
Banyak hal terjadi pada saya dan keluarga di tahun 2023, termasuk salah satunya adalah keputusan untuk resign aka mengundurkan diri dari SKK Migas, perusahaan tempat saya mengabdi selama hampir 15 tahun.
What? Are you sure? Yakin? Ga sayang? kira- kira begitu tanggapan teman, saudara, tetangga, atau kenalan saat mendengar rencananya ataupun saat saya sudah officially resign. Tidak dapat dipungkiri, pesona SKK Migas sebagai lembaga yang berkiprah di dunia migas yang bergelimang materi baik dari sisi benefit pendapatan, kesehatan, ataupun hal lainnya, membuat banyak orang yang memimpikan pekerjaan saya. Dan saya pun tidak menampik bahwa bukanlah hal yang mudah bagi kami untuk sampai pada keputusan pengunduran diri ini. Butuh waktu sekitar 8 tahun hingga akhirnya dapat terealisasi.
Jika boleh refleksi ke belakang, sekitar tahun 2015 – 2016 sebenarnya sudah ada narasi resign dan bahkan surat pengunduran diri pun sudah diajukan. Namun disebabkan berbagai peristiwa akhirnya qadarullah tidak jadi. Allah SWT mungkin menakdirkan bahwa saat itu bukan saat terbaik untuk mengundurkan diri sehingga semua prosesnya seperti dipersulit. Berkebalikan dengan saat ini yang entah kenapa semuanya terasa dipermudah oleh Allah SWT
Saat banyak yang mempertanyaan alasan resign, dan kemudian jawabannya karena pertimbangan keluarga, tidak serta merta banyak yang langsung percaya. Biasanya akan timbul pertanyaan berikutnya, kok baru sekarang setelah anak ketiga? anak pertama dan kedua buktinya bisa aja. Memang kalau boleh jujur ada banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan pengunduran diri seorang working mom yang telah bekerja selama 18 tahun, dan sekarang memilih menjadi work at home mom.
Sebagaimana alasan seseorang untuk berhenti bekerja, tentu ada alasan bagi seseorang saat memilih menjadi seorang working mom. Bagi saya dengan status sebagai seorang istri dan ibu, tentu memiliki beberapa kriteria dalam memilih pekerjaan antara lain :
- Pekerjaan tersebut memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Pekerjaanku sebelumnya tentunya bisa dikategorikan pekerjaan yang memberikan kemanfaatan bagi orang banyak, tidak bisa diragukan begitu besar sumbangsih migas terhadap APBN yang tentunya berkontribusi besar bagi hajat hidup orang banyak. Namun terkadang nuraniku bertanya seberapa besar kemanfaatanku untuk orang lain. Seberapa besar kontribusi yang dihasilkan dari pekerjaanku, apakah benar untuk rakyat dan bukan untuk sekelompok orang? Saya merupakan tipe pembelajar visual dan kinestetik sehingga membutuhkan bukti kebermanfaatan secara visual dan sayangnya hal tersebut tidak cukup banyak diperoleh dari pekerjaan sebelumnya
- Pekerjaan bersifat analytical dan tidak monoton. Basically, saya tidak menyukai pekerjaan yang monoton dan bersifat administratif dan cenderung menyukai tantangan. Mungkin itu yang mendasari mengapa selepas lulus kuliah saya malah memilih merantau ke Jakarta, memilih menjadi auditor Kantor Akuntan Publik, alih – alih mendaftar bank atau PNS di bandung seperti saran papa dan mama. Selama bekerja di SKK Migas, bisa dibilang pekerjaannya cukup menantang. Namun qadarullah beberapa tahun belakangan saya dimutasi ke tempat yang lebih bersifat administrasi. Ikhtiar sudah dilakukan untuk mutasi ke tempat yang lebih sesuai namun belum berhasil. Dan akhirnya ternyata Allah SWT memindahkan ke tempat yang sebaik- baiknya bagi seorang wanita. Masya Allah
- Pekerjaan yang dilakukan memberikan kebahagiaan dan kepuasan. Mungkin ini alasan yang sangat subyektif. Namun tidak dapat dipungkiri saat bekerja tidak dengan hati, maka rasa tersiksanya luar biasa.
- Pekerjaan tersebut memberikan kebaikan yang lebih besar bagi keluarga. Ini merupakan alasan terbesar yang menguatkan keputusan pengunduran diri ini. Memang, banyak kebaikan yang diperoleh dengan keputusan saya bekerja selama belasan tahun. Contohnya unlimited medical untuk seluruh keluarga yang tentunya sangat membantu terutama karena suami yang merupakan seorang wiraswasta. Penghasilan saya yang cukup besar juga menjadi penyeimbang dari penghasilan suami yang fluktuatif. Dan insya Allah banyak kebaikan – kebaikan lain yang dapat dilakukan dengan mengunakan titipan harta dari Allah SWT melalui rezeki bekerja di SKK Migas. Namun dibalik semuanya, tidak dipungkiri ada kemudharatan dibalik segala kebaikannya. Belasan tahun saya terpaksa menitipkan anak pada orangtua, mertua dan orang kepercayaan. Walau kantor juga cukup fleksibel yang memberikan kemudahan cuti saat diperlukan, lembur dirumah as long as kerjaan kelar dll, namun bukan hal yang mudah bagi seorang ibu bekerja untuk dapat memberikan segala hak anak ditengah tuntutan pekerjaan. Perjalanan dinas yang sulit dihindari, meski belakangan begitu banyak privillege dari atasan sehingga saya dapat menghindari perjalanan dinas yang menggunakan pesawat dan tidak dapat membawa pasukan. Privillege yang di sisi lain menimbulkan ketidaknyamanan bagi saya karena terkesan kurang profesional. Belum lagi sebenarnya ada marwah suami yang selama ini terabaikan, rasa cemburu suami melihat istrinya terpaksa berkhalwat di tempat kerja, yang terpaksa harus ditekan karena suami menginginkan kebahagiaan istrinya yang memang senang untuk berkarya. Bertahun rasa galau saya adukan kepada Allah SWT, meminta diberikan petunjuk yang terbaik untuk keluarga kami. Dan masya Allah, petunjuk tersebut ditunjukkan dengan kehamilan dan kelahiran anak ketiga kami yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Dan setelah itu proses menuju persetujuan pengunduran diri begitu mulus, tidak seperti proses pengajuan pengunduran diri tujuh tahun yang lalu.
Terlepas dari berbagai alasan yang melatarinya, keputusan yang diambil ini merupakan ikhtiar bagi kami untuk mencari keberkahan dunia dan akhirat. Tentunya ada hal – hal yang harus dikorbankan seiring keputusan pengunduran diri ini, namun insya Allah akan diganti dengan hal lain yang lebih baik untuk kami sekeluarga.
Terkadang, ada teman atau kolega yang bertanya, apa saya tidak bosan di rumah saja mengingat mereka sudah kenal bagaimana sepak terjang saya yang tidak bisa diam sejak jaman kuliah ^_^. Alhamdulillah saat ini Allah SWT memberikan kesempatan saya untuk berbagi ilmu secara online. Keterbatasan saya yang tidak dapat meninggalkan bayi yang masih menyusui membuat saya sangat selektif dalam memilih kegiatan dan insya Allah aktifitas saat ini cukup untuk mengisi kebutuhan saya untuk tetap berkarya dengan tidak mendzalimi hak suami dan anak – anak.
Semoga Allah SWT meridhoi ,meluruskan niat baik dan memudahkan segala ikhtiar kami.
Bismillahirrohmannirohim
