
Beberapa teman seringkali bertanya bagaimana sih cara saya mengatur waktu. Seorang istri, ibu dari dua anak yang masih kecil, bekerja di kota Jakarta yang sebagian besar waktu habis karena kemacetan jalan, memiliki bisnis online shop di bidang fashion, tapi masih sempat- sempatnya menulis di blog dan platform lainnya. Belum lagi ditambah berbagai aktifitas agama dan sosial lainnya.
“Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan, pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.”
Pernah dengar ungkapan diatas? Bisa dibilang ungkapan tersebut merupakan salah satu guideline saya dalam menjalani hidup. Memicu saya untuk selalu berusaha memilah – milah mana kegiatan yang bermanfaat.
Pada hakikatnya kunci manajemen waktu adalah pengendalian diri. Kita mengendalikan diri sehingga dapat mengatur waktu dengan baik.
Kali ini saya ingin sedikit berbagi kiat-kiat dalam management waktu antara lain:
1. Menentukan target awal tahun
Di awal tahun biasanya saya menentukan target dalam satu tahun. Kemudian baru dibuat to do list untuk mencapai target tersebut.
2. Menyusun jadwal kegiatan
Hal penting yang tak pernah saya tinggalkan adalah menyusun jadwal. Jadwal yang disusun tersebut dapat berisi kegiatan rutin ataupun bagian dari to do list yang telah dibuat di awal tahun.
Biasanya di akhir minggu, say telah menyusun jadwal untuk seminggu berikutnya.
Misalnya dalam hal pekerjaan, biasanya saya telah membuat target pekerjaan yang harus diselesaikan dalam satu minggu. Target tersebut yang kemudian dituangkan ke dalam jadwal harian. Namun jadwal tersebut fleksibel apabila ada kerjaan yang sifatnya adhoc ataupun urgent.
Dalam hal rumah tangga, setiap akhir minggu saya juga membuat jadwal makanan untuk seminggu ke depan. Jadwal makanan tersebut terpisah antara kakak dan adik, tergantung jenis makanan yang lebih disukai anak-anak. Saya juga membuat jadwal kegiatan anak – anak, seperti jadwal permainan bagi si kecil untuk meningkatkan tumbuh kembangnya, jadwal belajar untuk kakak dan jadwal murajaah untuk keduanya.
Dalam hal bisnis, biasanya saya membuat rencana produksi dalam tiga bulan ke depan. Untuk jadwal pemasaran dan lainnya disusun seminggu sampai dua minggu berikutnya. Ini akan memudahkan pekerjaan bagian admin online shop dan agar proses pemasaran sinkron dengan jadwal produksi.
Untuk personal life, saya kerap membuat jadwal aktifitas lainnya seperti jadwal hapalan Quran, jadwal quality time bersama ananda, jadwal sosialisasi bersama teman dan kerabat dsb.
3. Memanfaatkan waktu luang
Agar jadwal yang telah disusun dapat terlaksana secara maksimal, saya banyak memanfaatkan waktu luang untuk melakukan banyak hal.
Saat perjalanan pergi pulang kantor, saya biasa menargetkan untuk membaca Al Quran dan menghapal Quran. Saya juga menyempatkan waktu untuk menulis novel ataupun artikel. Selain itu saya juga sering menyisipkan melakukan kegiatan urgent lainnya terkait urusan administrasi rumah tangga, memeriksa pelajaran ananda, urusan bisnis dan masih banyak lagi.
Saat istirahat siang di kantor juga kerap dimanfaatkan untuk olahraga, menambah ilmu agama, persiapan sertifikasi, belajar bisnis, namun tetap kuselipkan waktu bersosialisasi dengan rekan sejawat.
4. Menghindari menunda kerjaan
Diakui terkadang saat rasa malas atau lelah datang, keinginan untuk menunda kegiatan atau tidak melaksanakan jadwal yang dibuat sangatlah besar. Namun selalu berusaha keras untuk tidak menunda kerjaan karena tertundanya suatu kerjaan akan berefek pada keterlambatan pekerjaan lainnya. Dan secara keseluruhan dapat merusak target yang telah dibuat sebelumya.
5.Membiasakan membuat note atau catatan
Satu hal yang tidak kalah penting adalah memiliki aplikasi note di ponsel. Setiap kali ada ide terlintas baik untuk bahan tulisan, model baju, inspirasi pemasaran, ide kegiatan anak – anak, akan langsung ditulis dalam note di ponsel. Hal ini sangat membantu dalam pengembangan tulisan, penyusunan jadwal dan bahan diskusi dengan suami, teman ataupun tim.
6. Mengutamakan kegiatan prioritas/ bermanfaat
Saya selalu membiasakan untuk mengutamakan kegiatan yang sifatnya prioritas. Kegiatan mana yang sifatnya urgent atau kegiatan yang lebih mendatangkan pahala seperti hapalan Quran lebih menjadi prioritas untuk dikerjakan terlebih dahulu.
Saya juga berusaha untuk tidak melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat seperti nonton korea Dan sinetron. Bagi saya tidak masalah kalau kegiatan dilakukan tersebut dilakukan sesekali untuk sekedar refreshing atau sebagai me time. Namun kalau rutin dilakukan akan menimbulkan ketergantungan dan menghabiskan banyak waktu yang seharusnya dapat dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih produktif.
7. Menjadikannya sebagai kebiasaan
Alah Bisa Karena Biasa.
Tentu kita sering mendengar pepatah tersebut. Apabila suatu pekerjaan telah terbiasa dilakukan, maka pekerjaan akan terasa mudah dan bahkan terasa Ada yang berbeda saat tidak dikerjakan lagi. Maka hal baik tersebut akan menjadi suatu kebiasaan baik.
Pada dasarnya saya termasuk orang yang tidak bisa diam. Oleh karena itulah saya ingin energi tersebut dialihkan untuk mengerjakan sesuatu yang bernilai produktif. Dan tentunya semua ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjadi orang yang lebih baik.
Yuk, kita sama – sama berusaha 😊
Indahnya berbagi🙏
Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challenge Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’