
Halo … Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam memperoleh sertifikasi CFE. Barangkali ada rekan- rekan yang berminat mengikuti ujian CFE tersebut.
Apa itu CFE? Certified Fraud Examiner (CFE) adalah seorang spesialis dalam mencegah dan memberantas fraud/ kecurangan. Dengan memperoleh CFE, seseorang menunjukkan kompetensi dan komitmen profesionalnya dibidang anti fraud.
Sebelum mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian, peserta harus memenuhi syarat- syarat sbb :
- Menjadi associate member ACFE
- Memenuhi persyaratan minimum akademis dan profesional. Pada dasarnya peserta memiliki pendidikan setingkat sarjana (setara) dan telah berkontribusi minimal dua tahun dalam posisi yang berkontribusi terhadap pencegahan, deteksi atau antisipasi fraud.
- Memiliki karakter moral yang tinggi
- Setuju untuk mengikuti peraturan dan kode etik profesional dari Association of Certified Fraud Examiners.
Pada bulan Juli 2018, saya mendapatkan kesempatan dari kantor untuk mengikuti pelatihan persiapan ujian CFE (CFE Exam Preparation Course) yang diadakan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Training yang berlangsung selama lima hari tersebut membahas materi yang akan diujiankan untuk memperoleh gelar CFE.
Materi ujian antara lain :
- Fraud Prevention and Deterrence
- Financial Transactions and Fraud Schemes
- Investigation
- Law
Biaya CFE preparation course dan biaya ujian sertifikasi CFE adalah sbb :
1. Biaya menjadi associate member, biaya pendaftaran ujian dan biaya pembelian materi latihan (software)
- Biaya menjadi associate member sebesar USD 70
- Biaya pendaftaran ujian sebesar USD 300
- Biaya pembelian materi latihan software sebesar USD 795
2. Biaya penyelenggaraan CFE Exam Preparation Course sebesar Rp. 11.500.000
Apabila calon peserta ujian membeli software latihan, maka ia berhak mendapatkan Money Back Pass Guarantee bila gagal dalam ujian. Bagi peserta yang tidak lulus diberikan kesempatan untuk mengulang dua kali. Namun ketentuan Money Back Pass Guarantee tersebut berlaku apabila :
1. Calon peserta telah mengerjakan dengan benar sebanyak 1500 soal dalam modul review session.
2. Calon peserta ujian telah mengerjakan modul practice exams dan mendapatkan nilai minimal 85 dalam setiap materi yang diujiankan.
Pada saat mengikuti CFE Exam Preparation, saya diinfokan bahwa biasanya seseorang akan memerlukan waktu belajar sekitar 60 jam agar dapat lulus CFE. Sehingga apabila setiap harinya menyisihkan waktu 1 jam untuk belajar, maka akan dibutuhkan sekitar 2 bulan agar cukup siap untuk menghadapi ujian. Saya sendiri mengikuti ujian setelah 2,5 bulan mengikuti CFE Exam Training.
Saya mengikuti ujian CFE pada tanggal 25- 26 September 2018. Ada empat materi yang diujikan dengan jumlah soal 100 per materi. Waktu yang diberikan sebanyak 1.15 menit (1 menit 15 detik) untuk setiap soal yang ada dan otomatis akan hangus apabila tidak dijawab dalam jangka waktu tersebut. Jadwal ujian adalah dua hari dan peserta diberikan keleluasan untuk memilih jam pelaksanaan. Saya memilih untuk membagi 4 materi yang diujiankan dalam dua hari. Hal ini sengaja dilakukan agar otak tidak terlalu “penuh” bila langsung mengerjakan 4 materi dalam satu hari.
Ada satu cerita yang cukup unik pada saat pelaksanaan ujian CFE. Sehari sebelum ujian, saya diinfokan bahwa metode pengujian kali ini menggunakan metode online. Mekanisme yang selama ini terjadi adalah peserta mengikuti ujian melalui modul yang sudah diunduh sebelumnya. Setelah selesai dikerjakan seluruhnya oleh peserta, baru modul tersebut dikirim online ke ACFE Global yang berkedudukan di Austin, Texas untuk direview. Namun, untuk kali ini ternyata metode yang ada adalah peserta harus koneksi langsung ke internet dan mengerjakan soal yang langsung terkoneksi dengan database ACFE Global. Kekurangannya adalah apabila jaringan internetnya jelek, maka kemungkinan bisa gagal untuk mengakses soal dan mengirim jawaban.
Hal itulah yang membuat ACFE indonesia menawarkan kepada saya agar ujian ditunda dulu sehingga mereka bisa berkonsultasi dengan ACFE Global mengenai kondisi internet indonesia yang seringkali kurang stabil. Tujuannya agar mekanisme ujian bisa kembali seperti sebelumnya. Setelah saya berdiskusi dengan teman yang akan mengikuti ujian juga, kami bersepakat untuk tetap pada jadwal semula dan melakukan ujian secara online. Hal ini disebabkan kami sudah mengosongkan jadwal untuk mengikuti ujian CFE dan bila jadwalnya mundur maka dikhawatirkan akan bentrok dengan kegiatan lainnya.
Dan ternyata saat mengikuti ujian secara online, saya mengalami apa yang dikhawatirkan sebelumnya. Pada saat sedang mengerjakan soal ujian, tiba – tiba jaringan internet down yang akhirnya menyebabkan dua soal hangus. Qadarullah walau proses ujian tidak begitu smooth, alhamdullilah saya berhasil lulus CFE. Dan karena ujian bersifat online maka hanya diperlukan kurang dari 24 jam untuk mengetahui hasil ujian. Saya sendiri mendapatkan pemberitahuan lulus hanya berselang 12 jam dari selesai ujian.
Jadi bila ditanya bagaimana kiat saya agar bisa langsung lulus seluruh materi dalam ujian CFE :
1. Komitmen
Hal ini merupakan pondasi awal yang sangat penting, apalagi untuk para profesional yang memiliki segudang kesibukan. Saya sendiri adalah seorang ibu bekerja dengan dua orang anak yang masih kecil. Selain menjalani profesi sebagai istri, ibu dan karyawan, saya juga memiliki pekerjaan sampingan, bila saya tidak memiliki komitmen yang tinggi agar bisa lulus ujian, maka besar kemungkinan saya tidak lulus ujian.
2. Merencanakan target, langkah yang dilakukan untuk mencapainya dan konsisten menjalaninya.
Sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa terdapat beberapa persyaratan yang harus ditempuh agar bisa mengikuti ujian dan salah satunya adalah dengan mengerjakan soal yang sangat banyak (modul review session dan practice exams). Saat merencanakan untuk mengikuti ujian CFE, saya telah membuat target untuk mengikuti ujian pada akhir september 2018. Agar bisa mencapai target itu, saya harus menyisihkan waktu minimal sejam sehari untuk latihan soal. Dan waktu yang saya rencanakan adalah pagi sebelum bekerja dan pada saat istirahat siang. Realisasinya, seringkali saya latihan soal sambil makan siang karena tidak sempat latihan soal di pagi hari. Inilah penyebab mengapa saya sangat menekankan komitmen. Karena bila tidak ada komitmen, percaya deh pasti males banget harus belajar pada waktu seharusnya kita leyeh-leyeh setelah lelah bekerja. Konsistensi juga penting karena bila lalai dalam beberapa waktu maka akan sulit memulainya kembali.
3. Memahami soal yang terdapat dalam Modul Review Session dan Practice Exams
Soal ujian CFE tidak sama persis dengan latihan soal. Namun apabila kita telah memahami soal latihan, maka insya Allah akan dapat mengerjakannya. Jadi ingat, latihan soal jangan dihapal namun dipahami (hehe).
4. Berdoa
Yang terakhir dan paling penting adalah berdoa. Memohon kepada Allah SWT agar diridhoi, dilancarkan segala urusannya dan dikabulkan keinginannya.
Dimana ada keinginan selalu ada jalan. Hasil tidak akan mengkhianati usaha. So, Good Luck ya buat yang mau ujian ^_^
