha sepenuhnya. Karena besoknya (sabtu) ia dan teman-temannya akan melakukan tahfidz performance pada acara SD exhibition.

IMG-20181111-WA0003Alhamdulillah performancenya juga berjalan lancar.

Pada akhirnya, semua keberhasilan yang diperoleh Kiya pada minggu tersebut semuanya merupakan pertolongan Allah. Yang kemudian diikuti oleh kerja keras dan kesungguhan Kiya.

Bagi kami sebagai orang tuanya, ini bukan soal menang atau kalah. Ini soal proses bertumbuh. Karena kami sebagai orang tua akan tetap mendukung dan bangga pada Kiya sekalipun misalnya dia tidak menjadi juara pada saat lomba. Yang membuat kami bahagia adalah karena dia berhasil menaklukan musuhnya, yaitu rasa takutnya yang sangat besar. Kami bangga karena dia bekerja keras untuk melakukan kebaikan, berusaha selangkah lebih dekat kepada sang Khalik. Dan kami sebagai orang tuanya akan selalu mendoakan dan mendukungnya.